Elisabeth Reynés, 1st Runner-up Miss World 2026 yang Bawa Spanyol ke Posisi Tertinggi
Nama Elisabeth Reynés menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian setelah malam final Miss World 2026. Wakil Spanyol tersebut berhasil keluar sebagai 1st runner-up Miss World 2026, sekaligus menyandang gelar Miss World Eropa 2026.
Pencapaian itu bukan sekadar keberhasilan personal bagi Elisabeth. Posisi runner-up pertama membuatnya mencatatkan salah satu pencapaian terbaik Spanyol dalam sejarah terbaru Miss World. Sebelumnya, Spanyol terakhir kali meraih mahkota melalui Mireia Lalaguna pada Miss World 2015.
Namun, perjalanan Elisabeth menuju posisi tersebut sudah terlihat sejak masa karantina. Ia bukan hanya mengandalkan penampilan, tetapi juga menunjukkan kemampuan dalam sejumlah Fast Track dan membawa isu sosial yang dekat dengan pengalaman pribadinya.
Berawal dari Kepulauan Balearik, Elisabeth Reynés Terpilih sebagai Miss World Spanyol
Elisabeth Reynés Alabern merupakan perempuan asal Mallorca, Kepulauan Balearik, Spanyol. Ia terpilih menjadi Miss World Spain 2026 setelah memenangkan kompetisi nasional yang digelar di San Bartolomé de Tirajana, Gran Canaria, pada 18 April 2026.
Saat itu, Elisabeth berusia 22 tahun. Ia kemudian mendapat kesempatan untuk membawa nama Spanyol dalam edisi ke-73 Miss World yang berlangsung di Vietnam.
Menariknya, latar belakang Elisabeth tidak hanya berkaitan dengan dunia pageant. Ia memiliki pendidikan di bidang akomodasi dan tengah melanjutkan studi Hospitality and Hotel Management di University of the Balearic Islands.
Latar pendidikan tersebut sejalan dengan ketertarikannya terhadap dunia pariwisata, perjalanan, budaya, serta interaksi dengan berbagai masyarakat.
Bukan Sekadar Beauty Queen, Elisabeth Aktif Mengembangkan Kemampuan Bahasa
Salah satu hal yang menjadi kekuatan Elisabeth Reynés Miss World 2026 adalah kemampuan komunikasinya.
Ia menguasai bahasa Spanyol, Katalan, dan Inggris. Selain itu, Elisabeth juga tengah mempelajari bahasa Jerman dan Swedia. Kemampuan tersebut memperlihatkan ketertarikannya untuk mengenal berbagai budaya dan membangun koneksi lintas negara.
Ketertarikan terhadap budaya juga tercermin dari hobinya. Profil resmi Miss World menyebut Elisabeth menyukai desain grafis, fashion, tari, melukis, membaca, memasak, dan traveling.
Ia bahkan memiliki ketertarikan terhadap makanan tradisional Spanyol dan gemar memasak menggunakan bahan organik dari kebunnya.
Konsisten di Fast Track Miss World 2026
Perjalanan Elisabeth Reynés di Miss World 2026 semakin menarik karena ia berhasil menunjukkan performa konsisten selama karantina.
Menurut IDN Times, Elisabeth menjadi semifinalis dalam empat Fast Track, yakni Sport, Multimedia, Top Model, dan Head to Head Challenge. Konsistensi tersebut membuat namanya semakin diperhitungkan menjelang malam final.
Fast Track sendiri menjadi bagian penting dalam perjalanan Miss World karena beberapa kompetisi memberikan jalur otomatis menuju babak selanjutnya. Bagi Elisabeth, keberhasilan menembus beberapa kategori tersebut menunjukkan bahwa daya saingnya tidak hanya berasal dari penampilan fisik.
Kemampuan berbicara, performa, kepribadian, hingga keterlibatan dalam isu sosial menjadi bagian dari perjalanan yang membawanya sampai ke babak akhir.
Pengalaman Pribadi Jadi Kekuatan Advokasi Disleksia
Salah satu sisi paling kuat dari profil Elisabeth Reynés adalah keterlibatannya dalam isu disleksia.
Dalam ajang Miss World 2026, Elisabeth membawa proyek Beauty With a Purpose yang berfokus pada dukungan bagi penyandang disleksia. Ia bahkan ditunjuk sebagai ambassador DISFAM, organisasi yang mendukung orang-orang dengan kesulitan belajar spesifik, termasuk disleksia.
Yang membuat advokasi tersebut semakin personal adalah Elisabeth juga merupakan penyandang disleksia.
Dalam keterlibatannya bersama DISFAM, ia membagikan pengalaman pribadi mengenai tantangan yang dapat dihadapi anak-anak dan anak muda selama proses belajar, baik di sekolah maupun di rumah.
Hal tersebut membuat advokasinya tidak berhenti pada kampanye di atas panggung. Elisabeth menggunakan pengalaman yang dimilikinya untuk meningkatkan perhatian publik terhadap kesulitan belajar dan pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih memahami kebutuhan setiap individu.
Elisabeth Reynés Raih Placement Tertinggi dan Gelar Miss World Eropa
Puncak perjalanan Elisabeth terjadi pada malam grand final Miss World 2026 di Vietnam.
Ia berhasil masuk jajaran finalis teratas dan akhirnya dinobatkan sebagai 1st runner-up Miss World 2026. Gelar tersebut menempatkannya di posisi kedua setelah Joheirry Mola dari Republik Dominika yang keluar sebagai Miss World 2026. Sementara itu, Taanusiya Chetty dari Malaysia menjadi 2nd runner-up.
Elisabeth juga memperoleh gelar Miss World Eropa 2026. Pencapaian tersebut menjadi sorotan karena ia membawa Spanyol kembali ke jajaran teratas Miss World setelah cukup lama menantikan prestasi besar di kompetisi tersebut.
Menariknya, keberhasilan Elisabeth terasa semakin kuat jika melihat perjalanan yang ia bangun sejak awal. Ia datang sebagai perempuan muda dari Kepulauan Balearik dengan latar belakang pendidikan manajemen hotel, kemudian memperluas kemampuannya melalui bahasa dan berbagai aktivitas kreatif.
Di panggung Miss World, ia tidak hanya tampil sebagai representasi kecantikan Spanyol, tetapi juga membawa isu disleksia yang memiliki hubungan langsung dengan kehidupannya.
Pada akhirnya, kisah Elisabeth Reynés 1st runner-up Miss World 2026 memperlihatkan bahwa perjalanan menuju posisi runner-up tidak hanya ditentukan oleh satu malam final. Konsistensi di berbagai Fast Track, kemampuan komunikasi, pendidikan, serta keberanian membawa isu personal ke panggung internasional menjadi bagian dari perjalanan yang mengantarkannya ke posisi runner-up pertama.
Elisabeth Reynés pun meninggalkan Vietnam bukan hanya sebagai 1st runner-up Miss World 2026, tetapi juga sebagai salah satu wakil Spanyol dengan pencapaian paling menonjol dalam sejarah terbaru ajang tersebut.
Yuk ikuti terus perkembangan paling up to date seputar pageant Indonesia dan internasional hanya di sini