Terkini
Indonesia Absen dari Miss Universe 2026, Ini Penyebabnya Daftar Pemenang Miss Asia Pacific International dari Tahun ke Tahun KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026” Dari Desa untuk Indonesia, Mendorong Aksi Nyata Generasi Muda; Pemilihan Duta Desa Indonesia Favorit 2026 Bersama Kreen Indonesia Audisi Jakarta International Got Talent 2026 jadi Panggung Bakat dan Kreativitas Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Grand Final Miss Jawa Timur 2026 Umumkan Finalis Favorit di Empat Kategori, Dukungan Masyarakat Bersama Kreen Indonesia Junaedi Naik Kelas, Para Judo Indonesia Raih Dua Medali di Asian Para Games 2026 Barce Layaba Bangkit dari Keraguan, Raih Perunggu Asian Para Games 2026 Indonesia Absen dari Miss Universe 2026, Ini Penyebabnya Daftar Pemenang Miss Asia Pacific International dari Tahun ke Tahun KEPATIHAN MANAJEMEN / K MANAJEMEN PECAHKAN REKOR PESERTA FASHION SHOW TERBANYAK TAHUN 2026 MELALUI “KETAPANG ETHNIC DAY 2026” Dari Desa untuk Indonesia, Mendorong Aksi Nyata Generasi Muda; Pemilihan Duta Desa Indonesia Favorit 2026 Bersama Kreen Indonesia Audisi Jakarta International Got Talent 2026 jadi Panggung Bakat dan Kreativitas Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Grand Final Miss Jawa Timur 2026 Umumkan Finalis Favorit di Empat Kategori, Dukungan Masyarakat Bersama Kreen Indonesia Junaedi Naik Kelas, Para Judo Indonesia Raih Dua Medali di Asian Para Games 2026 Barce Layaba Bangkit dari Keraguan, Raih Perunggu Asian Para Games 2026
Kreen Media
Sport

Maulana Rifky Yavianda Pilih Tampil Lepas di Asian Para Games 2026

kreen
kreen
Author
19 October 2026 5 menit baca
Maulana Rifky Yavianda Pilih Tampil Lepas di Asian Para Games 2026

Maulana Rifky Yavianda kembali menghadapi persaingan di tingkat Asia dengan membawa pengalaman sebagai juara bertahan. Namun, perenang para Indonesia tersebut memilih pendekatan berbeda dalam menghadapi Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Alih-alih terus memikirkan target medali, Rifky ingin menikmati perlombaan dan memberikan penampilan terbaiknya.

Bagi atlet asal Magetan, Jawa Timur, itu, renang bukan sekadar cabang olahraga yang mengantarkannya meraih prestasi. Olahraga ini telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya sejak usia empat tahun. Mengingat kembali awal kecintaannya terhadap renang menjadi cara Rifky menjaga fokus sekaligus mengelola tekanan menjelang kompetisi besar.

Rifky datang ke Asian Para Games 2026 dengan modal prestasi dari edisi sebelumnya. Pada Asian Para Games 2022 di Hangzhou, China, ia berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak. Hasil tersebut membuat namanya menjadi salah satu andalan Indonesia di cabang para renang.

Kembali pada kecintaan terhadap renang

Pengalaman bertanding di level Asia tentu membawa ekspektasi tersendiri. Sebagai juara bertahan, Rifky menghadapi tantangan untuk mempertahankan prestasi di tengah persaingan yang semakin ketat. Meski demikian, ia tidak ingin menjadikan pencapaian sebelumnya sebagai beban yang justru mengganggu performanya.

Rifky memilih mengembalikan perhatian pada hal yang bisa dikendalikannya, yakni kesiapan diri, pelaksanaan strategi, serta kemampuan tampil maksimal di kolam renang.

Ia mengaku sudah memiliki target pribadi untuk kompetisi di Nagoya. Namun, target tersebut tidak ingin terus-menerus memenuhi pikirannya selama pertandingan. Rifky ingin tampil lebih lepas atau feel free, sembari tetap berusaha memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa persiapan atlet tidak hanya berkaitan dengan latihan fisik dan penguasaan teknik. Kemampuan menjaga kondisi mental juga menjadi bagian penting ketika menghadapi kompetisi besar, terlebih bagi atlet yang datang dengan reputasi juara bertahan.

Dengan tidak terlalu terpaku pada hasil akhir, Rifky berusaha menjaga fokus pada proses. Ia memilih menjalankan arahan tim pelatih dan menghadapi setiap nomor pertandingan sebaik mungkin, tanpa terlalu memikirkan kekuatan lawan.

