Terkini
Kreen Media
Running

Apakah Sosial Media Bikin Orang Jadi Lebih Rajin Lari?

K
Kreen Media
19 June 2026 1 menit baca
Apakah Sosial Media Bikin Orang Jadi Lebih Rajin Lari?

Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/4602186352516162944/ 

Beberapa tahun terakhir, dunia lari berubah cukup drastis. Dulu, lari identik dengan olahraga yang sepi dan personal.

Sekarang, lari juga jadi bagian dari lifestyle yang sering muncul di media sosial.

Mulai dari upload pace di Strava, race recap di TikTok, sampai outfit running di Instagram.

Pertanyaannya, apakah sosial media benar-benar bikin orang jadi lebih rajin lari?

Jawabannya bisa iya.

Tapi juga bisa sebaliknya.

Di sisi positif, sosial media membuat lari terasa lebih dekat dan relatable. Orang jadi lebih mudah terpapar gaya hidup aktif karena melihat teman, content creator, atau komunitas yang rutin berlari. Buat banyak orang, ini jadi dorongan awal untuk mulai mencoba.

Selain itu, sosial media menciptakan rasa komunitas. Melihat orang lain latihan, ikut race, atau berbagi progres sering kali memicu motivasi. Ada rasa “gue juga pengen mulai”. Bahkan fitur seperti challenge atau sharing hasil lari bisa membantu menjaga konsistensi.

Banyak pelari juga merasa lebih accountable karena aktivitas mereka terlihat. Ketika progres dibagikan, ada dorongan untuk tetap rutin bergerak. Ini yang membuat sebagian orang jadi lebih disiplin dibanding sebelumnya.

Namun, ada sisi lain yang perlu disadari.

Sosial media juga bisa membuat orang terlalu fokus pada validasi. Lari jadi bukan lagi soal kesehatan atau proses, tapi soal upload pace, gear, dan pengakuan dari orang lain. Akibatnya, beberapa orang merasa tertekan untuk terlihat “produktif” terus.

Perbandingan sosial juga sering jadi masalah.

Melihat orang lain lari lebih jauh, lebih cepat, atau ikut race terus-menerus bisa bikin sebagian pelari merasa tertinggal. Padahal, kondisi dan perjalanan setiap orang berbeda.

Karena itu, sosial media sebenarnya hanyalah alat.

Kalau digunakan dengan sehat, itu bisa jadi sumber motivasi dan inspirasi. Tapi kalau terlalu dijadikan standar hidup, justru bisa mengurangi esensi dari lari itu sendiri.

Kesimpulannya, sosial media memang membantu banyak orang jadi lebih rajin lari. Tapi yang membuat seseorang bertahan dalam dunia running bukan algoritma atau likes.

Melainkan kebiasaan dan alasan pribadi kenapa mereka tetap mau bergerak.

Kalau kamu ingin merasakan pengalaman lari di luar sosial media, kamu juga bisa mencoba berbagai event running melalui activ.id sesuai dengan level dan tujuan kamu.