Terkini
Indonesia Absen dari Miss Universe 2026, Ini Penyebabnya Daftar Pemenang Miss Asia Pacific International dari Tahun ke Tahun KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026” Dari Desa untuk Indonesia, Mendorong Aksi Nyata Generasi Muda; Pemilihan Duta Desa Indonesia Favorit 2026 Bersama Kreen Indonesia Audisi Jakarta International Got Talent 2026 jadi Panggung Bakat dan Kreativitas Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Grand Final Miss Jawa Timur 2026 Umumkan Finalis Favorit di Empat Kategori, Dukungan Masyarakat Bersama Kreen Indonesia Junaedi Naik Kelas, Para Judo Indonesia Raih Dua Medali di Asian Para Games 2026 Barce Layaba Bangkit dari Keraguan, Raih Perunggu Asian Para Games 2026 Indonesia Absen dari Miss Universe 2026, Ini Penyebabnya Daftar Pemenang Miss Asia Pacific International dari Tahun ke Tahun KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026” Dari Desa untuk Indonesia, Mendorong Aksi Nyata Generasi Muda; Pemilihan Duta Desa Indonesia Favorit 2026 Bersama Kreen Indonesia Audisi Jakarta International Got Talent 2026 jadi Panggung Bakat dan Kreativitas Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Grand Final Miss Jawa Timur 2026 Umumkan Finalis Favorit di Empat Kategori, Dukungan Masyarakat Bersama Kreen Indonesia Junaedi Naik Kelas, Para Judo Indonesia Raih Dua Medali di Asian Para Games 2026 Barce Layaba Bangkit dari Keraguan, Raih Perunggu Asian Para Games 2026
Kreen Media
Sport

Asian Para Games 2026: Indonesia Raih 10 Medali, Rifky Sumbang Emas

kreen
kreen
Author
20 October 2026 5 menit baca
Asian Para Games 2026: Indonesia Raih 10 Medali, Rifky Sumbang Emas

Kontingen Indonesia mengawali perjuangan di Asian Para Games 2026 dengan hasil positif. Pada hari pertama perebutan medali, Senin (19/10/2026), atlet Merah Putih mengumpulkan 10 medali yang terdiri atas satu emas, satu perak, dan delapan perunggu. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi modal awal bagi Indonesia untuk mengejar target masuk 10 besar klasemen akhir.

Sorotan utama datang dari Maulana Rifky Yavianda. Perenang asal Magetan, Jawa Timur, itu mempersembahkan medali emas pertama Indonesia melalui nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12. Ia bukan hanya berhasil mempertahankan gelar juara dari Asian Para Games 2022, tetapi juga mencatatkan waktu yang lebih cepat dibandingkan penampilannya pada edisi sebelumnya.

Hasil pada hari pertama ini menunjukkan kontribusi atlet dari berbagai cabang olahraga, mulai dari para renang, para judo, para balap sepeda, para angkat berat, para tenis meja, hingga para atletik. Sebaran medali tersebut menjadi gambaran awal perjuangan Indonesia di Aichi-Nagoya, Jepang, yang berlangsung pada 18–24 Oktober 2026.

Maulana Rifky Yavianda pertahankan emas dengan catatan waktu lebih baik

Medali emas Maulana Rifky Yavianda diraih setelah ia menyelesaikan nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12 dengan waktu 55,34 detik. Catatan tersebut cukup untuk mengantarkannya ke podium tertinggi sekaligus mempertahankan gelar yang diperoleh pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China.

Rifky mengungguli perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, yang finis dengan waktu 55,44 detik. Sementara itu, Genki Saito dari Jepang menempati posisi berikutnya dengan catatan 57,54 detik.

Kemenangan ini terasa istimewa karena Rifky mampu memperbaiki catatan waktunya dari 55,53 detik pada edisi 2022 menjadi 55,34 detik di Nagoya. Artinya, ia memangkas waktu sebanyak 0,19 detik dalam persaingan yang berlangsung ketat.

Sebelum bertanding, Rifky telah menyampaikan keinginannya untuk tampil lepas dan tidak menjadikan status juara bertahan sebagai beban. Ia ingin fokus menjalankan arahan pelatih serta memaksimalkan kemampuan yang telah dipersiapkan melalui latihan.

Pendekatan tersebut berbuah hasil positif. Selain mempertahankan medali emas, Rifky memperlihatkan perkembangan performa melalui catatan waktu yang lebih baik. Prestasinya sekaligus membuka perolehan medali emas Indonesia dalam persaingan Asian Para Games 2026.

Junaidi sumbang perak dari cabang para judo

Selain emas dari para renang, Indonesia juga mendapatkan satu medali perak melalui Junaidi dari cabang para judo. Ia tampil di kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1 dan berhasil melaju hingga partai final.

Pada pertandingan penentuan, Junaidi menghadapi atlet China, Shiwen Zhu. Ia harus puas dengan medali perak setelah lawannya keluar sebagai pemenang.

Meski belum meraih emas, keberhasilan Junaidi mencapai final menjadi kontribusi penting bagi perolehan medali kontingen Indonesia. Hasil ini juga memperlihatkan bahwa peluang Indonesia untuk bersaing di Nagoya tidak hanya datang dari cabang para renang.

Para judo menjadi salah satu cabang yang ikut membuka perolehan medali pada hari pertama. Pencapaian Junaidi memberikan tambahan poin bagi kontingen sekaligus menjadi bekal untuk menjaga momentum pertandingan berikutnya.

Delapan medali perunggu datang dari enam cabang olahraga

Delapan medali perunggu Indonesia pada hari pertama berasal dari sejumlah cabang olahraga. Kontribusi ini memperlihatkan luasnya sebaran prestasi atlet Merah Putih dalam kompetisi multievent tersebut.

Dari para balap sepeda, Sufyan Saori meraih perunggu pada nomor 1.000 meter individual time trial klasifikasi C4-5 putra. Sementara itu, Vanza Mifthahul Jannah menyumbangkan perunggu pada nomor 4.000 meter individual time trial klasifikasi B putri.

Cabang para angkat berat turut menyumbangkan dua medali perunggu melalui Hilman dan Ni Nengah Widiasih. Bagi Widiasih, pencapaian tersebut juga menjadi medali pertama yang ia persembahkan untuk Indonesia pada Asian Para Games 2026.

Dari para judo, Dheny Marsyelina menambah koleksi perunggu bagi kontingen Merah Putih. Sementara itu, Hamida menyumbangkan medali perunggu dari cabang para tenis meja.

Di cabang para atletik, Karisma Evi Tiarani turut naik podium setelah meraih perunggu. Satu medali perunggu lainnya datang dari Theradina Audria Lee melalui cabang para renang.

Dengan demikian, delapan perunggu tersebut berasal dari enam cabang olahraga, yaitu para balap sepeda, para angkat berat, para judo, para tenis meja, para atletik, dan para renang. Sebaran tersebut menunjukkan bahwa kontribusi medali Indonesia pada hari pertama tidak bertumpu pada satu cabang saja.

Awal positif untuk mengejar target 10 besar

Perolehan 10 medali pada hari pertama menjadi awal yang menjanjikan bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Berdasarkan laporan pada Senin malam, 19 Oktober 2026, Indonesia mengoleksi satu emas, satu perak, dan delapan perunggu. Pada saat itu, Indonesia berada di posisi kesembilan klasemen sementara.

Meski demikian, perjalanan menuju target 10 besar masih membutuhkan konsistensi. Kompetisi berlangsung hingga 24 Oktober 2026, sehingga peluang perubahan posisi klasemen tetap terbuka seiring berlangsungnya pertandingan di berbagai cabang olahraga.

Sebelum berangkat ke Jepang, NPC Indonesia menetapkan target bagi kontingen Merah Putih untuk meraih tujuh medali emas, delapan perak, dan 17 perunggu. Target tersebut disusun berdasarkan evaluasi potensi atlet dan hasil persiapan menjelang kompetisi.

Keberhasilan Rifky meraih emas pada hari pertama dapat menjadi dorongan bagi atlet Indonesia lainnya. Namun, capaian keseluruhan tetap bergantung pada penampilan setiap atlet dalam pertandingan berikutnya, termasuk kemampuan menjaga kondisi fisik dan fokus di tengah persaingan.

Asian Para Games 2026 bukan hanya menjadi ajang perebutan medali, tetapi juga kesempatan bagi atlet para Indonesia untuk menunjukkan hasil latihan dan perkembangan kemampuan di tingkat Asia. Sepuluh medali yang telah dikumpulkan menjadi langkah awal dalam perjalanan tersebut.

Dengan persaingan yang masih berlangsung, kontingen Merah Putih diharapkan mampu menjaga momentum dan menambah perolehan medali. Keberhasilan Rifky mempertahankan emas, ditambah kontribusi atlet dari berbagai cabang olahraga, menjadi bekal penting untuk melanjutkan perjuangan Indonesia di Nagoya.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan