Terkini
Kreen Media
Sport

Kejar Tiket Paralimpiade 2028, Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Berlaga di Belanda

kreen
kreen
Author
26 October 2026 4 menit baca
Kejar Tiket Paralimpiade 2028, Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Berlaga di Belanda
Kejar Tiket Paralimpiade 2028, Empat Atlet Para Balap Sepeda Indonesia Berlaga di Belanda

Empat atlet para balap sepeda Indonesia langsung melanjutkan perjuangan ke Eropa setelah menyelesaikan pertandingan di Asian Para Games 2026. Muhammad Fadli Imammuddin, Tifan Abid Alana, Sufyan Saori, dan Nurfendi dijadwalkan mengikuti UCI Para-cycling Track World Championships 2026 di Belanda untuk mengumpulkan poin menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari strategi tim para balap sepeda Indonesia dalam membuka peluang tampil di pesta olahraga terbesar bagi atlet disabilitas dunia. Alih-alih kembali ke Tanah Air bersama rombongan kontingen, keempat atlet langsung bertolak dari Jepang menuju Belanda pada 24 Oktober 2026.

Pelatih para balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa keikutsertaan mereka dalam kejuaraan tersebut merupakan kesempatan untuk memperbaiki posisi dalam persaingan kualifikasi Paralimpiade.

“Jadi ada empat atlet yang ikut try out untuk mencari poin Paralimpiade Los Angeles 2028. Mereka sudah berangkat dari Jepang kemarin, langsung ke Belanda,” ujar Rizan, Minggu (25/10/2026).

Empat Atlet Memburu Poin Kualifikasi Paralimpiade 2028

Kejuaraan di Belanda menjadi salah satu tahapan penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi dalam persaingan menuju Los Angeles 2028. Poin yang dikumpulkan dari kejuaraan internasional dapat membantu membuka peluang memperoleh kuota melalui jalur kualifikasi antarnegara atau by nations.

Menurut Rizan, tim belum menetapkan target medali dalam kejuaraan kali ini. Persaingan di level dunia dinilai jauh lebih ketat sehingga prioritas utama adalah meraih posisi terbaik dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin.

“Kita tidak menarget medali karena memang lawannya sudah level dunia. Jadi, kita berharap posisi terbaik untuk mendapatkan poin sebanyak mungkin di try out dunianya,” jelasnya.

Perburuan tiket Paralimpiade masih berlangsung hingga akhir 2027. Karena itu, setiap kesempatan bertanding di level internasional menjadi penting bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan peringkat dan memperbesar peluang lolos.

Rizan menjelaskan bahwa peluang mendapatkan kuota by nations juga berkaitan dengan posisi Indonesia dalam peringkat kualifikasi. Setelah kuota diperoleh, penentuan atlet yang akan diberangkatkan ke Paralimpiade menjadi keputusan tim pelatih bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.

Dengan demikian, kejuaraan di Belanda bukan sekadar agenda lanjutan setelah Asian Para Games. Ajang tersebut menjadi bagian dari proses panjang untuk mempersiapkan atlet agar mampu bersaing dalam kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028.

Berbekal Satu Emas dan Empat Perunggu dari Asian Para Games

Keempat atlet berangkat ke Belanda dengan bekal hasil positif dari Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Cabang olahraga para balap sepeda Indonesia menyumbangkan satu medali emas dan empat medali perunggu bagi kontingen Merah Putih.

Medali emas diraih Muhammad Fadli Imammuddin pada nomor Individual Pursuit (IP) klasifikasi C4 putra. Ia mencatatkan waktu 4 menit 50,169 detik sekaligus memecahkan rekor Asian Para Games pada nomor tersebut.

Catatan itu menjadi salah satu hasil penting bagi tim para balap sepeda Indonesia. Selain mempersembahkan emas, performa Fadli menunjukkan bahwa atlet Indonesia mampu bersaing dalam nomor yang membutuhkan kombinasi kecepatan, ketahanan, dan strategi.

Sementara itu, Nur Fendi menyumbangkan dua medali perunggu dari nomor road race putra kategori B dan time trial putra kategori B. Dua perunggu lainnya diraih Sufyan Saori pada nomor 1.000 meter Individual Time Trial klasifikasi C4-5 putra serta Vanza Mifthahul Jannah pada nomor Individual Pursuit 4.000 meter putri kategori B.

Raihan tersebut menjadi modal positif bagi tim untuk melanjutkan persiapan menghadapi persaingan internasional. Namun, hasil di tingkat Asia juga perlu diikuti dengan peningkatan performa ketika berhadapan dengan atlet-atlet dari berbagai negara dalam kejuaraan dunia.

Perjalanan Menuju Los Angeles Masih Panjang

Keikutsertaan empat atlet di Belanda menunjukkan bahwa persiapan menuju Paralimpiade Los Angeles 2028 telah memasuki fase penting. Indonesia masih perlu mengumpulkan poin dan memperbaiki posisi dalam persaingan kualifikasi sebelum periode perebutan kuota berakhir.

Bagi tim pelatih, tantangannya bukan hanya menjaga performa atlet setelah menjalani Asian Para Games, tetapi juga memastikan mereka mampu beradaptasi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi. Pengalaman menghadapi atlet dunia diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pada kejuaraan berikutnya.

Keberangkatan langsung dari Jepang ke Belanda juga memperlihatkan padatnya agenda atlet elite yang sedang mengejar tiket Paralimpiade. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan sekaligus memperkuat peluang Indonesia di panggung olahraga internasional.

Dengan persiapan yang berkelanjutan dan pemanfaatan kesempatan bertanding secara optimal, tim para balap sepeda Indonesia berharap dapat membuka jalan menuju Los Angeles 2028. Target terdekat mereka di Belanda adalah mendapatkan hasil terbaik dan mengumpulkan poin sebanyak mungkin, sebagai bekal menghadapi tahapan kualifikasi berikutnya.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan