Terkini
Kreen Media
Pageant News

8 National Costume Asia Tenggara di Miss Grand International 2026, Budaya ASEAN Tampil Beragam

kreen
kreen
Author
09 October 2026 5 menit baca
8 National Costume Asia Tenggara di Miss Grand International 2026, Budaya ASEAN Tampil Beragam

Ajang Miss Grand International (MGI) 2026 tidak hanya menjadi tempat bagi para finalis untuk menunjukkan penampilan dan kemampuan mereka. Melalui sesi national costume, setiap kontestan juga mendapat kesempatan untuk memperkenalkan identitas negaranya lewat busana yang sarat cerita.

National Costume Competition Miss Grand International 2026 berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, di MGI Hall, Bravo Bangkok, Thailand. Sebanyak 77 kontestan dari berbagai negara menampilkan kostum nasional dengan konsep yang beragam, termasuk delapan wakil dari kawasan Asia Tenggara.

Menariknya, inspirasi national costume Asia Tenggara tahun ini tidak terbatas pada pakaian adat atau tokoh legenda. Ada pula kostum yang mengangkat seni pertunjukan tradisional, aktivitas masyarakat, kerajinan, hingga ikon wisata yang lekat dengan identitas suatu negara.

Keragaman tersebut memperlihatkan bahwa budaya dapat diterjemahkan ke dalam busana panggung melalui banyak pendekatan. Berikut delapan national costume finalis Asia Tenggara di Miss Grand International 2026, berdasarkan konsep yang diangkat masing-masing wakil negara. citeturn150582search0

1. Louise Chanthalangsy, Laos, Mengangkat Wayang Bambu

Wakil Laos, Louise Chanthalangsy, memperkenalkan inspirasi dari wayang bambu tradisional. Konsep ini menempatkan seni pertunjukan sebagai bagian dari cerita budaya yang dibawa ke panggung internasional.

Penggunaan inspirasi tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan bentuk kesenian tradisional Laos melalui medium yang berbeda. Bukan hanya busana, national costume juga dapat menjadi sarana untuk mengangkat warisan budaya yang mungkin belum banyak dikenal penonton dari negara lain.

2. Vyan Trisni, Malaysia, Membawa Seni Teater Mek Mulung

Vyan Trisni tampil membawa inspirasi Mek Mulung, seni teater tradisional masyarakat Melayu Malaysia. Kesenian ini menjadi identitas utama yang ingin diperkenalkan melalui kostum nasionalnya.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa seni pertunjukan dapat menjadi sumber inspirasi busana pageant. Di balik tampilan visual di atas panggung, ada kekayaan ekspresi budaya yang tumbuh dan diwariskan dalam kehidupan masyarakat.

3. Patthama Jitsawat, Thailand, Mengangkat Tradisi Lari Kerbau

Sebagai wakil tuan rumah, Thailand menampilkan konsep The Royal Buffalo of Siam yang dibawakan Patthama Jitsawat. Kostum ini terinspirasi dari tradisi lari kerbau.

Alih-alih hanya menonjolkan pakaian tradisional, konsep tersebut mengambil inspirasi dari kegiatan yang memiliki kaitan dengan kehidupan masyarakat. Tradisi lokal pun dapat menjadi identitas visual yang kuat ketika diterjemahkan ke dalam kostum nasional untuk panggung internasional.

4. Christine Nan Seng, Myanmar, Membawa Warisan Budaya Rawang

Wakil Myanmar, Christine Nan Seng, memperkenalkan kekayaan budaya masyarakat Rawang melalui national costume yang dikenakannya.

Pengangkatan identitas kelompok masyarakat menjadi pengingat bahwa budaya suatu negara tidak selalu bersifat tunggal. Di dalamnya terdapat beragam komunitas dengan warisan, tradisi, dan karakter masing-masing yang turut membentuk identitas nasional.

5. Vinh Quy Bai To, Vietnam, Terinspirasi Kerajinan Kuda

Vietnam diwakili Vinh Quy Bai To dengan kostum bernama Vinh Quy Bai To, yang mengangkat cerita tentang pembuatan kerajinan kuda.

Konsep tersebut menjadikan keterampilan kerajinan sebagai sumber inspirasi dalam dunia pageant. Tradisi membuat benda bernilai budaya dapat memiliki daya tarik tersendiri ketika disampaikan melalui busana, sekaligus membuka ruang untuk mengenalkan sisi lain dari warisan Vietnam.