Incar catatan waktu 53 detik pada gaya bebas

Meski memilih tampil lepas, Rifky tetap memiliki sasaran untuk meningkatkan kemampuannya. Salah satu target pribadinya adalah memperbaiki catatan waktu pada nomor 100 meter gaya bebas klasifikasi S12.

Pada Asian Para Games 2022, Rifky meraih medali emas nomor tersebut dengan catatan waktu 55,53 detik. Kali ini, ia berharap bisa memangkas waktunya hingga mendekati 53 detik.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Rifky untuk mengukur perkembangan performanya setelah menjalani rangkaian latihan dan persiapan menuju Asian Para Games 2026.

Kendati demikian, ia memahami bahwa pencapaian waktu terbaik bergantung pada kondisi dan perkembangan latihan. Karena itu, Rifky tetap berusaha realistis dan tidak ingin memaksakan diri hanya demi mengejar angka tertentu.

Baginya, peningkatan performa tetap menjadi hal penting, tetapi proses menuju hasil tersebut harus dijalani dengan mempertimbangkan kesiapan diri. Sikap ini sejalan dengan keinginannya untuk berlomba secara maksimal tanpa membiarkan target pribadi menjadi tekanan berlebihan.

Di Nagoya, Rifky juga merasa cukup nyaman dengan kondisi lingkungan dan kolam yang digunakan untuk latihan. Cuaca yang tidak terlalu panas maupun dingin dinilainya mendukung proses adaptasi sebelum pertandingan berlangsung.

Sebelum berangkat ke Jepang, ia juga menyempatkan diri berkumpul bersama keluarga. Dukungan orang-orang terdekat menjadi bagian dari perjalanan menuju kompetisi yang digelar setiap empat tahun sekali tersebut.

Persiapan teknis para renang Indonesia di Nagoya

Persiapan Rifky berjalan bersama kesiapan tim para renang Indonesia. Pelatih para renang Indonesia, Agni Herarta Anindya Satria, menyampaikan bahwa kondisi 12 atlet yang akan bertanding di Nagoya berada dalam keadaan baik. Proses adaptasi terhadap cuaca dan lingkungan pertandingan juga berjalan sesuai harapan.

Menjelang perlombaan, program latihan mulai ditingkatkan dengan penekanan pada sejumlah detail teknis. Materi latihan mencakup start, fase underwater, breakout, hingga pengaturan kecepatan atau pace, terutama untuk nomor jarak pendek.

Aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan efisiensi gerakan dan memaksimalkan performa atlet ketika berlomba. Dalam persaingan renang, perbaikan teknik pada setiap fase dapat berpengaruh terhadap keseluruhan catatan waktu.

Tim pelatih juga telah memetakan kekuatan sejumlah negara pesaing melalui pengalaman bertemu dalam ajang World Para Swimming Series di Shizuoka, Jepang, pada 2026. Meski demikian, persaingan tetap perlu diantisipasi karena tuan rumah berpotensi menghadirkan atlet yang belum sepenuhnya terlihat dalam pemetaan sebelumnya.

Tim para renang Indonesia ditargetkan meraih satu medali emas dan dua medali perak di Asian Para Games 2026. Target tersebut menjadi bagian dari upaya kontingen Indonesia untuk bersaing di antara negara-negara Asia.

Membawa harapan Indonesia ke panggung Asia

Asian Para Games 2026 menjadi kesempatan bagi Rifky dan atlet Indonesia lainnya untuk menunjukkan hasil dari proses latihan yang telah dijalani. Bagi Rifky, pengalaman sebagai juara bertahan menjadi bekal penting, tetapi bukan alasan untuk larut dalam tekanan.

Ia berharap dukungan masyarakat Indonesia, termasuk warga Indonesia yang berada di Jepang, dapat menambah semangat para atlet yang tengah berjuang. Menurutnya, kehadiran pendukung bisa menjadi dorongan bagi kontingen Merah Putih untuk memberikan penampilan terbaik.

Pertandingan para renang dijadwalkan mulai berlangsung pada 19 Oktober 2026 di Nagoya City General Gymnasium. Rifky pun bersiap menghadapi persaingan dengan membawa dua hal sekaligus: pengalaman dari keberhasilan sebelumnya dan keinginan untuk terus berkembang.

Pada akhirnya, perjalanan Rifky di Asian Para Games 2026 bukan hanya tentang mempertahankan medali emas. Ada upaya untuk memperbaiki catatan waktu, menjaga fokus di tengah ekspektasi, serta kembali menikmati olahraga yang telah dicintainya sejak kecil.

Dengan pendekatan tersebut, Maulana Rifky Yavianda berharap dapat memberikan performa maksimal bagi Indonesia, sembari menjadikan setiap perlombaan sebagai kesempatan untuk mengukur sejauh mana dirinya berkembang.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan