Terkini
Kreen Media
Running

Apa yang Terjadi Kalau Dehidrasi Saat Lari? Dampaknya Lebih Serius dari yang Kamu Kira

K
Kreen Media
18 May 2026 1 menit baca
Apa yang Terjadi Kalau Dehidrasi Saat Lari? Dampaknya Lebih Serius dari yang Kamu Kira

Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/1041668588828788924/ 

Saat lari, banyak orang fokus ke pace, jarak, atau sepatu yang dipakai.

Tapi ada satu hal yang sering diremehkan, padahal dampaknya bisa langsung terasa bahkan berbahaya.

Dehidrasi.

Kehilangan cairan saat lari bukan sekadar bikin haus. Kalau tidak ditangani, efeknya bisa memengaruhi performa sampai kondisi tubuh secara keseluruhan.

Tubuh Kehilangan “Sistem Pendingin”

Saat kamu berlari, tubuh menghasilkan panas.

Untuk menjaga suhu tetap stabil, tubuh mengeluarkan keringat sebagai mekanisme pendinginan.

Masalahnya, ketika cairan yang hilang tidak digantikan, sistem ini mulai terganggu.

Tubuh jadi lebih sulit mendinginkan diri, dan suhu internal bisa meningkat lebih cepat dari yang seharusnya.

Performa Langsung Turun

Salah satu efek paling cepat dari dehidrasi adalah penurunan performa.

Kamu akan merasa lebih cepat lelah, pace sulit dijaga, dan tenaga terasa cepat habis.

Ini terjadi karena volume darah berkurang, sehingga suplai oksigen ke otot tidak seoptimal biasanya.

Akibatnya, tubuh harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.

Detak Jantung Jadi Lebih Tinggi

Saat cairan tubuh berkurang, jantung harus memompa lebih cepat untuk mendistribusikan darah.

Ini membuat detak jantung meningkat meskipun intensitas lari tidak berubah.

Kalau kamu pernah merasa lari terasa “lebih berat dari biasanya” tanpa alasan jelas, bisa jadi itu tanda awal dehidrasi.

Risiko Kram dan Pusing

Dehidrasi juga memengaruhi keseimbangan elektrolit dalam tubuh.

Kondisi ini bisa memicu kram otot, pusing, bahkan rasa ingin pingsan.

Dalam kondisi yang lebih serius, dehidrasi bisa menyebabkan heat exhaustion atau heat stroke, terutama saat lari di cuaca panas.

Kenapa Banyak Orang Tidak Sadar

Masalahnya, dehidrasi sering tidak langsung terasa di awal.

Rasa haus biasanya muncul setelah tubuh sudah kehilangan cukup banyak cairan.

Itulah kenapa banyak pelari baru sadar ketika kondisi sudah mulai tidak nyaman.

Kesimpulan

Dehidrasi saat lari bukan hal sepele.

Ia bisa menurunkan performa, mengganggu sistem tubuh, bahkan meningkatkan risiko kondisi yang lebih serius.

Menjaga hidrasi bukan hanya soal kenyamanan, tapi juga soal keamanan.

Pastikan kamu minum cukup sebelum, selama, dan setelah lari, terutama jika durasi dan intensitasnya tinggi.

Kalau kamu ingin mencoba event lari dengan kondisi yang lebih terkontrol, kamu bisa melihat berbagai pilihan event melalui activ.id dan menyesuaikannya dengan kesiapan kamu.