Sufyan Saori, dari Emas ASEAN Para Games hingga Dua Perak di Korea Selatan
Atlet para balap sepeda Indonesia, Sufyan Saori, terus mencatatkan prestasi di kompetisi internasional. Berkompetisi dalam klasifikasi C5, ia mampu bersaing di nomor lintasan maupun balap jalan raya. Perjalanan prestasinya pada 2026 memperlihatkan bahwa kontribusinya tidak hanya datang dari satu jenis perlombaan.
Pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand, yang berlangsung pada Januari 2026, Sufyan meraih medali emas nomor Men's Road Race C3–C5. Beberapa bulan kemudian, ia kembali naik podium di Korea Para Cycling Track Cup 2026 dengan membawa pulang dua medali perak dari nomor Individual Pursuit dan 1 Kilometer Time Trial C5.
Rangkaian hasil tersebut menempatkan Sufyan sebagai salah satu atlet yang turut memperkuat tim para balap sepeda Indonesia dalam persaingan internasional. Kiprahnya juga memperlihatkan tantangan yang berbeda antara balapan di jalan raya dan perlombaan di lintasan velodrome.
Emas Road Race di ASEAN Para Games 2025
Salah satu capaian penting Sufyan Saori datang dari ASEAN Para Games 2025. Dalam ajang yang diselenggarakan di Thailand pada Januari 2026 tersebut, ia menjuarai nomor Men's Road Race C3–C5.
Sufyan mencatat waktu 2 jam 14 menit 29 detik untuk menyelesaikan perlombaan. Ia mengungguli Patrick Gerard Lee dari Filipina yang meraih perak, sementara Zuhairie Ahmad Tarmizi dari Malaysia menempati posisi ketiga dengan medali perunggu.
Kemenangan ini menjadi bukti kemampuan Sufyan dalam menghadapi perlombaan jalan raya yang menuntut daya tahan, pengaturan tenaga, dan strategi sepanjang rute. Berbeda dengan balapan di velodrome, road race berlangsung di jalan raya dengan kondisi lintasan dan dinamika persaingan yang lebih beragam.
Medali emas tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi cabang para balap sepeda dalam perolehan medali Indonesia di ASEAN Para Games. Sufyan tidak hanya bersaing untuk meraih hasil individu, tetapi turut menambah pencapaian kontingen Merah Putih di ajang olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara.
Dua Medali Perak di Korea Para Cycling Track Cup 2026
Setelah meraih emas di nomor road race, Sufyan melanjutkan persaingannya di nomor lintasan melalui Korea Para Cycling Track Cup 2026. Kejuaraan ini berlangsung pada 7–8 Juli 2026 di Yangyang, Korea Selatan.
Dalam kompetisi tersebut, Sufyan Saori meraih dua medali perak. Keduanya berasal dari nomor Men Elite Individual Pursuit C5 dan Men Elite 1000 Meter Individual Time Trial C5.
Hasil ini menjadi kontribusi penting bagi tim Indonesia yang mengamankan total tujuh medali, terdiri dari empat emas dan tiga perak. Tiga medali perak diraih oleh Sufyan dan pasangan tandem Nur Fendi serta Mufti Fadilah Salma, sedangkan empat emas disumbangkan oleh Tifan Abid Alana dan Muhammad Fadli Imammuddin.
Bagi Sufyan, dua podium tersebut menunjukkan kemampuannya menjaga daya saing di nomor lintasan. Individual Pursuit dan time trial sama-sama menuntut kecepatan, kekuatan, serta kemampuan mengelola tenaga, tetapi memiliki karakter perlombaan yang berbeda.
Pada Individual Pursuit, pembalap berusaha menyelesaikan jarak perlombaan dengan catatan waktu terbaik dalam format pengejaran di lintasan. Sementara itu, nomor 1 kilometer time trial menuntut pembalap menempuh jarak satu kilometer secepat mungkin.
Keberhasilan Sufyan meraih perak di kedua nomor tersebut memperkuat catatan prestasinya di tingkat internasional.
Sempat Finis Keempat di Kejuaraan Asia 2026
Perjalanan Sufyan pada 2026 tidak seluruhnya diwarnai podium. Dalam Asian Para Track Championships 2026 di Tagaytay City, Filipina, ia menempati posisi keempat pada nomor Men's Individual Pursuit C5.
Berdasarkan catatan hasil perlombaan, Sufyan menyelesaikan nomor tersebut dengan waktu 4 menit 58,752 detik. Ia juga mengikuti sejumlah nomor lain di kejuaraan itu, termasuk 1 kilometer time trial, scratch race, sprint, dan elimination.
Posisi keempat di Individual Pursuit memperlihatkan ketatnya persaingan di kelas C5. Namun, hasil tersebut bukan akhir dari kiprahnya pada musim itu. Sufyan kembali menunjukkan performa kompetitif beberapa bulan kemudian dengan meraih dua medali perak di Korea Selatan.
Urutan hasil ini memberi gambaran bahwa perjalanan atlet di level internasional tidak selalu bergerak lurus dari satu podium ke podium berikutnya. Setiap kompetisi menjadi kesempatan untuk mengevaluasi performa, menghadapi lawan yang berbeda, dan menjaga kesiapan untuk perlombaan selanjutnya.
Mengenal Klasifikasi C5 dalam Para Balap Sepeda
Sufyan Saori bertanding dalam klasifikasi C5, yaitu salah satu kelas untuk atlet para balap sepeda yang menggunakan sepeda konvensional. Klasifikasi ini diperuntukkan bagi atlet dengan keterbatasan fisik yang relatif lebih ringan dibandingkan sejumlah kelas C lainnya.
Dalam para balap sepeda, klasifikasi membantu memastikan atlet bertanding dalam kelompok yang sesuai dengan ketentuan olahraga. Kelas C mencakup atlet yang menggunakan sepeda konvensional, sedangkan jenis sepeda dan klasifikasi berbeda digunakan pada kategori lain, seperti tandem untuk atlet tunanetra atau sepeda tangan bagi sejumlah atlet dengan keterbatasan fungsi tungkai.
Nomor lintasan dan jalan raya juga menuntut kemampuan yang tidak sepenuhnya sama. Balapan di velodrome menitikberatkan pada kecepatan, teknik, dan strategi di lintasan terukur. Sementara itu, road race menuntut daya tahan serta kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi rute dan dinamika kelompok pembalap.
Pengalaman Sufyan di kedua disiplin tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kariernya sebagai atlet para balap sepeda Indonesia.
Konsistensi Sufyan Saori untuk Para Balap Sepeda Indonesia
Dari emas road race di ASEAN Para Games hingga dua perak di Korea Selatan, Sufyan Saori menunjukkan bahwa ia mampu bersaing di berbagai nomor para balap sepeda. Hasil di Kejuaraan Asia juga menjadi bagian dari perjalanan kompetitifnya sepanjang 2026.
Bagi Indonesia, capaian atlet seperti Sufyan ikut memperkuat perkembangan cabang para balap sepeda di tingkat internasional. Setiap kompetisi menghadirkan pengalaman berbeda, baik dalam menguji kecepatan di lintasan maupun daya tahan di jalan raya.
Rangkaian prestasinya menjadi catatan positif bagi perjalanan Sufyan ke depan. Dengan pengalaman berlomba di dua disiplin, ia terus menjadi salah satu nama yang patut diperhatikan dalam kiprah para balap sepeda Indonesia.
Baca Juga
NPC Indonesia Kukuhkan Kontingen Asian Para Games 2026, Target 7 Emas
NPC Indonesia Gelar Doa Bersama, Tim Sepak Bola CP Siap Debut di Piala Dunia 2026
Ivan Gunawan Ungkap Makna di Balik Sekar Jagat Vijaya Jelang Asian Para Games 2026