Sumber foto: Kemensos
Indonesia kembali menambah koleksi medali emas pada ASEAN Para Games Thailand 2025. Kali ini, prestasi tersebut datang dari cabang para bowling melalui pasangan Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah yang tampil di nomor Mixed TPB2.
Duet Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah berhasil menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan total skor 2.061. Mereka mengungguli pasangan Brunei Darussalam yang meraih skor 2.041 dan berhak atas medali perak, sementara Thailand mengamankan medali perunggu dengan skor 2.025.
Kemenangan tersebut bukan hanya menambah perolehan medali Indonesia. Bagi kedua atlet, emas ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama, ketenangan, dan pengalaman mampu membawa mereka melewati persaingan ketat di arena internasional.
Pertandingan nomor Mixed TPB2 menjadi panggung bagi Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Keduanya tampil konsisten hingga mampu mengumpulkan total 2.061 poin.
Catatan tersebut membawa Indonesia berada di posisi pertama. Pasangan Brunei Darussalam Kamarul Ariffin Haji Abdul Ghaffar dan Saidin Haji Awang Damit harus puas di posisi kedua dengan 2.041 poin. Sementara pasangan Thailand Weerapol Sangwang dan Tanapoom Pugtra menempati peringkat ketiga dengan 2.025 poin.
Hasil tersebut sekaligus membuat Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah menjadi salah satu pasangan yang berhasil menyumbangkan emas bagi kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025.
Bagi Indonesia, capaian ini semakin memperlihatkan perkembangan cabang para bowling. Para atlet tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga menunjukkan kemampuan untuk berada di posisi teratas dalam kompetisi tingkat Asia Tenggara.
Di balik keberhasilan duet tersebut, ada cerita menarik dari perjalanan Sahrul Andriansyah. Atlet para bowling Indonesia itu merupakan penyandang disabilitas netra yang pernah mendapatkan pembinaan di Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi milik Kementerian Sosial.
Sahrul menjadi penerima manfaat STPL pada periode 2005 hingga 2010. Di sana, ia mengikuti program vokasional terapis pijat atau Shiatsu. Keterampilan yang diperolehnya kemudian menjadi bekal bagi Sahrul untuk bekerja secara mandiri sebagai terapis pijat.
Pengalaman di STPL ternyata tidak berhenti pada keterampilan vokasional. Menurut Sahrul, lingkungan tersebut turut membentuk mental dan karakter dirinya.
Ia bahkan menyebut pembinaan di STPL menjadi salah satu alasan dirinya mampu berada di titik sekarang sebagai atlet yang bisa mengharumkan nama Indonesia.
Bagi Sahrul, medali emas bersama Martha memiliki arti yang sangat personal. Ia tidak hanya melihatnya sebagai kemenangan di arena olahraga, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan panjang sejak mendapatkan pembinaan hingga akhirnya tampil di kompetisi internasional.
Perjalanan Sahrul di ASEAN Para Games Thailand 2025 sebenarnya tidak langsung berakhir dengan kesuksesan.
Sebelum turun bersama Martha Susanty pada nomor campuran, Sahrul sempat berlaga di nomor tunggal. Namun, cedera membuatnya gagal naik podium dan harus puas berada di peringkat keempat.
Hasil tersebut tentu menjadi pukulan tersendiri. Akan tetapi, Sahrul masih memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi bagi Indonesia melalui nomor Mixed TPB2.
Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik. Bersama Martha, ia mampu menunjukkan penampilan solid dan akhirnya membawa pulang medali emas.
Kisah tersebut membuat kemenangan pasangan ini semakin menarik. Kegagalan di nomor tunggal tidak membuat Sahrul kehilangan fokus. Ia justru mampu bangkit dan menutup perjuangannya di Thailand dengan sebuah pencapaian tertinggi.
Sementara itu, keberhasilan Sahrul tidak dapat dipisahkan dari penampilan Martha Susanty. Keduanya menjadi pasangan yang berhasil membawa Indonesia berada di posisi teratas nomor Mixed TPB2.
Nama Martha juga tercatat sebagai salah satu peraih medali dari cabang tenpin bowling dalam daftar prestasi kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025. Data National Paralympic Committee of Indonesia mencatat Martha sebagai peraih emas, bersama Sahrul Andriansyah yang juga mendapatkan medali emas dari cabang tersebut.
Kolaborasi keduanya menjadi contoh bagaimana nomor ganda dalam olahraga para membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan individu. Setiap atlet harus mampu menjaga ritme, fokus, dan konsistensi agar total penampilan pasangan tetap maksimal.
Hasil akhir 2.061 poin menunjukkan bahwa kerja sama Martha dan Sahrul berjalan efektif sepanjang pertandingan.
Bagi Sahrul, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi pencapaian pribadi. Ia mengaku bangga bisa membawa nama Indonesia di ajang tingkat ASEAN.
Medali emas itu juga dipersembahkan untuk keluarga, komunitas para bowling Indonesia, sesama penyandang disabilitas, serta pihak yang telah memberikan dukungan dalam perjalanan kariernya.
Khusus bagi Sahrul, keberadaan STPL Kemensos memiliki tempat tersendiri. Pembinaan yang pernah ia terima sejak remaja menjadi salah satu bagian dari perjalanan yang membawanya hingga menjadi atlet para bowling Indonesia.
Ia berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus mengembangkan potensi.
Pesan tersebut membuat kisah Sahrul menjadi lebih dari sekadar cerita tentang medali. Perjalanannya memperlihatkan bahwa kesempatan untuk belajar, mendapatkan pembinaan, kemudian mengembangkan kemampuan dapat membuka jalan menuju prestasi yang lebih besar.
Sebelum tampil di Thailand, Sahrul menjalani persiapan selama sekitar dua setengah bulan, mulai November hingga keberangkatan pada Januari. Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi persaingan di ASEAN Para Games.
Waktu persiapan yang relatif singkat tidak menghalangi dirinya untuk memberikan hasil maksimal. Bersama Martha, ia justru mampu mengamankan posisi pertama dalam nomor Mixed TPB2.
Bagi seorang atlet, pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kondisi fisik, konsentrasi, mental, dan kemampuan beradaptasi dengan tekanan juga memiliki peran penting.
Sahrul dan Martha berhasil melewati tantangan tersebut dengan hasil yang membanggakan.
Kemenangan Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah menjadi bagian dari keberhasilan kontingen Indonesia dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Emas dari para bowling tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa atlet disabilitas Indonesia mampu bersaing dan menjadi yang terbaik di tingkat Asia Tenggara. Berdasarkan catatan hasil pertandingan, Indonesia mengumpulkan skor tertinggi 2.061 pada nomor Mixed TPB2, disusul Brunei dengan 2.041 dan Thailand dengan 2.025.
Bagi Martha, kemenangan ini memperkuat catatannya sebagai atlet para bowling yang mampu membawa pulang medali emas. Sementara bagi Sahrul, pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan hidupnya, dari pembinaan di STPL Kemensos hingga tampil di panggung internasional.
Pada akhirnya, cerita Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah bukan sekadar tentang dua atlet yang memenangkan pertandingan. Ini adalah cerita tentang kerja sama, ketekunan, kesempatan kedua, dan keberanian untuk terus berprestasi.
Dari arena para bowling di Thailand, keduanya berhasil membawa pulang emas sekaligus mengibarkan Merah Putih di podium ASEAN Para Games 2025.
Ikuti terus update seputar dunia sports npc di sini!
Jangan ragu untuk terhubung dan dapatkan update terbaru seputar event, voting, dan informasi menarik lainnya dari KREEN!