Nama Robini menjadi salah satu sorotan dari cabang olahraga tenpin bowling Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 Thailand. Tampil di nomor tunggal putri TPB8, atlet para bowling Indonesia tersebut berhasil mengamankan medali emas setelah mencatatkan total 834 poin.
Prestasi Robini terasa semakin istimewa karena ia tidak hanya membawa pulang satu medali dari ajang tersebut. Setelah berjaya di nomor individu, Robini kembali naik podium ketika tampil bersama Prayitno pada nomor TPB8+8 Doubles dan menyumbangkan medali perunggu untuk Indonesia.
Dengan dua medali tersebut, Robini menjadi salah satu atlet yang ikut memperkuat torehan Indonesia dalam cabang tenpin bowling di ASEAN Para Games 2025. Hasil resmi Asian Bowling Federation (ABF) mencatat Robini berada di posisi pertama nomor Women's TPB8 Singles dengan skor 834, unggul dari dua wakil Malaysia.
Perjalanan Robini menuju podium tertinggi berlangsung melalui persaingan yang cukup ketat. Dalam nomor Women's TPB8 Singles, ia harus berhadapan dengan sejumlah atlet dari Malaysia dan Thailand.
Robini akhirnya keluar sebagai peraih emas setelah mengumpulkan 834 poin. Posisi kedua ditempati Ruzila Binti Mustafa dari Malaysia dengan 795 poin, sedangkan Julieyati Binti Abd Jalal yang juga berasal dari Malaysia meraih perunggu dengan 775 poin.
Selisih 39 poin dari Ruzila menunjukkan bagaimana Robini mampu menjaga performanya sepanjang pertandingan. Ia bahkan mencatatkan jarak yang lebih jauh dari Julieyati yang berada di posisi ketiga.
Hasil tersebut sekaligus menempatkan Indonesia di posisi teratas nomor tunggal putri TPB8. Robini menjadi satu-satunya atlet Indonesia yang mampu menembus tiga besar pada nomor tersebut, sementara rekan senegaranya, Rohayati, finis di posisi keenam dengan 680 poin.
Keberhasilan ini memperlihatkan bahwa atlet para bowling Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang juga memiliki tradisi kuat dalam olahraga para bowling di kawasan Asia Tenggara.
Perjalanan Robini di ASEAN Para Games 2025 belum selesai setelah keberhasilannya di nomor tunggal. Ia kembali turun di nomor ganda TPB8+8 bersama Prayitno.
Kali ini, persaingan berlangsung dalam format ganda. Pasangan Robini dan Prayitno mengumpulkan total 1.916 poin dan menempati posisi ketiga.
Catatan resmi ABF menunjukkan pasangan Indonesia tersebut mengumpulkan total 1.916 poin dari enam gim. Robini mencatatkan total 928 poin dengan rata-rata 144,67, sementara Prayitno mengumpulkan 988 poin dengan rata-rata 164,67.
Medali emas nomor tersebut menjadi milik pasangan Filipina Francisco Ednaco dan Jaime Manginga dengan total 1.957 poin. Sementara itu, pasangan Thailand Supparat Ponmingmad dan Suphan Sinthusuwan meraih perak dengan 1.953 poin.
Indonesia hanya terpaut 41 poin dari pasangan Filipina yang menjadi juara. Hasil ini menunjukkan bahwa Robini dan Prayitno tetap mampu menjaga posisi kompetitif meski menghadapi pasangan dari negara-negara kuat lainnya.
Dengan demikian, Robini membawa pulang satu emas dan satu perunggu dari cabang tenpin bowling ASEAN Para Games 2025.
Medali emas Robini juga menjadi bagian penting dari catatan Indonesia di cabang tenpin bowling. ANTARA mencatat emas Robini di nomor tunggal putri TPB8 menjadi emas pertama Indonesia dari cabang tersebut pada penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025. Sehari setelahnya, Indonesia kembali mendapatkan emas dari nomor ganda campuran TPB2+TPB2 melalui Martha Susanty dan Sahrul Andriansyah.
Artinya, keberhasilan Robini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi pembuka bagi tambahan prestasi tim tenpin bowling Indonesia dalam pesta olahraga para-atlet Asia Tenggara tersebut.
Cabang ini memang memiliki sejumlah nomor berdasarkan klasifikasi pertandingan. Dalam kompetisi ASEAN Para Games 2025, nomor yang dipertandingkan mencakup berbagai kategori TPB, termasuk TPB8 untuk atlet yang bertanding dengan kondisi fisik tertentu menggunakan kursi roda atau posisi duduk.
Nomor Women's TPB8 Singles sendiri dijadwalkan berlangsung pada 23 Januari 2026. Data ABF mencatat pertandingan tersebut sebagai bagian dari rangkaian kompetisi tenpin bowling pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Prestasi Robini juga menjadi gambaran tentang bagaimana olahraga para terus berkembang dan menghasilkan atlet berprestasi di tingkat regional.
Bagi seorang atlet, memenangkan pertandingan tentu membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis. Konsistensi, ketenangan, serta kemampuan mempertahankan performa dalam beberapa gim menjadi faktor penting dalam tenpin bowling.
Robini mampu melewati tekanan tersebut di nomor tunggal. Dengan total 834 poin, ia meninggalkan dua pesaing terdekatnya dari Malaysia dan memastikan lagu kebangsaan Indonesia berkumandang di podium.
Yang menarik, Robini kemudian masih mampu bersaing di nomor ganda. Bersama Prayitno, ia kembali mengamankan tempat di podium meski harus puas dengan medali perunggu.
Dua medali tersebut menjadi bukti bahwa Robini bukan hanya mampu tampil baik dalam pertandingan individu, tetapi juga dapat memberikan kontribusi ketika memperkuat tim.
Secara keseluruhan, prestasi Robini menjadi bagian dari perjalanan panjang kontingen Indonesia pada ASEAN Para Games 2025 Thailand.
Indonesia akhirnya mengoleksi 135 medali emas, 143 perak, dan 114 perunggu serta menempati posisi kedua klasemen akhir. Dari jumlah tersebut, tenpin bowling menyumbangkan dua medali emas bagi Indonesia.
Capaian tersebut melampaui target awal Indonesia yang dipatok sebanyak 82 medali emas. Kemenpora mencatat Indonesia mengirimkan ratusan atlet untuk berlaga di berbagai cabang olahraga dalam ajang tersebut.
Di tengah dominasi cabang seperti para atletik dan para renang, kontribusi dari para bowling Indonesia tetap memiliki arti penting. Apalagi, Robini berhasil menjadi salah satu nama yang membawa Indonesia ke podium tertinggi.
Kisah Robini di ASEAN Para Games 2025 pada akhirnya bukan hanya tentang angka 834 poin. Lebih dari itu, prestasinya menunjukkan bahwa atlet disabilitas Indonesia mampu tampil kompetitif dan merebut gelar juara di panggung olahraga Asia Tenggara.
Dari nomor tunggal hingga ganda, Robini meninggalkan jejak dengan satu medali emas dan satu medali perunggu. Torehan tersebut sekaligus memperkuat posisi tenpin bowling sebagai salah satu cabang yang ikut menyumbang prestasi bagi kontingen Merah Putih.
Bagi Indonesia, kemenangan Robini menjadi pengingat bahwa setiap medali memiliki cerita perjuangan tersendiri. Dan di balik satu emas yang diraih di lintasan bowling, ada ketekunan seorang atlet yang mampu mengubah setiap lemparan menjadi jalan menuju podium tertinggi.
Ikuti terus update seputar dunia sports npc di sini!
Jangan ragu untuk terhubung dan dapatkan update terbaru seputar event, voting, dan informasi menarik lainnya dari KREEN!