Terkini
Kreen Media
Sport

Boccia Indonesia Sabet 4 Emas, Bidik Paralimpiade Los Angeles 2028

kreen
kreen
Author
27 October 2026 3 menit baca
Boccia Indonesia Sabet 4 Emas, Bidik Paralimpiade Los Angeles 2028

Tim boccia Indonesia menutup penampilannya di Asian Para Games 2026 dengan pencapaian melampaui target. Empat medali emas yang berhasil dikumpulkan di Nagoya, Jepang, menjadi modal penting bagi para atlet untuk menatap persaingan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Emas keempat dipastikan melalui nomor beregu campuran atau mixed team BC1/BC2 pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Tim yang diperkuat Felix Ardi Yudha, Gischa Zayana, dan Muhammad Afrizal Syafa berhasil mengalahkan Thailand dengan skor 11-3 di Nagoya General Gymnasium, Rainbow Hall.

Kemenangan tersebut melengkapi tiga emas yang lebih dahulu diraih Indonesia dari nomor individu. Gischa Zayana menjadi juara nomor individu BC2 putri, Felix Ardi Yudha meraih emas nomor individu putra, sedangkan Handayani berjaya di nomor individu BC1 putri.

Hasil ini membuat boccia menjadi cabang olahraga penyumbang emas terbanyak bagi Indonesia di Asian Para Games 2026. Capaian tersebut sekaligus melampaui target awal tim, yakni satu medali emas.

Empat Emas Jadi Modal Menuju Paralimpiade 2028

Koordinator pelatih boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menyambut positif hasil yang diraih para atlet. Menurutnya, tambahan emas dari nomor individu melengkapi kekuatan Indonesia di nomor beregu, yang selama ini menjadi salah satu andalan tim.

Ia juga menilai peluang Indonesia untuk mengirimkan atlet ke Paralimpiade Los Angeles 2028 terbuka. Meski demikian, para atlet masih perlu melewati tahapan kualifikasi yang ditentukan, termasuk kejuaraan regional dan jalur pemeringkatan dunia.

Rangkaian kejuaraan pada 2027 akan menjadi bagian penting dari persiapan tersebut. Karena itu, hasil di Asian Para Games 2026 bukanlah garis akhir, melainkan bekal untuk menghadapi persaingan yang lebih ketat di level internasional.

Persiapan yang matang turut menjadi faktor pendukung penampilan tim. Islahuzzaman menyebut fasilitas enam lapangan boccia di Pusat Pelatihan Paralimpiade Indonesia (PPPI) Delingan membantu atlet beradaptasi dengan kondisi lapangan yang digunakan dalam kompetisi.

Kesamaan karakteristik fasilitas latihan dengan arena pertandingan membuat atlet dapat mempersiapkan diri secara lebih optimal sebelum berlaga di Nagoya.

Strategi Felix Ardi Yudha dan Rekan Berbuah Emas

Pada final nomor mixed team BC1/BC2, Felix Ardi Yudha bersama Gischa Zayana dan Muhammad Afrizal Syafa menghadapi tim Thailand yang diperkuat Piyarat Chanyadi, Worawut Saengampa, dan Phakphum Linchum.

Menghadapi lawan yang dikenal kuat, tim Indonesia berusaha menjaga fokus dan memanfaatkan setiap peluang untuk meraih poin. Strategi tersebut berjalan efektif hingga Indonesia menutup pertandingan dengan kemenangan 11-3.

Felix mengungkapkan bahwa timnya berupaya tampil sebaik mungkin dan membaca celah dalam permainan lawan. Setiap kesempatan untuk mendapatkan poin dimanfaatkan agar Indonesia dapat menjaga keunggulan.

Kemenangan beregu ini menegaskan bahwa pencapaian boccia Indonesia tidak hanya bertumpu pada penampilan individu. Kerja sama tim dan kemampuan mengambil keputusan saat pertandingan juga berperan penting dalam menghasilkan prestasi.

Sementara itu, Gischa Zayana menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tim Indonesia meraih medali. Ia berharap pencapaian di Asian Para Games 2026 dapat menjadi awal yang baik untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Menjaga Konsistensi Menuju Los Angeles 2028

Empat medali emas dari Asian Para Games 2026 memberikan dorongan bagi boccia Indonesia untuk mempertahankan performa hingga Paralimpiade Los Angeles 2028. Namun, tantangan berikutnya tidak akan ringan karena persaingan di level dunia melibatkan negara-negara dengan atlet berpengalaman.

Felix juga menilai tim perlu terus meningkatkan kemampuan karena lawan-lawan yang dihadapi pada kompetisi mendatang akan semakin kuat. Konsistensi latihan, pengalaman bertanding, serta kesiapan menghadapi tekanan menjadi bagian penting dari proses tersebut.

Bagi Indonesia, keberhasilan di Nagoya menunjukkan potensi besar cabang olahraga boccia untuk bersaing di panggung internasional. Langkah selanjutnya adalah menjaga perkembangan para atlet melalui program latihan dan keikutsertaan dalam kejuaraan dunia maupun regional.

Dengan bekal empat emas, boccia Indonesia kini memiliki alasan kuat untuk menatap Paralimpiade Los Angeles 2028 dengan optimisme. Target berikutnya bukan hanya mengulang keberhasilan di tingkat Asia, tetapi juga memastikan kesiapan menghadapi persaingan yang lebih luas di panggung dunia.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan