Terkini
Kreen Media
Pageant News

Last Walk Opal Suchata di Miss World 2026, Penuh Makna

K
Kreen Media
11 September 2026 1 menit baca
Last Walk Opal Suchata di Miss World 2026, Penuh Makna

Last Walk Opal Suchata di Miss World 2026, Akhiri Era Ratu Thailand dengan Elegan

Satu tahun setelah mencatat sejarah sebagai perempuan Thailand pertama yang memenangkan mahkota Miss World, perjalanan Opal Suchata Chuangsri akhirnya sampai di penghujung masa jabatan.

Momen perpisahan tersebut berlangsung dalam malam final Miss World 2026 di Nha Trang, Vietnam, pada 5 September 2026. Sebelum mahkota berpindah kepada penerusnya, Joheirry Mola dari Republik Dominika, Opal terlebih dahulu menjalani last walk yang menjadi salah satu momen emosional dalam malam final.

Bukan hanya soal penampilan terakhir seorang ratu kecantikan. Last walk Opal Suchata menjadi penanda berakhirnya sebuah era sekaligus penutup perjalanan bersejarah bagi Thailand di panggung Miss World.

Opal Suchata Menutup Masa Jabatan dengan Last Walk

Opal tampil di atas panggung untuk terakhir kalinya sebagai pemegang gelar Miss World 2025. Ia mengenakan strapless dress berwarna putih dengan detail yang memberikan kesan elegan dan anggun.

Momen tersebut terasa semakin istimewa ketika para finalis Miss World 2026 turut berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada Opal. Di panggung yang sama, Julia Morley selaku CEO Miss World Organisation juga hadir untuk menyampaikan apresiasi atas dedikasi Opal selama menjalankan tugas sebagai Miss World.

Bagi pageant lovers, adegan tersebut menjadi simbol bahwa perjalanan seorang Miss World bukan hanya tentang malam kemenangan. Ada pula satu momen penting ketika sang ratu harus menyerahkan mahkotanya dan memberikan kesempatan kepada perempuan lain untuk meneruskan tugas tersebut.

Dari Thailand ke Panggung Dunia

Perjalanan Opal menuju mahkota Miss World sendiri memiliki tempat khusus dalam sejarah kontes kecantikan tersebut.

Pada 31 Mei 2025, Opal Suchata Chuangsri berhasil memenangkan Miss World 2025 di Hyderabad, India. Kemenangan itu menjadikannya perempuan Thailand pertama yang meraih gelar Miss World. Ia mengungguli 107 kontestan lain dalam edisi ke-72 tersebut.

Kemenangan tersebut juga membuat Opal menjadi salah satu figur penting dalam sejarah pageant Thailand. Setelah bertahun-tahun negaranya mengikuti kompetisi internasional, akhirnya mahkota Miss World pertama berhasil dibawa pulang ke Thailand.

Karena itu, ketika Opal Suchata melakukan last walk di Miss World 2026, momen tersebut terasa lebih dari sekadar pergantian gelar.

Ia sedang menutup babak dari sejarah yang sebelumnya belum pernah ditulis oleh perempuan Thailand mana pun.

Satu Tahun Penuh Aktivitas dan Beauty With a Purpose

Selama menyandang gelar Miss World 2025, Opal tidak hanya menjalani agenda yang berkaitan dengan pageant. Ia juga aktif membawa isu sosial yang menjadi bagian dari platform Beauty With a Purpose.

Salah satu fokus utamanya adalah kesadaran dan pencegahan kanker payudara. Isu tersebut memiliki hubungan personal dengan perjalanan hidup Opal dan kemudian menjadi salah satu perhatian yang ia bawa selama menjalankan tugas sebagai Miss World.

Dalam salah satu agenda terakhirnya sebelum berangkat ke Vietnam, Opal bahkan kembali ke almamaternya, Thammasat University. Ia menjadi pembicara dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru yang diikuti sekitar 7.000 mahasiswa dan mengajak mereka untuk mengenali nilai diri serta berani mengambil kesempatan baru.

Aktivitas tersebut memperlihatkan bagaimana masa jabatan Opal tidak hanya diisi dengan panggung dan acara seremonial, tetapi juga berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pendidikan, kesehatan, pemberdayaan perempuan, dan kegiatan sosial.

Busana Tradisional Thailand Jadi Penutup yang Bermakna

Salah satu bagian menarik dari momen last walk Opal Suchata adalah penampilannya ketika proses penobatan penerus berlangsung.

Setelah tampil dalam balutan gaun putih, Opal kemudian mengenakan busana tradisional Thailand. Pergantian busana tersebut memberikan nuansa berbeda sekaligus memperkuat identitas yang selama ini ia bawa sebagai wakil Thailand di panggung dunia.

Jika gaun putih merepresentasikan elegansi seorang pemegang mahkota, busana tradisional Thailand menjadi pengingat tentang asal-usul perempuan yang berhasil menciptakan sejarah tersebut.

Opal pun menutup masa jabatannya bukan hanya sebagai seorang ratu kecantikan, tetapi juga sebagai perempuan Thailand yang berhasil membawa nama negaranya ke posisi tertinggi dalam sejarah Miss World.

Mahkota Berpindah kepada Joheirry Mola

Setelah perjalanan Opal berakhir, perhatian kemudian beralih kepada penerusnya.

Joheirry Mola dari Republik Dominika berhasil memenangkan Miss World 2026 dalam final di Vietnam. Ia menjadi perempuan kedua dari Republik Dominika yang meraih mahkota Miss World setelah Mariasela Álvarez memenangkan gelar tersebut pada 1982.

Opal pun menjadi sosok yang menyerahkan mahkota kepada Joheirry. Pergantian tersebut menjadi simbol pergantian generasi di panggung Miss World, dari ratu pertama Thailand kepada wakil Republik Dominika yang kembali membawa negaranya ke puncak setelah lebih dari empat dekade.

Dengan demikian, last walk Opal Suchata di Miss World 2026 bukan sekadar penampilan terakhir seorang reigning queen.

Ini adalah akhir dari perjalanan seorang perempuan yang membuat sejarah bagi Thailand, menjalankan satu tahun penuh agenda sosial, dan akhirnya menyerahkan mahkota kepada penerusnya dengan tetap membawa identitas negaranya.

Opal Suchata mungkin sudah tidak lagi menyandang mahkota Miss World, tetapi statusnya sebagai perempuan Thailand pertama yang memenangkan gelar tersebut akan selalu menjadi bagian dari sejarah kompetisi.

Yuk ikuti terus perkembangan paling up to date seputar pageant Indonesia dan internasional hanya di sini

https://media.kreenconnect.com/kategori/pageant