6. Angelica Lopez, Filipina, Mengangkat Cerita Ang Mangkukulam

Angelica Lopez membawa konsep Ang Mangkukulam untuk mewakili Filipina. Kostum tersebut terinspirasi dari cerita rakyat dan unsur mistik dalam kebudayaan setempat.

Berbeda dari konsep yang berfokus pada tradisi atau kerajinan, pendekatan Filipina menonjolkan sisi cerita dan imajinasi budaya. Folklor menjadi sumber inspirasi yang memungkinkan sebuah kostum menghadirkan karakter kuat sekaligus memperkenalkan kisah yang hidup dalam masyarakat.

7. Nicole Bacon, Singapura, Menampilkan Ikon Merlion

Nicole Bacon memperkenalkan Merlion, ikon yang sangat lekat dengan identitas Singapura. Sosok berkepala singa dan bertubuh ikan tersebut dikenal luas sebagai salah satu simbol negara sekaligus daya tarik wisata.

Pemilihan Merlion menawarkan pendekatan berbeda dibandingkan kostum yang mengangkat seni tradisional atau cerita rakyat. Ikon yang dikenal publik dapat menjadi representasi visual suatu negara dan membantu penonton menghubungkan kostum dengan identitas Singapura.

8. Dilza Salsabila, Indonesia, Membawa Dangdut Lewat Bintang Pentas

Dari Indonesia, Dilza Salsabila tampil dengan kostum nasional bertajuk Bintang Pentas. Karya desainer Bubu Ramadhan ini terinspirasi dari musik dangdut, salah satu genre musik yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Konsep tersebut menawarkan pendekatan berbeda dalam memperkenalkan budaya Indonesia. Jika kostum nasional sering dikaitkan dengan pakaian adat, motif tradisional, atau legenda daerah, Bintang Pentas justru membawa suasana panggung hiburan ke dalam penampilannya.

Dilza mengenakan mini dress berwarna ungu gelap dengan susunan speaker berukuran besar dan tata lampu warna-warni yang menyerupai konser. Boots tinggi melengkapi penampilan yang memadukan elemen busana dengan visual pertunjukan musik.

Dangdut dipilih bukan semata sebagai hiburan, melainkan sebagai bagian dari budaya populer Indonesia. Melalui konsep ini, identitas nasional diperkenalkan lewat musik yang akrab bagi masyarakat, sekaligus menunjukkan bahwa budaya terus berkembang mengikuti kehidupan sehari-hari.

Penampilan Dilza juga memiliki keterkaitan dengan latar belakangnya sebagai penyanyi. Di panggung MGI 2026, ia membawa representasi budaya yang dekat dengan dunia pertunjukan dan ekspresi diri. 

National Costume Asia Tenggara, Budaya Bisa Hadir dalam Banyak Bentuk

Delapan kostum nasional dari Asia Tenggara di Miss Grand International 2026 memperlihatkan bahwa representasi budaya tidak harus selalu mengambil bentuk yang sama. Wayang bambu, teater Mek Mulung, tradisi lari kerbau, warisan masyarakat Rawang, kerajinan kuda, cerita rakyat, ikon Merlion, hingga musik dangdut hadir dengan pendekatan yang berbeda.

Keragaman ini menjadi salah satu hal menarik dari sesi national costume. Setiap negara memiliki ruang untuk memilih cerita yang ingin disampaikan kepada audiens internasional, baik melalui tradisi yang diwariskan turun-temurun maupun budaya populer yang hidup di tengah masyarakat.

Bagi penggemar pageant, penilaian terhadap kostum nasional pun tidak hanya berhenti pada kemegahan atau detail busana. Latar belakang konsep, keterkaitan dengan identitas negara, dan cara cerita tersebut diterjemahkan ke atas panggung juga menjadi bagian menarik untuk diperhatikan.

Dari delapan national costume Asia Tenggara di Miss Grand International 2026, kostum negara mana yang paling menarik perhatianmu? Apakah kamu lebih menyukai konsep yang berangkat dari tradisi dan cerita rakyat, atau pendekatan modern seperti dangdut yang dibawakan Dilza Salsabila?


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan