Rezky Shafi Fauziyah Raih Perak ASEAN Para Games 2025, Jejak Atlet Muda Mulai Terlihat
Rezky Shafi Fauziyah menjadi salah satu atlet muda yang ikut menyumbangkan medali untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025. Turun di cabang olahraga para bulutangkis, Rezky berhasil membawa pulang medali perak dari nomor tunggal putri SU5.
Pencapaian tersebut menjadi bagian dari torehan tim para bulutangkis Indonesia yang tampil kuat di Nakhon Ratchasima, Thailand. Hingga 24 Januari 2026, Indonesia sudah mengamankan lima medali emas dan empat perak dari cabang olahraga tersebut. Nama Rezky tercatat sebagai salah satu penyumbang perak melalui nomor tunggal putri SU5.
Rezky Shafi Fauziyah Tambah Koleksi Medali Indonesia
ASEAN Para Games 2025 menjadi panggung penting bagi Rezky Shafi Fauziyah untuk bersaing di level Asia Tenggara. Ia menjadi bagian dari tujuh atlet putri yang memperkuat tim para bulutangkis Indonesia dalam ajang tersebut.
Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan 22 atlet para bulutangkis dan mengikuti 15 dari 17 nomor yang dipertandingkan. Persaingan di cabang ini juga berlangsung ketat karena sejumlah nomor menghadirkan pertemuan antaratlet Indonesia sendiri.
Di tengah persaingan tersebut, Rezky berhasil mengamankan posisi runner-up pada nomor tunggal putri SU5. Namanya masuk dalam daftar empat peraih medali perak Indonesia di para bulutangkis hingga Sabtu, 24 Januari 2026.
Empat perak tersebut masing-masing diraih Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah pada ganda campuran SL3-SU5, Khalimatus Sadiyah pada ganda putri SL4, Qonitah Ikhtiar Syakuroh/Warining Rahayu pada ganda putri SL3-SU5, serta Rezky Shafi Fauziyah pada tunggal putri SU5.
Dari Ajang Youth Menuju Persaingan ASEAN
Yang membuat perjalanan Rezky Shafi Fauziyah menarik adalah usianya yang masih muda. Sebelum tampil di ASEAN Para Games 2025, Rezky sudah mendapatkan kesempatan membawa nama Indonesia di Asian Youth Para Games 2025 di Dubai, Uni Emirat Arab.
Dalam ajang yang berlangsung pada 10-13 Desember 2025 tersebut, Rezky tercatat sebagai salah satu atlet para bulutangkis Indonesia. Ia tampil di nomor tunggal putri SL4+SU5 dan juga turun dalam nomor ganda putri SL3-SU5 bersama Fannie Alicha Elisaveta.
Keikutsertaannya di Asian Youth Para Games menjadi salah satu bagian dari proses pembinaan atlet muda Indonesia. NPC Indonesia sebelumnya memasukkan Rezky dalam daftar atlet para bulutangkis yang mengikuti program pencarian bakat melalui ajang Asian Youth Para Games 2025.
Artinya, perjalanan Rezky tidak muncul secara tiba-tiba di ASEAN Para Games. Ia telah mendapatkan pengalaman bertanding di level internasional sebelum kemudian bersaing pada ajang multi-event Asia Tenggara.
Konsistensi Jadi Modal Atlet Muda
Bagi atlet yang masih berada dalam fase awal perjalanan internasional, pengalaman bertanding menjadi bagian penting dari proses perkembangan. Rezky sudah mendapatkan kesempatan untuk menghadapi lawan dari berbagai negara melalui ajang youth, sebelum kembali bertanding di level ASEAN.
Hal tersebut membuat medali perak ASEAN Para Games 2025 menjadi capaian yang cukup berarti dalam perjalanan Rezky Shafi Fauziyah. Apalagi, para bulutangkis Indonesia memiliki persaingan internal yang kuat.
NPC Indonesia mencatat, beberapa pertandingan di ASEAN Para Games 2025 bahkan mempertemukan dua wakil Indonesia dalam satu partai final. Kondisi itu menunjukkan kedalaman skuad Indonesia sekaligus membuat setiap atlet harus bersaing ketat untuk mendapatkan posisi terbaik.
Pelatih para bulutangkis Indonesia, Jarot Hernowo, juga menyebut pertandingan antarsesama atlet Indonesia bukan sesuatu yang mengejutkan. Para pemain sudah sering bertemu dalam berbagai ajang, baik single-event maupun multi-event.
Situasi tersebut menjadi lingkungan kompetitif yang juga penting bagi atlet muda seperti Rezky. Semakin sering menghadapi pemain dengan level berbeda, semakin banyak pula pengalaman yang dapat dikumpulkan untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Bukan Sekadar Perak bagi Rezky
Medali perak yang diraih Rezky Shafi Fauziyah memang belum menempatkannya di posisi teratas nomor tunggal putri SU5. Namun, capaian tersebut tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan kariernya.
Terlebih, Rezky datang dari kelompok atlet muda yang sedang mendapatkan pengalaman melalui kompetisi internasional. Setelah sebelumnya tampil di Asian Youth Para Games 2025, ia kemudian mencatatkan prestasi di ASEAN Para Games 2025.
Rangkaian tersebut memperlihatkan bagaimana jalur kompetisi youth dapat menjadi bagian dari proses menuju persaingan yang lebih luas. Bagi Rezky, setiap pertandingan dapat menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman, mengukur kemampuan, sekaligus membangun mental bertanding.
Di sisi lain, keberhasilan Rezky juga menambah daftar panjang atlet muda yang sedang dipersiapkan untuk menjaga kesinambungan prestasi para badminton Indonesia.
Langkah Berikutnya untuk Rezky Shafi Fauziyah
Perjalanan Rezky Shafi Fauziyah di dunia para badminton masih panjang. Usianya yang relatif muda membuat pengalaman di Asian Youth Para Games dan ASEAN Para Games menjadi bekal berharga untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Medali perak di ASEAN Para Games 2025 pun dapat menjadi salah satu pijakan dalam proses tersebut. Dari panggung youth di Dubai hingga persaingan Asia Tenggara di Thailand, Rezky telah memperoleh pengalaman bertanding di dua level kompetisi internasional dalam periode yang berdekatan.
Untuk saat ini, perak dari nomor tunggal putri SU5 menjadi salah satu catatan prestasinya bersama Indonesia. Lebih dari sekadar tambahan medali bagi kontingen Merah Putih, capaian tersebut juga menandai perkembangan seorang atlet muda yang mulai mendapat tempat di panggung para badminton internasional.
Dengan proses pembinaan dan pengalaman bertanding yang terus berjalan, kiprah Rezky Shafi Fauziyah layak menjadi salah satu perjalanan atlet muda Indonesia yang menarik untuk diikuti.
Baca Juga
NPC Indonesia Kukuhkan Kontingen Asian Para Games 2026, Target 7 Emas
NPC Indonesia Gelar Doa Bersama, Tim Sepak Bola CP Siap Debut di Piala Dunia 2026
Ivan Gunawan Ungkap Makna di Balik Sekar Jagat Vijaya Jelang Asian Para Games 2026