Terkini
Kreen Media
Sport

Tiwa, dari Perunggu Dunia hingga Emas ASEAN Para Games

kreen
kreen
Author
01 October 2026 5 menit baca
Tiwa, dari Perunggu Dunia hingga Emas ASEAN Para Games

Nama Tiwa menjadi salah satu yang mencuri perhatian dalam perjalanan para atletik Indonesia. Atlet asal Riau tersebut telah merasakan persaingan di level internasional dan menunjukkan konsistensi di nomor lari jarak menengah.

Salah satu catatan penting dalam kariernya terjadi ketika Tiwa meraih medali perunggu nomor 800 meter putri di Virtus World Athletics Championships 2025 yang berlangsung di Brisbane, Australia. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet para atletik Indonesia mampu bersaing di ajang dunia.

Perjalanan Tiwa kemudian berlanjut ke panggung Asia Tenggara. Pada ASEAN Para Games yang berlangsung di Thailand pada Januari 2026, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan meraih medali emas nomor 1.500 meter putri.

Tiwa Raih Perunggu di Kejuaraan Dunia Virtus 2025

Pada Oktober 2025, Tiwa atlet para atletik Indonesia tampil dalam Virtus World Athletics Championships 2025 di Australia. Kejuaraan tersebut berlangsung di Brisbane dan diikuti atlet dari berbagai negara. VIRTUS mencatat peserta dari 31 negara ambil bagian dalam ajang tersebut.

Tiwa turun pada nomor 800 meter putri dan berhasil mengamankan medali perunggu.

Dalam perlombaan tersebut, posisi pertama ditempati atlet Polandia, sedangkan atlet Prancis berada di posisi kedua. Tiwa pun melengkapi podium dengan medali perunggu untuk Indonesia.

Bagi Tiwa, hasil tersebut bukan sekadar tambahan medali. Ia mengaku bangga dapat membawa nama Indonesia dalam kompetisi internasional dan mendengar Lagu Indonesia Raya berkumandang di Australia.

Hasil itu sekaligus memperlihatkan perjalanan Tiwa yang tidak hanya berkompetisi di level regional, tetapi juga mampu tampil di kejuaraan dunia.

Perjalanan Tiwa Berlanjut ke ASEAN Para Games

Beberapa bulan setelah meraih perunggu di Virtus World Athletics Championships 2025, Tiwa kembali turun dalam kompetisi internasional.

Kali ini, ia menjadi bagian dari kontingen Indonesia pada 13th ASEAN Para Games Thailand 2026, yang berlangsung pada 20–26 Januari 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand. NPC Indonesia mencatat Tiwa sebagai salah satu peraih medali dari cabang para atletik pada ajang tersebut.

Menariknya, penampilan Tiwa di ASEAN Para Games berakhir dengan hasil yang lebih tinggi. Ia berhasil merebut medali emas nomor 1.500 meter putri dengan catatan waktu 5 menit 19,35 detik.

Dalam perlombaan tersebut, Tiwa mengungguli dua pelari Thailand, Orawan Kaising dan Prawatto Phaewa. Kaising finis dengan waktu 5 menit 26,20 detik, sedangkan Phaewa mencatat 5 menit 36,58 detik.

Kemenangan tersebut terasa semakin emosional bagi Tiwa. Seusai perlombaan, ia menangis ketika berbicara mengenai keberhasilannya meraih emas.

Tiwa mengatakan ada orang-orang yang sebelumnya meremehkan kemampuannya. Medali emas tersebut kemudian menjadi pembuktian sekaligus pencapaian penting karena ASEAN Para Games merupakan debutnya di ajang tersebut.

Bukan Sekadar Debut, Langsung Bawa Pulang Emas

Kisah Tiwa ASEAN Para Games 2026 menjadi menarik karena ia tidak membutuhkan waktu lama untuk mencatatkan prestasi.

Pada penampilan perdananya di pesta olahraga para-atlet Asia Tenggara tersebut, Tiwa langsung berdiri di podium tertinggi nomor 1.500 meter.

Catatan waktunya, 5:19,35, juga membuatnya unggul cukup jauh dari dua pesaing terdekatnya. Hasil tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan Tiwa sebagai atlet para atletik Indonesia.

Ia mengungkapkan bahwa hasil tersebut merupakan buah dari latihan yang dijalani selama berada di pelatnas maupun latihan pribadi.

Tiwa juga mengaku kondisi fisiknya tidak sepenuhnya ideal karena mengalami sakit pada bagian pinggang dan punggung. Namun, kondisi tersebut tidak menghalanginya menyelesaikan perlombaan dan membawa pulang emas untuk Indonesia.

Tiwa dan Konsistensi di Nomor Lari Jarak Menengah

Jika melihat catatan prestasinya, Tiwa atlet para atletik Riau memiliki pengalaman panjang dalam nomor lari jarak menengah.

Namanya juga sudah tercatat dalam sejumlah kompetisi sebelumnya. Dokumen Kementerian Pemuda dan Olahraga, misalnya, mencatat Tiwa sebagai peraih medali pada nomor 800 meter T20, 1.500 meter T20, dan 400 meter T20 pada ajang sebelumnya.

Di ASEAN Para Games Thailand 2026, Tiwa kembali menambah koleksi medalinya. NPC Indonesia mencatat ia memperoleh satu emas, satu perak, dan satu perunggu dari cabang para atletik.

Catatan tersebut memperlihatkan bahwa 800 meter dan 1.500 meter menjadi bagian penting dari perjalanan Tiwa di lintasan.

Dari perunggu dunia di Australia hingga emas di Thailand, Tiwa terus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dari berbagai negara.

Dari Riau untuk Indonesia

Keberhasilan Tiwa juga menjadi bagian dari prestasi atlet difabel asal Riau di panggung internasional.

NPC Riau menyebut Tiwa sebagai salah satu dari tiga paralimpian asal Riau yang berhasil meraih medali pada kompetisi internasional pada 2025. Selain Tiwa di para atletik, ada pula atlet dari cabang para tenis meja dan para renang yang mencatat prestasi pada tahun tersebut.

Bagi Riau, kiprah Tiwa menjadi salah satu contoh atlet daerah yang mampu berkembang hingga level internasional.

Sementara bagi Indonesia, setiap podium yang diraih Tiwa menambah catatan perjalanan para atletik nasional dalam berbagai kompetisi dunia dan regional.

Perjalanan Tiwa Masih Terus Berjalan

Perjalanan Tiwa menunjukkan bahwa sebuah medali tidak berdiri sendiri. Perunggu 800 meter di Virtus World Athletics Championships 2025 menjadi salah satu bagian dari proses sebelum dirinya kembali tampil di ASEAN Para Games.

Di Thailand, Tiwa kemudian mencatat hasil berbeda dengan berdiri di podium tertinggi nomor 1.500 meter.

Dua pencapaian tersebut memperlihatkan perjalanan seorang atlet yang terus mendapatkan pengalaman dari satu kompetisi ke kompetisi lainnya. Dari Brisbane hingga Nakhon Ratchasima, nama Tiwa kembali menjadi bagian dari cerita prestasi para atletik Indonesia di level internasional.

Bagi atlet asal Riau tersebut, perjalanan di lintasan bukan hanya tentang catatan waktu dan warna medali. Setiap perlombaan menjadi kesempatan untuk membuktikan kemampuan sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di arena olahraga para atletik dunia.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan