Muhammad Ridho Alfares Putra, Sprinter Muda Indonesia
Muhammad Ridho Alfares Putra, Sprinter Muda yang Jadi Kejutan Para-Atletik Indonesia
Nama Muhammad Ridho Alfares Putra mulai semakin diperhitungkan dalam jajaran atlet para-atletik Indonesia. Sprinter muda asal Jawa Barat tersebut menunjukkan perkembangan menjanjikan setelah meraih medali di level regional hingga mencatat prestasi internasional dalam debutnya di luar Asia.
Ridho tampil pada nomor sprint, khususnya 100 meter putra T36, dan perlahan menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pelapis dalam skuad para-atletik Indonesia.
Salah satu pencapaian terbarunya terjadi pada ASEAN Para Games yang digelar di Thailand. Ridho berhasil mengamankan medali perak nomor 100 meter T36/T38, sebuah hasil yang semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sprinter muda yang patut diperhatikan.
Namun, perjalanan Ridho menjadi lebih menarik ketika melihat pencapaiannya beberapa bulan setelah ajang tersebut.
Raih Perak di ASEAN Para Games
Pada ASEAN Para Games Thailand, Muhammad Ridho Alfares Putra turun di nomor Men's 100m T36/T38 dan berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia.
Nama Ridho tercatat dalam daftar peraih medali Indonesia pada nomor tersebut.
Sebelumnya, ketika tampil di nomor 100 meter T36 pada ajang yang sama, Ridho mencatat waktu 11,91 detik. Catatan tersebut bahkan menjadi salah satu pembanding penting dalam perkembangan performanya menjelang kompetisi internasional berikutnya.
Medali tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Ridho karena usianya masih relatif muda. Ia lahir pada 16 September 2005, sehingga pengalaman bertanding di level ASEAN menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan yang lebih besar.
Debut di Luar Asia Berbuah Emas
Perkembangan Muhammad Ridho Alfares Putra kemudian semakin terlihat ketika ia tampil di World Para Athletics Grand Prix 2026 di Rabat, Maroko.
Ajang tersebut menjadi pengalaman internasional yang berbeda bagi Ridho. Untuk pertama kalinya, ia menghadapi lawan-lawan dari luar Asia dalam kompetisi para-atletik.
Hasilnya justru mengejutkan.
Ridho berhasil merebut medali emas nomor 100 meter putra T36 dengan catatan waktu 12,01 detik. Dalam hasil resmi kompetisi, ia finis di posisi pertama, mengungguli Youssef Zakary dari Maroko dan Abdulsattar Challoob dari Irak.
NPC Indonesia bahkan menyebut pencapaian Ridho sebagai salah satu kejutan dalam keikutsertaan Indonesia di Grand Prix tersebut. Selain emas 100 meter T36, Ridho juga menyumbangkan medali perak nomor 400 meter T36.
Dua medali tersebut membuat perjalanan Ridho di Maroko menjadi semakin istimewa.
Tidak Ditargetkan Medali, Ridho Justru Bawa Pulang Dua Podium
Ada cerita menarik di balik keberhasilan Ridho di Maroko.
Menurut NPC Indonesia, Ridho sebenarnya tidak menjadi atlet yang ditargetkan untuk meraih medali dalam kejuaraan tersebut. Namun, ia justru mampu memberikan kejutan dengan merebut emas dan perak.
Pelatihnya, Setyo Budi Hartanto, juga menilai catatan waktu Ridho masih memiliki ruang untuk berkembang. Saat berlaga di Thailand, Ridho mencatat 11,91 detik di nomor 100 meter T36, sedangkan di Maroko ia membukukan 12,01 detik.
Artinya, meski berhasil menjadi juara di Maroko, performa Ridho masih belum dianggap mencapai puncaknya.
Hal tersebut justru menjadi kabar positif. Dengan usia yang masih muda dan pengalaman internasional yang terus bertambah, Ridho masih memiliki kesempatan untuk meningkatkan catatan waktunya.
Ridho Membawa Target Besar ke Asian Para Games 2026
Setelah mendapatkan pengalaman di Thailand dan Maroko, perhatian Ridho kemudian diarahkan pada agenda yang lebih besar, yakni Asian Para Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
NPC Indonesia menjadwalkan Asian Para Games 2026 berlangsung pada 18-24 Oktober 2026.
Bagi Ridho, ajang tersebut menjadi salah satu target penting dalam perkembangan kariernya. Ia bahkan mengungkapkan keinginan untuk meraih medali emas di Nagoya, khususnya melalui nomor lari 100 meter.
Target tersebut memang tidak mudah. Persaingan di level Asia jauh lebih ketat dibandingkan kawasan Asia Tenggara. Namun, pengalaman menghadapi atlet dari berbagai negara di Maroko menjadi bekal tambahan bagi sprinter muda tersebut.
Bukan Hanya Cepat, Ridho Juga Jadi Penguat Tim
Menariknya, kontribusi Ridho kepada tim para-atletik Indonesia tidak hanya terlihat dari catatan di lintasan.
NPC Indonesia menyebut Ridho sebagai sosok yang mampu mencairkan suasana di dalam tim. Pelatihnya bahkan menggambarkan Ridho sebagai salah satu atlet yang mampu membuat suasana tim lebih rileks ketika menghadapi kompetisi internasional.
Karakter tersebut menjadi nilai tambah bagi seorang atlet muda yang sedang berkembang. Di tengah tekanan pertandingan, kemampuan menjaga suasana positif dapat membantu membangun kekompakan antaratlet.
Dengan demikian, Muhammad Ridho Alfares Putra tidak hanya mulai menunjukkan potensinya sebagai sprinter T36, tetapi juga berkembang sebagai bagian dari skuad para-atletik Indonesia.
Dari Kejutan Menjadi Harapan Baru Indonesia
Perjalanan Ridho memperlihatkan perkembangan yang cukup cepat. Ia meraih perak di ASEAN Para Games, kemudian tampil mengejutkan dalam debutnya di luar Asia dengan membawa pulang emas 100 meter T36 dan perak 400 meter T36 dari Grand Prix Maroko.
Rangkaian hasil tersebut membuat nama Muhammad Ridho Alfares Putra semakin menarik untuk diperhatikan menjelang Asian Para Games 2026.
Masih berusia 20 tahun, Ridho memiliki waktu untuk terus berkembang dan memperbaiki catatan waktunya. Jika konsistensinya terus terjaga, bukan tidak mungkin sprinter muda ini menjadi salah satu nama penting dalam regenerasi para-atletik Indonesia.
Target emas di Nagoya memang masih menjadi tantangan. Namun, melihat kejutan yang sudah dibuatnya di panggung internasional, Ridho kini tidak lagi sekadar menjadi atlet muda yang mencari pengalaman. Ia mulai tumbuh menjadi salah satu harapan baru Indonesia di nomor sprint para-atletik.
Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!
Baca Juga
Joko Muliyono Borong 3 Medali ASEAN Para Games Thailand
Ruli Al Kahfi Mubaroq, Sprinter T11 Indonesia yang Kembali Naik Podium ASEAN Para Games
Kholidin Konsisten Bawa Indonesia Podium World Archery 2026