Terkini
Kreen Media
Sport

Abdil Majid Rahman, Debutan 17 Tahun yang Langsung Raih Emas Asian Para Games 2026

kreen
kreen
Author
29 October 2026 5 menit baca
Abdil Majid Rahman, Debutan 17 Tahun yang Langsung Raih Emas Asian Para Games 2026


Usia muda tidak menghalangi Abdil Majid Rahman untuk bersaing di panggung olahraga terbesar Asia bagi atlet disabilitas. Perenang asal Kabupaten Kampar, Riau, tersebut langsung meraih medali emas dalam debutnya di Asian Para Games 2026. Namun, bagi Abdil, pencapaian itu bukan garis akhir. Ia kini membidik kesempatan untuk tampil di Paralimpiade Los Angeles 2028.

Abdil memastikan kemenangan pada nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 di Nagoya City General Gymnasium, Jepang, Kamis, 22 Oktober 2026. Atlet berusia 17 tahun itu mencatatkan waktu 1 menit 20,26 detik dan finis di posisi pertama.

Hasil tersebut mengantarkannya mengungguli Zhang Yilong dari China yang mencatatkan waktu 1 menit 21,98 detik, serta Shahafiq bin Abdullah dari Malaysia dengan waktu 1 menit 36,41 detik.

Keberhasilan ini terasa istimewa karena Abdil baru pertama kali tampil di Asian Para Games. Di tengah persaingan dengan atlet-atlet yang lebih berpengalaman, ia mampu mengendalikan kegugupan dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Mengatasi Gugup di Debut Asian Para Games

Mengikuti kompetisi multievent tingkat Asia untuk pertama kali tentu menjadi tantangan tersendiri bagi Abdil. Ia mengaku sempat merasa gugup menjelang pertandingan, tetapi berusaha mengendalikan perasaan tersebut agar tidak mengganggu konsentrasinya.

Persaingan di final juga berlangsung ketat. Selisih waktu Abdil dengan peraih medali perak dari China hanya sekitar 1,72 detik. Artinya, ia harus menjaga kecepatan dan konsistensi hingga menyentuh garis finis untuk memastikan kemenangan.

Abdil mengaku bersyukur bisa meraih emas pada usia 17 tahun. Ia juga mempersembahkan medali tersebut kepada orang tua, keluarga, serta orang-orang yang telah mendukung perjalanan kariernya.

Di balik keberhasilan tersebut, ada proses latihan yang tidak sebentar. Abdil menjalani pembinaan di Sentra Khusus Olahragawan Disabilitas Indonesia (SKODI) sejak terpilih pada 2023. Sejak saat itu, ia terus mengembangkan kemampuan renangnya melalui latihan dan berbagai kompetisi.

Pengalaman bertanding di level internasional sebelumnya menjadi bekal penting ketika ia menghadapi Asian Para Games 2026. Meski berstatus debutan, Abdil bukan atlet yang benar-benar baru mengenal persaingan antarnegara.

Rekam Jejak Prestasi Abdil Terus Berkembang

Sebelum meraih emas Asian Para Games 2026, Abdil sudah menunjukkan potensi melalui sejumlah kejuaraan internasional. Salah satu pencapaian pentingnya terjadi pada Asian Youth Para Games 2025 di Uni Emirat Arab.

Dalam ajang tersebut, ia berhasil mengoleksi empat medali emas dan dua perak. Hasil itu menjadi salah satu penanda perkembangan kemampuan Abdil sebagai atlet para renang muda Indonesia.

Ia kemudian kembali menunjukkan performa positif pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand dengan meraih dua medali emas dan empat perak.

Rangkaian prestasi tersebut memperlihatkan perkembangan Abdil dari kompetisi kelompok usia muda menuju persaingan yang lebih tinggi. Emas di Asian Para Games 2026 menjadi langkah lanjutan dalam perjalanan tersebut sekaligus menambah pengalaman menghadapi atlet-atlet terbaik Asia.

Koordinator pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, menilai perkembangan Abdil sangat pesat. Menurutnya, kemauan untuk terus belajar dan mengasah kemampuan menjadi salah satu faktor yang mendukung peningkatan performa sang atlet.

Menariknya, pelatih tidak secara khusus membebankan target emas kepada Abdil sebelum pertandingan. Nomor SB7 yang diikutinya kerap digabung dengan klasifikasi SB8 dalam sejumlah kompetisi karena jumlah pesertanya terbatas. Di Asian Para Games 2026, nomor tersebut dapat dipertandingkan secara terpisah karena jumlah peserta mencukupi.

Kesempatan itu berhasil dimanfaatkan Abdil dengan baik. Ia membuktikan bahwa persiapan yang dijalani mampu menghasilkan prestasi ketika kesempatan bertanding datang.

Paralimpiade Los Angeles 2028 Jadi Target Berikutnya

Setelah meraih emas di Asian Para Games 2026, Abdil tidak ingin cepat berpuas diri. Ia menyadari masih perlu meningkatkan kemampuan, terutama catatan waktu, agar dapat bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Target berikutnya adalah mendapatkan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Waktu sekitar dua tahun menjadi kesempatan bagi Abdil untuk mempersiapkan diri, mengikuti kejuaraan yang relevan, serta memenuhi persyaratan kualifikasi.

Bagi atlet muda, pengalaman di Asian Para Games menjadi bekal berharga untuk mengenali kekuatan lawan dan memahami atmosfer pertandingan internasional. Abdil pun dapat menjadikan hasil di Nagoya sebagai tolok ukur untuk mengevaluasi perkembangan dirinya.

Meski demikian, jalan menuju Paralimpiade tidak hanya bergantung pada satu medali emas. Ia perlu menjaga konsistensi latihan, memperbaiki catatan waktu, dan bersaing dalam kejuaraan yang menjadi bagian dari jalur kualifikasi.

Karena itu, kemenangan di Asian Para Games 2026 sebaiknya menjadi motivasi untuk terus berkembang, bukan alasan untuk mengurangi intensitas latihan. Potensi yang ditunjukkan Abdil perlu didukung dengan pembinaan jangka panjang agar ia dapat mempertahankan performa saat menghadapi lawan yang semakin kuat.

Debut Emas Jadi Modal untuk Regenerasi Para Renang Indonesia

Keberhasilan Abdil juga menjadi kabar positif bagi regenerasi atlet para renang Indonesia. Kehadiran atlet muda yang mampu meraih emas pada debut Asian Para Games menunjukkan bahwa pembinaan dapat menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat internasional.

Pengalaman para atlet senior juga tetap dibutuhkan untuk mendukung perkembangan generasi berikutnya. Perpaduan antara atlet muda yang sedang tumbuh dan atlet berpengalaman dapat membantu menjaga konsistensi prestasi Indonesia.

Di Asian Para Games 2026, tim para renang Indonesia melampaui target awal satu medali emas. Abdil menjadi salah satu penyumbang emas, bersama Maulana Rifky Yavianda yang menjuarai nomor 100 meter gaya bebas S12 dan 100 meter gaya punggung S12.

Capaian tersebut memperlihatkan potensi yang dimiliki Indonesia di cabang para renang. Tantangan selanjutnya adalah memastikan prestasi di Nagoya berlanjut melalui program latihan, evaluasi kompetisi, dan kesempatan bertanding secara berkelanjutan.

Bagi Abdil Majid Rahman, medali emas pada usia 17 tahun menjadi pencapaian penting sekaligus awal dari tantangan baru. Dengan semangat belajar dan target menuju Paralimpiade Los Angeles 2028, ia masih memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan dan memperkuat posisinya di panggung internasional.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan