Kholidin Konsisten Bawa Indonesia Podium World Archery 2026
Kholidin Konsisten di Mixed Team Recurve, 3 Kali Bawa Indonesia ke Podium World Archery 2026
Nama Kholidin kembali menjadi salah satu tumpuan para panahan Indonesia di panggung internasional. Sepanjang rangkaian Hyundai World Archery Para Series 2026, pemanah Indonesia tersebut menunjukkan konsistensi ketika turun di nomor Para Recurve Mixed Team.
Menariknya, Kholidin mampu membangun chemistry dengan pasangan yang berbeda. Bersama Riyanti Ananda, ia meraih medali emas di Bangkok. Sementara bersama Noviera Ross, Kholidin kembali mengamankan medali perak di Nove M?sto dan Ahmedabad.
Rangkaian hasil tersebut memperlihatkan bahwa kekuatan Indonesia di nomor mixed team recurve tidak hanya bergantung pada satu pasangan. Kholidin menjadi salah satu sosok yang terus menjaga peluang Merah Putih untuk bersaing di papan atas.
Emas Bersama Riyanti Ananda di Bangkok
Perjalanan Kholidin di nomor mixed team recurve World Archery Para Series 2026 dimulai dengan hasil gemilang di Bangkok.
Pada seri pertama yang berlangsung pada 31 Maret hingga 4 April 2026, Kholidin berpasangan dengan debutan Riyanti Ananda. Keduanya tampil impresif sejak babak kualifikasi dan menempati posisi kedua dengan total 1.187 poin.
Performa tersebut membawa Indonesia ke pertandingan perebutan medali emas.
Di final, Kholidin dan Riyanti berhadapan dengan pasangan Thailand Phattharaphon Pattawaeo dan Hanreuchai Netsiri. Indonesia akhirnya menang dengan skor 6-2 dan membawa pulang emas.
Hasil tersebut menjadi pencapaian spesial bagi Riyanti karena World Archery Para Series Bangkok merupakan event resmi internasional pertamanya. Sementara bagi Kholidin, kemenangan itu semakin mempertegas pengalamannya sebagai salah satu andalan para panahan Indonesia.
Chemistry Berlanjut Bersama Noviera Ross
Pada seri berikutnya di Nove M?sto, Republik Ceko, Kholidin kembali mencapai podium, tetapi kali ini dengan pasangan berbeda.
Ia berduet dengan Noviera Ross di nomor mixed team recurve. Keduanya berhasil mengamankan medali perak, sekaligus menambah koleksi podium Indonesia dalam rangkaian World Archery Para Series 2026. Kompetisi di Nove M?sto berlangsung pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026.
Hasil tersebut menarik karena menunjukkan kemampuan Kholidin untuk beradaptasi dengan partner yang berbeda.
Setelah sebelumnya meraih emas bersama Riyanti Ananda, ia mampu kembali membangun kombinasi kompetitif bersama Noviera Ross.
Bagi nomor beregu campuran, kemampuan membangun ritme dan konsistensi antarpemanah menjadi salah satu faktor penting. Karena itu, keberhasilan Kholidin mempertahankan performanya bersama dua pasangan berbeda menjadi catatan menarik bagi perkembangan mixed team recurve Indonesia.
Kholidin-Noviera Kembali ke Podium di Ahmedabad
Konsistensi tersebut berlanjut pada seri ketiga Hyundai World Archery Para Series 2026 di Ahmedabad, India.
Pada babak kualifikasi nomor Para Recurve Mixed Team, pasangan Noviera Ross dan Kholidin mencatat total 1.244 poin. Raihan tersebut menempatkan Indonesia di posisi kedua, hanya berada di bawah Iran yang mengumpulkan 1.249 poin.
Hasil itu menjadi modal penting bagi Indonesia untuk melanjutkan perjuangan di fase perebutan medali.
World Archery sendiri menyebut Kholidin sebagai salah satu pemanah berpengalaman Indonesia yang tampil kuat di Ahmedabad. Ia juga berhasil menembus final nomor individu recurve putra setelah mencatat 641 poin di babak kualifikasi.
Dengan demikian, Ahmedabad kembali menjadi panggung penting bagi Kholidin. Ia tidak hanya bersaing di nomor individu, tetapi juga menjaga performa Indonesia di nomor mixed team recurve bersama Noviera.
Tiga Seri, Dua Pasangan, Tetap Konsisten
Jika melihat perjalanan Kholidin sepanjang 2026, ada satu pola yang cukup menarik.
Bangkok:
Kholidin + Riyanti Ananda ? Emas ????
Nove M?sto:
Kholidin + Noviera Ross ? Perak ????
Ahmedabad:
Kholidin + Noviera Ross ? Perak ????
Artinya, Kholidin berhasil membawa Indonesia ke podium dalam tiga seri World Archery Para Series 2026 pada nomor mixed team recurve, dengan satu emas dan dua perak.
Catatan ini semakin menarik karena raihan tersebut datang bersama dua pasangan berbeda. Chemistry dengan Riyanti menghasilkan gelar juara di Bangkok, sedangkan duet bersama Noviera kemudian menghasilkan dua medali perak di seri berikutnya.
Konsistensi ini juga memperlihatkan kedalaman sektor para panahan Indonesia. Selain mengandalkan kemampuan individu, Indonesia memiliki beberapa kombinasi yang mampu bersaing dalam nomor beregu campuran.
Jadi Modal Menuju Asian Para Games 2026
Rangkaian World Archery Para Series 2026 juga memiliki arti penting karena berlangsung menjelang Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 di Jepang.
World Archery menyebut seri Ahmedabad sebagai salah satu kesempatan penting bagi para pemanah Asia untuk menguji kemampuan sebelum tampil di ajang kontinental tersebut. Kompetisi Ahmedabad diikuti 109 pemanah dari 19 negara dan menjadi seri ketiga dari rangkaian World Archery Para Series 2026.
Bagi Kholidin dan para pemanah Indonesia, pengalaman dari Bangkok, Nove M?sto, hingga Ahmedabad tentu menjadi modal berharga.
Bukan hanya soal jumlah medali, tetapi juga kesempatan untuk menguji strategi, menjaga konsistensi, serta membangun chemistry dengan partner di nomor beregu.
Terlebih, Asian Para Games 2026 menjadi salah satu agenda besar yang akan mempertemukan para atlet para terbaik di kawasan Asia.
Kholidin Jadi Salah Satu Andalan Indonesia
Perjalanan Kholidin sepanjang World Archery Para Series 2026 menunjukkan bahwa dirinya masih menjadi salah satu figur penting dalam skuad para panahan Indonesia.
Bersama Riyanti Ananda, ia mampu meraih emas. Bersama Noviera Ross, ia kembali dua kali naik podium dengan medali perak.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa kekuatan Kholidin bukan hanya terletak pada performa individu, tetapi juga kemampuannya beradaptasi dan membangun kerja sama di nomor mixed team recurve.
Dengan persaingan menuju Asian Para Games 2026 yang semakin dekat, performa tersebut menjadi sinyal positif bagi Indonesia. Jika konsistensi bisa terus dipertahankan, Kholidin dan sektor mixed team recurve Indonesia berpotensi kembali menjadi salah satu nomor yang patut diperhitungkan di panggung Asia.
Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!