Terkini
Kreen Media
Sport

Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani Raih Perak ASEAN Para Games 2025

kreen
kreen
Author
02 October 2026 4 menit baca
Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani Raih Perak ASEAN Para Games 2025

Perjuangan Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani di ASEAN Para Games 2025 berakhir dengan medali perak. Pasangan Indonesia tersebut menjadi runner-up nomor ganda putra SL3-SL4 setelah harus menghadapi rekan senegaranya di partai final.

Pertandingan tersebut menjadi salah satu all Indonesian final di cabang para badminton. Maman/Hikmat berhadapan dengan pasangan Dwiyoko/Fredy Setiawan di SPADT Convention Center, Nakhon Ratchasima, Thailand.

Hasil ini sekaligus memperlihatkan ketatnya persaingan di dalam skuad para badminton Indonesia. Bahkan di level pertandingan terbesar Asia Tenggara, perebutan medali emas bisa mempertemukan dua pasangan dari negara yang sama.

Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani Hadapi Final Sesama Indonesia

Partai final ganda putra SL3-SL4 mempertemukan dua pasangan Indonesia. Maman Nurjaman/Hikmat Ramdani harus berhadapan dengan Dwiyoko/Fredy Setiawan untuk memperebutkan medali emas.

Maman dan Hikmat akhirnya harus puas membawa pulang perak setelah kemenangan menjadi milik Dwiyoko/Fredy. ANTARA mencatat laga tersebut sebagai salah satu partai all Indonesian final dalam cabang para badminton ASEAN Para Games 2025.

Pertandingan sesama wakil Indonesia tentu menghadirkan tantangan tersendiri. Kedua pasangan berada dalam lingkungan kompetisi yang sama sehingga karakter permainan dan kemampuan masing-masing pemain relatif sudah dikenal.

Namun, situasi tersebut juga menjadi gambaran bahwa persaingan para badminton Indonesia tidak hanya terjadi ketika berhadapan dengan atlet dari negara lain.

Perak Maman dan Hikmat Datang dari Persaingan Internal yang Ketat

Medali perak yang diraih Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani tidak bisa dilepaskan dari kekuatan sektor ganda putra Indonesia.

Maman dan Hikmat bukan satu-satunya pasangan Merah Putih yang mampu bersaing di nomor SL3-SL4. Pada partai puncak, mereka justru harus menghadapi pasangan Indonesia lainnya yang juga berhasil melewati rangkaian pertandingan hingga final.

Fenomena tersebut memperlihatkan luasnya pilihan pemain Indonesia di sektor para badminton.

Di ajang ASEAN Para Games 2025, situasi serupa juga muncul pada beberapa nomor lain. NPC Indonesia mencatat adanya sejumlah pertandingan all Indonesian final pada cabang para badminton, termasuk ganda campuran dan nomor tunggal.

Artinya, perebutan podium di dalam skuad Indonesia sendiri berlangsung sangat kompetitif.

Hikmat Ramdani Tambah Catatan Medali di ASEAN Para Games

Bagi Hikmat Ramdani, medali perak dari ganda putra SL3-SL4 menambah catatan prestasinya di ASEAN Para Games.

Hikmat dikenal sebagai salah satu atlet penting dalam skuad para badminton Indonesia. Pada edisi ASEAN Para Games sebelumnya, ia juga telah meraih medali di nomor tunggal maupun ganda.

Di ASEAN Para Games 2025, Hikmat bahkan kembali tampil di beberapa nomor. Selain ganda putra bersama Maman Nurjaman, ia juga turun di nomor tunggal putra SL4 dan ganda campuran SL3-SU5 bersama Leani Ratri Oktila.

Pada nomor tunggal putra SL4, Hikmat berhasil meraih emas setelah mengalahkan Fredy Setiawan dalam final sesama Indonesia.

Dengan demikian, perjalanan Hikmat di Thailand tidak hanya berakhir dengan satu medali. Ia berhasil membawa pulang emas dari nomor tunggal sekaligus perak dari ganda putra bersama Maman.

Maman Nurjaman Kembali Tampil di Panggung ASEAN

Sementara bagi Maman Nurjaman, penampilan di Thailand kembali menunjukkan konsistensinya dalam kompetisi para badminton tingkat Asia Tenggara.

Maman memiliki pengalaman panjang di nomor SL3. Ia juga pernah menjadi bagian dari pertandingan final sesama Indonesia dalam kompetisi sebelumnya.

Pada FOX'S Indonesia Para Badminton International 2023, misalnya, Maman berpasangan dengan Hikmat Ramdani di nomor ganda putra SL3-SL4. Mereka mencapai partai final dan berhadapan dengan Dwiyoko/Fredy Setiawan. Saat itu, Dwiyoko/Fredy memenangkan pertandingan tiga gim dengan skor 20-22, 21-18, 21-18.

Pertemuan kembali di level ASEAN Para Games menunjukkan bahwa persaingan antarpasangan tersebut telah berlangsung dalam beberapa kompetisi.

Indonesia Panen Medali dari Para Badminton

Medali perak Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani menjadi bagian dari raihan besar Indonesia di cabang para badminton ASEAN Para Games 2025.

Pada hari terakhir pertandingan, Indonesia mengamankan enam medali emas dari sembilan nomor yang dipertandingkan. Selain emas, Indonesia juga mendapatkan medali perak dari beberapa nomor, termasuk ganda putra SL3-SL4.

Secara keseluruhan, para badminton Indonesia berhasil mengoleksi 12 emas, 9 perak, dan 7 perunggu sepanjang ASEAN Para Games 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu kontribusi penting bagi perolehan medali kontingen Indonesia di Thailand.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia di cabang para badminton tersebar di berbagai nomor dan klasifikasi.

All Indonesian Final Jadi Cerita Lain dari Perjalanan Maman dan Hikmat

Medali perak Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani memang bukan emas yang mereka incar di partai puncak. Namun, perjalanan keduanya hingga final tetap menjadi bagian penting dari kiprah Indonesia di ASEAN Para Games 2025.

Yang membuat pencapaian tersebut semakin menarik adalah lawan yang mereka hadapi di partai penentuan juga berasal dari Indonesia.

Situasi itu membuat podium ganda putra SL3-SL4 sepenuhnya menjadi milik Merah Putih. Di satu sisi, Maman/Hikmat harus menerima hasil sebagai runner-up. Di sisi lain, final tersebut menunjukkan bahwa para pemain Indonesia mampu memenuhi dua posisi teratas dalam satu nomor.

Bagi Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani, perak di Thailand pun menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai pasangan di sektor ganda putra. Sementara bagi Indonesia, all Indonesian final menjadi gambaran lain tentang ketatnya persaingan sekaligus kedalaman kekuatan para badminton nasional.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan