Terkini
Kreen Media
Sport

Joko Muliyono Borong 3 Medali ASEAN Para Games Thailand

K
Kreen Media
11 September 2026 1 menit baca
Joko Muliyono Borong 3 Medali ASEAN Para Games Thailand

Sempat Sakit Sebelum Bertanding, Joko Muliyono Tetap Borong 3 Medali ASEAN Para Games

Joko Muliyono membuktikan bahwa debut di panggung internasional tidak selalu harus berjalan sempurna untuk menghasilkan prestasi besar. Atlet para-atletik asal Kota Batu, Jawa Timur, itu justru menghadapi tantangan sejak sebelum perlombaan dimulai.

Dalam debutnya bersama Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2025, Joko sempat mengalami masalah kesehatan dan harus menjalani istirahat total selama beberapa hari. Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah.

Begitu turun ke lintasan, Joko Muliyono mampu menyelesaikan tiga nomor pertandingan dengan hasil yang membanggakan. Ia membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu dari nomor 100 meter, 400 meter, dan 200 meter T46.

Kondisi Sempat Menurun sebelum Perlombaan

Perjalanan Joko di Thailand ternyata tidak langsung berjalan mulus.

Setelah tiba di Thailand pada pertengahan Januari 2026, tubuhnya kesulitan beradaptasi dengan perubahan cuaca. Joko mengalami radang tenggorokan yang kemudian membuatnya kesulitan makan dan merasa lemas ketika berlatih.

Kondisinya bahkan sempat memburuk hingga muncul rasa pusing setiap kali dipaksa berlari. Joko akhirnya memilih beristirahat total selama tiga hari agar kondisi tubuhnya kembali membaik.

Keputusan tersebut bukan perkara mudah. Perlombaan sudah semakin dekat, sementara seorang atlet membutuhkan persiapan fisik dan mental secara maksimal sebelum memasuki lintasan.

Sehari sebelum perlombaan, kondisinya mulai membaik. Meski belum benar-benar pulih, Joko tetap memutuskan untuk bertanding.

Perunggu Jadi Medali Pertama Joko di Panggung Internasional

Nomor 200 meter T46 menjadi pertandingan pertama yang dijalani Joko di ASEAN Para Games.

Kondisi tubuh yang belum sepenuhnya prima membuatnya tidak memasang ekspektasi terlalu tinggi. Ia bahkan sempat berpikir bahwa mampu menyelesaikan perlombaan hingga garis finis sudah menjadi pencapaian tersendiri.

Namun, semangat dari rekan-rekan atlet dan hasil latihan selama pemusatan latihan nasional membuat Joko kembali percaya diri.

Ia akhirnya finis di posisi ketiga dengan catatan waktu 23,6 detik dan membawa pulang medali perunggu. Catatan tersebut memang masih berada di atas personal best miliknya, yakni 23,4 detik, tetapi medali tersebut menjadi awal positif dalam debut internasionalnya.

Sehari Kemudian, Joko Naik Level dan Raih Perak

Medali pertama ternyata membuat kepercayaan diri Joko semakin meningkat.

Pada nomor 100 meter T46, ia kembali turun ke lintasan dengan kondisi yang lebih baik. Persaingan berlangsung ketat, termasuk dengan atlet Indonesia lainnya.

Kali ini, Joko mampu finis di posisi kedua dengan catatan waktu 11,3 detik. Ia hanya terpaut sekitar 0,2 detik dari atlet yang berada di posisi pertama.

Hasil tersebut memberinya medali perak sekaligus menjadi pencapaian kedua Joko di ASEAN Para Games.

Tidak berhenti di sana, Joko kembali tampil pada nomor 400 meter T46. Untuk ketiga kalinya dalam tiga nomor yang diikuti, atlet Kota Batu tersebut berhasil mencapai podium.

Ia kembali mengamankan medali perak, sehingga total koleksinya dalam debut internasional menjadi dua perak dan satu perunggu.

Debut Internasional Langsung Borong Tiga Medali

Pencapaian Joko menjadi semakin menarik karena ASEAN Para Games Thailand merupakan pengalaman pertamanya tampil di ajang internasional.

NPC Indonesia mencatat Joko sebagai atlet para-atletik dengan domisili Kota Batu dan klasifikasi olahraga T/F 46. Dalam kompetisi ASEAN Para Games, ia tercatat meraih dua medali perak dan satu perunggu dari tiga nomor yang diikutinya.

Bagi Joko sendiri, tiga medali tersebut belum sepenuhnya memenuhi target pribadi. Namun, ia menilai pengalaman bertanding melawan atlet dari berbagai negara memberikan banyak pelajaran baru, baik dari sisi teknis maupun mental.

Ia juga mengaku bersyukur mendapat kesempatan pertama untuk membela Indonesia di level internasional.

Perjalanan Joko di Atletik Ternyata Baru Dimulai pada 2024

Menariknya, kiprah Joko Muliyono di para-atletik sebenarnya masih tergolong baru.

Sebelum serius menekuni atletik, Joko sempat memiliki ketertarikan pada olahraga renang. Ia bahkan berlatih renang selama beberapa tahun karena ingin menekuni cabang tersebut.

Namun, ketika Kota Batu mulai mengembangkan pembinaan olahraga bagi atlet disabilitas, cabang renang belum tersedia untuk kategori yang diikutinya. Joko kemudian mendapat saran untuk mencoba atletik.

Keputusan tersebut diambil pada Mei 2024.

Hasilnya langsung mengejutkan. Setelah menjalani latihan dalam waktu relatif singkat, Joko tampil pada Peparprov Jawa Timur 2024 dan berhasil meraih tiga medali emas dari nomor 100 meter, 200 meter, dan lompat jauh.

Dari Peparprov hingga Tembus Pelatnas

Prestasi di tingkat provinsi menjadi pintu bagi Joko menuju kompetisi yang lebih besar.

Pada Peparnas 2024 di Surakarta, Joko kembali tampil impresif dengan meraih tiga medali emas dan satu perak. Prestasi tersebut kemudian membuka jalan baginya untuk masuk pemusatan latihan nasional sebagai persiapan menghadapi ASEAN Para Games.

Dengan kata lain, perjalanan Joko menuju panggung internasional berlangsung sangat cepat.

Ia mulai serius menekuni atletik pada 2024, meraih banyak medali di level daerah dan nasional, kemudian hanya dalam waktu kurang dari dua tahun sudah mendapat kesempatan membela Indonesia di ajang Asia Tenggara.

Target Berikutnya Lebih Tinggi

Setelah mencatatkan debut internasional dengan tiga medali, Joko Muliyono tidak ingin berhenti sampai di Thailand.

Atlet asal Kota Batu tersebut mengincar kesempatan kembali memperkuat Indonesia di ajang yang lebih besar. Salah satu target yang disebutkannya adalah Asian Para Games 2026.

Target tersebut menjadi tantangan berikutnya bagi Joko. Persaingan di level Asia tentu lebih ketat, tetapi pengalaman menghadapi kompetitor internasional di Thailand menjadi modal penting.

Terlebih, usia Joko masih relatif muda. Profil NPC Indonesia mencatat ia lahir pada 19 Maret 2004, sehingga masih memiliki ruang panjang untuk mengembangkan kemampuan dan memperbaiki catatan waktunya.

Joko Muliyono, Debutan yang Mulai Menjadi Andalan

Kisah Joko Muliyono di ASEAN Para Games Thailand menunjukkan bahwa perjalanan seorang atlet tidak selalu ditentukan oleh kondisi ideal.

Sempat sakit, harus beristirahat total, dan belum berada dalam kondisi fisik terbaik, Joko tetap memilih turun ke lintasan. Hasilnya, tiga kali bertanding dan tiga kali pula ia membawa pulang medali.

Dua perak dan satu perunggu pada debut internasional menjadi bukti bahwa atlet para-atletik asal Kota Batu tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang lebih jauh.

Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, memperbaiki catatan waktu, dan kembali mendapatkan kepercayaan untuk memperkuat para-atletik Indonesia di ajang internasional.

Dari lintasan Kota Batu hingga podium ASEAN Para Games, perjalanan Joko baru saja memasuki babak yang lebih besar.

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!