Muhammad Al Imran, dari Debut Langsung Juara hingga Final Dunia
Nama Muhammad Al Imran menjadi salah satu sorotan dalam perjalanan para badminton Indonesia. Atlet asal Bogor tersebut menunjukkan perkembangan pesat sejak pertama kali tampil di kompetisi internasional hingga akhirnya mampu menembus partai final BWF Para Badminton World Championships 2026.
Perjalanan itu dimulai dengan cara yang cukup mencolok. Dalam debut internasionalnya di 6th Fazza Dubai Para Badminton International 2025, Imran langsung meraih medali emas nomor tunggal putra SL3.
Kurang dari setahun kemudian, ia sudah berdiri di panggung Kejuaraan Dunia dan membawa pulang medali perak setelah berhadapan dengan salah satu nama besar di kelas SL3, Pramod Bhagat dari India.
Rangkaian hasil tersebut membuat perjalanan Muhammad Al Imran menarik untuk diikuti, terutama karena karier internasionalnya masih relatif baru.
Debut Internasional Muhammad Al Imran Langsung Berbuah Emas
Sebelum dikenal di panggung internasional, Muhammad Al Imran lebih dulu menunjukkan kemampuannya di level nasional.
Ia mulai menekuni para badminton sekitar 2020. Prestasinya kemudian berkembang setelah meraih emas saat mewakili Bogor pada Pekan Paralimpiade Daerah atau Peparda 2022 di Bekasi.
Dua tahun berselang, Imran tampil di Peparnas XVII Solo 2024 dan mencatatkan tiga medali emas. Ketiganya diraih pada nomor SL3 tunggal nasional, SL3 tunggal elite, dan beregu putra.
Hasil tersebut menjadi salah satu pijakan sebelum Imran masuk ke persaingan internasional.
Pada Mei 2025, ia menjalani debut internasional di 6th Fazza Dubai Para Badminton International 2025. Bermain di tunggal putra SL3, Imran berhasil melewati pertandingan demi pertandingan hingga mencapai final.
Di partai puncak, ia menghadapi wakil India Umesh Vikram Kumar. Pertandingan berlangsung tiga gim sebelum Imran menang 21-18, 19-21, 21-9.
Medali emas tersebut menjadi gelar internasional pertama dalam kariernya. Bahkan, Imran mengaku sempat merasakan kegugupan karena baru pertama kali tampil di kompetisi internasional.
Dari Juara Dubai, Imran Mulai Berhadapan dengan Para Juara
Setelah mencatat kemenangan pada debutnya, tantangan Muhammad Al Imran semakin besar.
Salah satunya terlihat ketika ia mengikuti Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 di Solo. Imran harus bersaing di Grup D yang dihuni dua peraih emas Paralimpiade, yakni Pramod Bhagat dan Nitesh Kumar.
Pertemuan dengan Pramod menjadi salah satu pertandingan yang menarik perhatian karena keduanya sudah bertemu sebelumnya.
Pada final China Para Badminton International 2025, Pramod mengalahkan Imran melalui pertandingan tiga gim. Sebulan kemudian, keduanya kembali bertemu di Solo. Kali ini, Imran berhasil menang dua gim langsung 21-17, 21-14.
Kemenangan tersebut tidak hanya mengantarkan Imran melewati salah satu pertandingan penting di fase grup. Ia juga menunjukkan bahwa dirinya mulai mampu bersaing dengan pemain yang memiliki pengalaman panjang di level internasional.
Di turnamen yang sama, Imran kemudian meraih medali perunggu pada nomor tunggal putra SL3. Ia juga tampil di ganda putra SL3-SL4 bersama Hikmat Ramdani dan berhasil mencapai semifinal.
ASEAN Para Games 2026 Jadi Debut Multievent
Perjalanan berikutnya membawa Muhammad Al Imran ke ajang multievent.
Ia menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2026 di Thailand. Ajang tersebut menjadi debut multievent bagi Imran.
Pada nomor tunggal putra SL3, Imran berhasil mencapai final. Ia kemudian meraih medali perak setelah kalah dari wakil tuan rumah, Mongkhon Bunsun, dalam dua gim dengan skor 12-21, 19-21.
Pertandingan final berlangsung di SPADT Convention Center, Nakhon Ratchasima. Laporan Jurnal Bogor menyebut Imran sempat terlihat mengalami masalah pada bagian kaki dalam pertandingan tersebut.
