Terkini
Kreen Media
Running

Kopi Sebelum Lari: Bantu Performa atau Malah Bikin Lemas?

K
Kreen Media
20 July 2026 1 menit baca
Kopi Sebelum Lari: Bantu Performa atau Malah Bikin Lemas?

Sumber Foto ; https://id.pinterest.com/pin/4611615774625756160/ 

Buat banyak pelari, kopi dan lari itu kombinasi yang sulit dipisahkan.

Ada yang merasa belum “nyala” kalau belum minum kopi sebelum morning run.

Tapi ada juga yang justru merasa jantung terlalu berdebar, cepat capek, atau perut tidak nyaman setelah ngopi sebelum lari.

Jadi sebenarnya, kopi sebelum lari itu membantu atau malah bikin lemas?

Jawabannya tergantung dosis, kondisi tubuh, dan timing-nya.

Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulant. Saat masuk ke tubuh, kafein membantu meningkatkan fokus, kewaspadaan, dan mengurangi rasa lelah sementara. Karena itu, banyak pelari merasa energi mereka lebih “hidup” setelah minum kopi sebelum latihan atau race.

Dalam dunia olahraga, kafein memang cukup sering digunakan untuk membantu performa endurance. Efeknya bisa membuat effort terasa lebih ringan sehingga tubuh terasa lebih siap untuk bergerak lebih lama.

Namun, efek kopi tidak selalu sama untuk semua orang.

Bagi sebagian pelari, kopi sebelum lari justru membuat detak jantung naik terlalu cepat. Akibatnya tubuh terasa lebih tegang dan napas jadi kurang nyaman, terutama kalau pace langsung agresif sejak awal.

Selain itu, kopi juga bisa memicu masalah pencernaan. Ini salah satu alasan kenapa banyak pelari takut terlalu banyak minum kopi sebelum race. Perut bisa terasa tidak stabil, apalagi kalau diminum dalam kondisi kosong atau terlalu dekat dengan waktu lari.

Ada juga kondisi di mana kopi malah bikin tubuh terasa lemas setelah efek awalnya turun. Biasanya ini terjadi kalau konsumsi kafein terlalu tinggi atau tubuh kurang tidur sebelumnya. Energi terasa naik sebentar, lalu drop lebih cepat.

Karena itu, timing dan jumlah kopi jadi penting.

Banyak pelari memilih minum kopi sekitar 30–60 menit sebelum lari dengan dosis yang tidak berlebihan. Tujuannya agar efek kafein mulai terasa saat tubuh mulai bergerak.

Yang paling penting sebenarnya adalah mengenali respons tubuh sendiri. Ada orang yang cocok lari setelah espresso. Ada juga yang lebih nyaman tanpa kopi sama sekali.

Kesimpulannya, kopi sebelum lari bisa membantu meningkatkan fokus dan energi kalau digunakan dengan tepat. Tapi kalau berlebihan atau tubuh tidak cocok, efeknya justru bisa mengganggu performa dan kenyamanan saat berlari.

Karena dalam running, yang paling penting bukan sekadar ikut kebiasaan orang lain.

Tapi memahami apa yang benar-benar cocok buat tubuh kamu sendiri.

Kalau kamu ingin mencoba strategi nutrisi dan pacing di kondisi race sesungguhnya, kamu juga bisa menemukan berbagai event running melalui activ.id sesuai dengan target dan level kamu.