| 25 Agustus 2026

Kusnanto Raih 2 Emas di ASEAN Para Games 2025

T
  • Team KREEN
Recommended Topics
5 Popular News

Sumber foto: NPCI

Kusnanto Borong 2 Emas di ASEAN Para Games 2025, Jadi Andalan Para-Tenis Meja Indonesia

Panggung ASEAN Para Games 2025 Thailand menjadi momen istimewa bagi Kusnanto. Atlet para-tenis meja Indonesia itu tidak hanya berhasil menaklukkan lawannya di nomor tunggal putra TT9, tetapi juga kembali meraih medali emas melalui nomor ganda campuran TT17 bersama Hamida.

Dua emas tersebut membuat nama Kusnanto menjadi salah satu sorotan dari keberhasilan Indonesia di cabang olahraga para-tenis meja. Perjalanannya di Nakhon Ratchasima memperlihatkan konsistensi seorang atlet yang mampu menjaga performa di lebih dari satu nomor pertandingan.

Pada final tunggal putra TT9 yang berlangsung di Central Korat, Jumat, 23 Januari 2026, Kusnanto berhadapan dengan wakil Vietnam, The Tien Pham. Pertandingan berlangsung dalam empat gim dan berakhir dengan kemenangan Kusnanto 3-1.

Ia membuka laga dengan kemenangan 11-8, kemudian kembali unggul 11-9. The Tien Pham sempat memperkecil ketertinggalan setelah merebut gim ketiga 11-7. Namun, Kusnanto mampu menjaga konsentrasi dan menutup pertandingan melalui kemenangan 11-7 pada gim keempat.

Kemenangan tersebut sekaligus memastikan medali emas para-tenis meja Indonesia dari nomor tunggal putra TT9.

Kusnanto Melewati Pertandingan Ketat Menuju Final

Perjalanan Kusnanto menuju podium tertinggi tidak berlangsung mudah. Sehari sebelum pertandingan final, ia harus menghadapi rekan senegaranya, Azizi Hilmi, pada babak semifinal.

Pertandingan tersebut bahkan berlangsung hingga lima gim. Kusnanto akhirnya mengamankan tiket final setelah menang 3-2 dengan skor 11-8, 11-7, 7-11, 10-12, dan 11-9.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa persaingan di nomor TT9 cukup ketat, termasuk ketika atlet Indonesia harus berhadapan dengan kompatriotnya sendiri. Kusnanto kemudian menghadapi tantangan berbeda di partai puncak dengan bertemu The Tien Pham dari Vietnam.

Mental bertanding menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan tersebut. Setelah melewati pertandingan panjang di semifinal, Kusnanto masih mampu tampil efektif dan mengamankan kemenangan di final.

Keberhasilannya juga menjadi bagian dari awal positif sektor tunggal para-tenis meja Indonesia. Pada hari yang sama, Indonesia mengamankan empat medali emas dari nomor tunggal melalui Komet Akbar, Yayang Gunaya, Kusnanto, dan Hamida.

Tak Berhenti di Tunggal, Kusnanto Kembali Raih Emas

Menariknya, emas di nomor tunggal bukan akhir perjalanan Kusnanto di ASEAN Para Games 2025.

Sehari berselang, ia kembali tampil dalam pertandingan nomor ganda campuran TT17 bersama Hamida. Duet tersebut menghadapi pasangan Thailand, Chalermpong Punpoo dan Wachiraporn Thempmoya.

Kusnanto/Hamida sempat mendapatkan perlawanan ketat sejak awal pertandingan. Mereka memenangkan gim pertama 15-13, tetapi Thailand mampu membalas pada gim kedua dengan skor 11-8.

Situasi tersebut tidak membuat pasangan Indonesia kehilangan momentum. Kusnanto dan Hamida kembali merebut dua gim berikutnya dengan skor 11-8 dan 16-14.

Kemenangan 3-1 itu memastikan emas kedua bagi Kusnanto sekaligus menambah koleksi medali Indonesia dari cabang para-tenis meja.

Capaian tersebut membuat perjalanan Kusnanto di ASEAN Para Games 2025 semakin lengkap. Ia mampu meraih emas sebagai pemain tunggal sekaligus membuktikan kemampuannya ketika bermain dalam format ganda campuran.

Sektor Para-Tenis Meja Indonesia Tampil Produktif

Dua emas Kusnanto juga tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari performa impresif kontingen para-tenis meja Indonesia sepanjang ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Pada 23 Januari saja, sektor tunggal telah menghasilkan empat emas. Selain Kusnanto, medali emas dipersembahkan Komet Akbar dari nomor tunggal putra TT10, Yayang Gunaya dari tunggal putra TT4, serta Hamida dari tunggal putri TT8.

Indonesia memang membawa ambisi besar dari cabang olahraga ini. Tim para-tenis meja Indonesia menurunkan 36 atlet yang terdiri dari 22 atlet putra dan 14 atlet putri. Mereka ditargetkan menyumbangkan 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.

Dengan komposisi tersebut, Kusnanto menjadi salah satu atlet penting yang diharapkan mampu memberikan kontribusi maksimal untuk kontingen Merah Putih.

Perjuangan Kusnanto Ikut Mengangkat Perolehan Indonesia

Prestasi Kusnanto menjadi semakin berarti jika dilihat dari perjuangan kontingen Indonesia secara keseluruhan.

Pada ASEAN Para Games 2025 Thailand, Indonesia mengirimkan 290 atlet yang tersebar di 18 cabang olahraga. Kontingen Merah Putih akhirnya mengakhiri kompetisi di posisi kedua klasemen dengan raihan 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu.

Sementara itu, para-tenis meja menjadi salah satu cabang yang memberikan kontribusi penting. Dalam klasemen akhir, cabor tersebut tercatat menyumbangkan tujuh medali emas untuk Indonesia.

Artinya, dua emas yang diraih Kusnanto memiliki posisi penting dalam perjalanan Indonesia melampaui target awal di ASEAN Para Games 2025.

Dari Satu Emas Menjadi Dua

Capaian Kusnanto di Thailand menunjukkan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak selalu ditentukan hanya dari satu pertandingan.

Ia harus melewati semifinal yang berlangsung ketat, menghadapi lawan Vietnam di final tunggal, kemudian kembali turun bertanding dalam nomor ganda campuran.

Kemampuan menjaga fokus dan kondisi pertandingan menjadi tantangan tersendiri. Terlebih, jeda antarpertandingan dalam kompetisi multi-event dapat menuntut atlet untuk cepat melakukan pemulihan dan kembali berkonsentrasi.

Kusnanto mampu menjawab tantangan tersebut dengan hasil maksimal.

Dua emas yang diraihnya sekaligus mempertegas statusnya sebagai salah satu nama penting dalam para-tenis meja Indonesia. Prestasi itu juga menunjukkan kedalaman kekuatan Indonesia di cabang olahraga para-tenis meja yang tidak hanya mengandalkan satu nomor pertandingan.

Kusnanto dan Harapan Baru Para-Tenis Meja Indonesia

Keberhasilan Kusnanto di ASEAN Para Games 2025 Thailand memberikan gambaran bahwa persaingan para-tenis meja di kawasan Asia Tenggara semakin kompetitif.

Indonesia tidak hanya mampu bersaing di nomor tunggal, tetapi juga menunjukkan kekuatan pada nomor ganda. Kehadiran atlet-atlet seperti Kusnanto, Komet Akbar, Yayang Gunaya, Hamida, dan sejumlah atlet lainnya membuat Merah Putih memiliki banyak opsi untuk bersaing di berbagai kelas.

Bagi Kusnanto sendiri, dua emas di Thailand menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya. Ia mampu menjawab tantangan di nomor Men's Singles TT9, kemudian kembali membuktikan kemampuannya dalam Mixed Doubles TT17.

Dari satu final ke final lainnya, Kusnanto menunjukkan bahwa konsistensi menjadi salah satu kunci penting dalam olahraga prestasi.

Performa tersebut sekaligus menjadi bagian dari cerita besar Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Ketika Merah Putih akhirnya finis sebagai runner-up dengan 135 emas, para atlet dari berbagai cabang olahraga menjadi bagian dari pencapaian tersebut.

Kusnanto adalah salah satunya.

Dua medali emas yang ia bawa pulang bukan sekadar tambahan angka dalam klasemen. Prestasi tersebut menjadi bukti kontribusi atlet para-tenis meja dalam menjaga Indonesia tetap kompetitif di panggung olahraga disabilitas Asia Tenggara.

Ikuti terus update seputar dunia sports NPCI di sini!

Ketahui lebih lanjut tentang KREEN melalui:

Jangan ragu untuk terhubung dan dapatkan update terbaru seputar event, voting, dan informasi menarik lainnya dari KREEN!