Terkini
Kreen Media
Running

Hubungan Detak Jantung dan Rasa Capek Saat Lari

K
Kreen Media
22 June 2026 1 menit baca
Hubungan Detak Jantung dan Rasa Capek Saat Lari

Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/602004675233885160/ 

Banyak pelari mengira rasa capek hanya soal otot.

Padahal sebenarnya, salah satu faktor paling besar datang dari bagaimana jantung bekerja selama tubuh bergerak.

Semakin tinggi intensitas lari, semakin keras juga kerja jantung untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh.

Dan di situlah hubungan antara detak jantung dan rasa capek mulai terasa.

Saat kamu mulai berlari, otot membutuhkan lebih banyak oksigen untuk menghasilkan energi. Untuk memenuhi kebutuhan itu, jantung meningkatkan denyutnya agar aliran darah menjadi lebih cepat. Semakin berat effort yang dilakukan, semakin tinggi juga detak jantungnya.

Itulah kenapa saat pace mulai terlalu cepat, napas terasa lebih berat dan tubuh mulai cepat lelah. Tubuh sedang bekerja di intensitas yang lebih tinggi dari biasanya.

Menariknya, rasa capek tidak selalu muncul karena jarak jauh. Kadang baru lari sebentar saja sudah terasa berat karena detak jantung langsung naik terlalu tinggi. Ini sering terjadi kalau pace terlalu agresif di awal, kurang recovery, cuaca panas, atau kondisi tubuh belum fit.

Dalam dunia running, detak jantung sering dipakai sebagai indikator effort. Karena tubuh bisa saja merasa “baik-baik saja”, tapi sebenarnya jantung sudah bekerja terlalu keras. Sebaliknya, ada juga kondisi di mana pace terasa lambat, tapi effort tubuh tetap tinggi karena faktor kelelahan atau kurang tidur.

Makanya banyak pelari mulai memperhatikan heart rate zone saat latihan. Tujuannya bukan sekadar melihat angka, tapi memahami seberapa besar effort yang sedang dikeluarkan tubuh.

Kalau detak jantung terlalu tinggi terus-menerus, tubuh akan lebih cepat masuk ke fase lelah. Energi terkuras lebih cepat, napas tidak stabil, dan recovery jadi lebih berat. Sedangkan ketika detak jantung lebih terkontrol, tubuh bisa menjaga endurance lebih lama.

Namun, penting juga untuk dipahami bahwa setiap orang punya heart rate yang berbeda. Angka yang terasa berat untuk satu orang belum tentu sama untuk orang lain. Karena itu, memahami respons tubuh sendiri jauh lebih penting daripada sekadar membandingkan angka.

Kesimpulannya, rasa capek saat lari sangat berkaitan dengan bagaimana jantung bekerja memenuhi kebutuhan energi tubuh. Semakin tinggi effort, semakin besar kerja jantung, dan semakin besar juga rasa lelah yang muncul.

Karena itu, belajar mengatur pace dan memahami detak jantung bisa membantu lari terasa lebih efisien dan terkontrol.

Kalau kamu ingin menguji endurance dan pacing kamu di kondisi race sesungguhnya, kamu juga bisa menemukan berbagai event lari melalui activ.id sesuai dengan level dan target kamu.