Terkini
Kreen Media
Pageant News

Vicky dan Gisela Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia 202

kreen
kreen
Author
05 November 2026 6 menit baca
Vicky dan Gisela Bawa Budaya Indonesia ke Panggung Dunia 202


Sumber foto: (IDN Times/M. Tarmizi Murdianto) 


Dua wakil Puteri Indonesia 2026 bersiap memperkenalkan kekayaan Nusantara di panggung kecantikan internasional. Victoria Veronica Titisari Kosasieputri atau Vicky akan berkompetisi di Miss International 2026 di Jepang, sementara Gisela Thesa membawa nama Indonesia ke Miss Charm 2026 di Vietnam.

Keduanya tidak hanya mempersiapkan penampilan untuk bersaing memperebutkan gelar. Vicky dan Gisela juga membawa cerita tentang identitas budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta potensi perempuan Indonesia yang ingin diperkenalkan kepada masyarakat global.

Melalui konferensi pers Puteri Indonesia Goes to International 2026 di Ice Palace, Lotte Mall Jakarta, pada 2 November 2026, Yayasan Puteri Indonesia memperkenalkan kesiapan kedua delegasi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kostum nasional yang akan mereka kenakan, masing-masing mengangkat inspirasi dari Sriwijaya dan budaya Sumatera.

Perjalanan Vicky dan Gisela memperlihatkan bagaimana ajang kecantikan dapat menjadi ruang diplomasi budaya. Melalui penampilan, gagasan, dan pengalaman personal, keduanya berkesempatan memperkenalkan Indonesia dengan cara yang lebih luas daripada sekadar membawa selempang negara.

1. Vicky Angkat Kejayaan Sriwijaya Lewat Kostum Nasional

Sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Vicky akan mewakili Indonesia di Miss International 2026 yang berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 11–25 November 2026.

Salah satu penampilan yang dinantikan adalah kostum nasional bertajuk PADMA SRIWIJAYA – The Sacred Lotus of Sriwijaya. Karya desainer Inggi Kendran ini terinspirasi dari bunga teratai dan kejayaan Kerajaan Sriwijaya, salah satu kerajaan maritim besar dalam sejarah Nusantara.

Bunga teratai dipilih sebagai simbol kemurnian, kelahiran kembali, serta kemampuan untuk tetap tumbuh di tengah tantangan. Sementara itu, Sriwijaya merepresentasikan warisan peradaban Nusantara yang memiliki peran penting dalam sejarah kawasan Asia Tenggara.

Melalui kostum tersebut, Vicky membawa pesan bahwa budaya bukan hanya peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas bangsa yang terus relevan hingga sekarang.

Persiapannya juga mencakup busana untuk tahapan kompetisi lainnya. Vicky akan mengenakan rancangan Le Couture untuk sesi preliminary, sedangkan gaun malam grand final dipercayakan kepada Jessie Gunawan.

Di luar aspek penampilan, Vicky membawa advokasi lingkungan bernama KELANA, singkatan dari Kenali Lingkungan Bareng Anak Muda. Gerakan ini mengajak generasi muda membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah-langkah yang dapat dimulai dari sekitar mereka.

Latar belakangnya di bidang seni kontemporer turut menjadi bekal untuk menyampaikan gagasan secara kreatif. Vicky merupakan lulusan Central Saint Martins, University of the Arts London, dengan predikat First Class Honours di bidang Fine Art, serta meraih gelar magister Contemporary Art Practice dari Royal College of Art, Inggris.

2. Gisela Perkenalkan Filosofi Budaya Sumatera di Miss Charm 2026

Berbeda dari Vicky, Gisela Thesa akan bertanding di Miss Charm 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Ho Chi Minh City, Vietnam, pada 15 November hingga 5 Desember 2026.

Sebagai Puteri Indonesia Pendidikan 2026, Gisela akan memperkenalkan budaya Sumatera melalui kostum nasional bertajuk The Golden Daughter of Sumatera: Puteri Pucuk Rebung. Busana tersebut merupakan karya Topan Sapta bersama Bubah Alfian.

Rancangannya mengangkat motif pucuk rebung yang memiliki makna pertumbuhan, harapan, dan ketangguhan. Motif ini menjadi simbol bahwa perempuan dapat terus berkembang tanpa kehilangan akar budaya yang membentuk identitasnya.

Penggunaan songket dengan sentuhan warna emas turut menonjolkan warisan tekstil tradisional. Detail tersebut merepresentasikan keanggunan, ketekunan, serta nilai budaya yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Kostum nasional ini bukan sekadar elemen visual dalam kompetisi. Di balik setiap detailnya terdapat cerita tentang perempuan, tradisi, dan kekayaan budaya daerah yang ingin diperkenalkan kepada audiens internasional.