Medali perak tersebut menambah catatan penting dalam perjalanan Muhammad Al Imran para badminton. Setelah sebelumnya meraih emas pada debut internasional, ia kini memiliki pengalaman tampil di ajang multievent regional.
Muhammad Al Imran Tembus Final Kejuaraan Dunia 2026
Beberapa pekan setelah ASEAN Para Games, tantangan yang dihadapi Imran meningkat ke level Kejuaraan Dunia.
Dalam BWF Para Badminton World Championships 2026 di Manama, Bahrain, Imran tampil di nomor tunggal putra SL3.
Perjalanannya berakhir di partai final ketika ia berhadapan kembali dengan Pramod Bhagat. Kali ini, Bhagat memenangkan pertandingan dengan skor 21-12, 21-18. Hasil tersebut membuat Muhammad Al Imran meraih medali perak Kejuaraan Dunia 2026.
Pertemuan tersebut juga mempertemukan dua pemain yang sebelumnya sudah saling berhadapan di beberapa turnamen.
Bagi Imran, final Kejuaraan Dunia menjadi salah satu pencapaian penting dalam fase awal karier internasionalnya. Ia mampu menembus pertandingan perebutan gelar setelah sebelumnya meraih emas pada debut internasional dan perak di ASEAN Para Games.
Persaingan dengan Pramod Bhagat Jadi Bagian Perjalanan
Nama Pramod Bhagat muncul beberapa kali dalam perjalanan internasional Muhammad Al Imran.
Di China Para Badminton International 2025, Imran kalah dari Bhagat di final. Pertemuan berikutnya di Solo justru berakhir dengan kemenangan Imran.
Beberapa bulan kemudian, keduanya kembali bertemu di final Kejuaraan Dunia 2026. Kali ini, Bhagat kembali meraih kemenangan sekaligus merebut gelar juara dunia SL3 keenam dalam kariernya.
Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan salah satu sisi perjalanan Imran di level internasional: ia berulang kali berhadapan dengan atlet berpengalaman sambil membangun rekam jejaknya sendiri.
Dari Peparnas hingga Panggung Dunia
Jika melihat perjalanan Muhammad Al Imran dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan level kompetisinya berlangsung cukup cepat.
Ia meraih tiga emas di Peparnas XVII Solo 2024. Kemudian, pada 2025, ia langsung meraih emas dalam debut internasional di Dubai.
Pada tahun yang sama, ia kembali meraih podium di Polytron Indonesia Para Badminton International 2025 dan mencatat kemenangan atas Pramod Bhagat di fase grup.
Memasuki 2026, Imran meraih perak di ASEAN Para Games dan kemudian menembus final BWF Para Badminton World Championships.
Rangkaian tersebut menempatkan Muhammad Al Imran sebagai salah satu atlet muda Indonesia yang terus mendapatkan pengalaman di berbagai level kompetisi para badminton.
Pelatih para badminton Indonesia Ukun Rukaendi sebelumnya juga menyebut kemampuan Imran sudah terlihat sejak penampilannya di Peparnas 2024. Setelah emas di Dubai, tim pelatih menyatakan akan terus meningkatkan daya tahan Imran untuk menghadapi persaingan SL3 di level yang lebih tinggi.
Muhammad Al Imran dan Langkah Berikutnya
Medali perak di Kejuaraan Dunia 2026 menambah satu lagi pencapaian penting dalam perjalanan Muhammad Al Imran.
Dari debut internasional dengan emas, pengalaman menghadapi juara Paralimpiade, medali perak di ASEAN Para Games, hingga final Kejuaraan Dunia, Imran telah menjalani rangkaian kompetisi dengan level yang terus meningkat.
Kini, catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang atlet Indonesia di nomor tunggal putra SL3.
Bagi Muhammad Al Imran, setiap pertandingan juga menjadi pengalaman untuk terus menghadapi lawan-lawan dengan latar belakang dan rekam jejak berbeda. Dari Solo hingga Dubai, Thailand, dan Bahrain, perjalanan itu menjadi bagian dari prosesnya membangun nama di panggung para badminton internasional.
Baca Juga
Supriadi dan Agung Widodo, dari Perak ASEAN hingga Emas di Ceko
Maman Nurjaman dan Hikmat Ramdani Raih Perak ASEAN Para Games 2025
Indonesia Dominasi FOX'S Para Badminton, 12 Gelar Jadi Bukti Kedalaman Skuad