Gisela juga memiliki bekal akademis yang kuat. Ia merupakan lulusan Universitas Indonesia dengan predikat cum laude dan IPK 3,86, serta lulusan terbaik kedua Fakultas Ilmu Administrasi UI pada 2024.

Pengalaman di bidang komunikasi, kewirausahaan kreatif, dan pemberdayaan pemuda menjadi modal tambahan untuk menjalani kompetisi. Ia juga pernah mengikuti forum internasional di sejumlah kota, termasuk Barcelona, Praha, Bangkok, dan Moskow.

Bagi Gisela, perjalanan ke ajang internasional bukan hanya tentang mengejar gelar. Ia ingin menikmati proses, mempelajari kebudayaan baru, dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.

3. Persiapan Tak Hanya Berfokus pada Penampilan

Menghadapi kompetisi internasional membutuhkan persiapan yang mencakup banyak aspek. Penampilan di atas panggung memang penting, tetapi kemampuan komunikasi, pengetahuan budaya, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi pertanyaan juga menjadi bagian dari perjalanan seorang delegasi.

Yayasan Puteri Indonesia membekali Vicky dan Gisela dengan berbagai pembelajaran, termasuk public speaking, catwalk, serta latihan menjawab pertanyaan. Pemahaman tentang budaya juga menjadi perhatian agar keduanya dapat menjalankan peran sebagai wakil Indonesia dengan baik.

Vicky bahkan mempelajari bahasa Jepang untuk mendukung komunikasinya selama berada di negara tuan rumah Miss International. Langkah ini menunjukkan pentingnya memahami lingkungan dan budaya negara yang dikunjungi.

Sementara itu, Gisela menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara tanggung jawab sebagai Puteri Indonesia dan persiapan menuju Miss Charm. Proses tersebut mengajarkannya tentang kemandirian, pengelolaan waktu, serta kemampuan mengenali batas diri ketika menjalani berbagai tuntutan sekaligus.

Pengalaman dan latar belakang keduanya memang berbeda. Namun, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mempersiapkan diri agar mampu bersaing sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai representasi Indonesia.

4. Panggung Pageant Jadi Ruang Promosi Budaya dan Produk Lokal

Keikutsertaan Vicky di Miss International dan Gisela di Miss Charm juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi Indonesia di luar negeri.

Selain kostum nasional, kekayaan budaya, pariwisata, kreativitas, dan produk lokal dapat menjadi bagian dari cerita yang dibawa para delegasi. Hal ini membuat kehadiran mereka di panggung internasional memiliki dimensi yang lebih luas daripada kompetisi kecantikan semata.

Yayasan Puteri Indonesia bersama PT Mustika Ratu Tbk turut mendukung perjalanan para delegasi. Dukungan tersebut sejalan dengan upaya memperkenalkan potensi perempuan Indonesia sekaligus memperluas pengenalan produk dalam negeri di pasar global.

Bagi industri kreatif, panggung internasional dapat menjadi sarana untuk memperlihatkan bahwa karya Indonesia memiliki cerita, identitas, dan nilai yang layak dikenal lebih luas.

Kostum nasional Vicky dan Gisela menjadi contoh bagaimana elemen budaya dapat disampaikan melalui pendekatan modern tanpa meninggalkan inspirasi utamanya. Sriwijaya dan motif pucuk rebung dari Sumatera hadir dengan karakter berbeda, tetapi sama-sama membawa pesan tentang warisan Nusantara.

5. Harapan untuk Vicky dan Gisela di Kompetisi Internasional

Vicky dan Gisela kini bersiap menghadapi tantangan masing-masing. Vicky akan menjalani kompetisi Miss International 2026 di Jepang, sedangkan Gisela bersiap menuju Miss Charm 2026 di Vietnam.

Keduanya membawa pengalaman, pendidikan, dan fokus advokasi yang berbeda. Vicky mengangkat isu lingkungan dengan dukungan latar belakang seni, sedangkan Gisela membawa pengalaman akademis dan pemberdayaan pemuda bersama cerita budaya Sumatera.

Hasil kompetisi tentu belum dapat dipastikan. Namun, kesempatan ini menjadi ruang bagi keduanya untuk memperlihatkan kemampuan sekaligus memperkenalkan Indonesia melalui pendekatan yang mereka miliki.

Pada akhirnya, perjalanan Vicky dan Gisela menunjukkan bahwa membawa nama Indonesia ke panggung dunia tidak hanya berkaitan dengan peluang meraih mahkota. Ada tanggung jawab untuk menyampaikan cerita tentang budaya, gagasan, dan potensi bangsa kepada masyarakat internasional.

Melalui Sriwijaya, pucuk rebung, dan advokasi yang mereka bawa, Vicky dan Gisela diharapkan dapat memperluas pengenalan terhadap Indonesia sekaligus menginspirasi perempuan muda untuk mengembangkan potensi diri tanpa melupakan identitas budayanya.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan