Terkini
Kreen Media
Running

Lari Saat Kurang Tidur: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kamu?

K
Kreen Media
10 June 2026 1 menit baca
Lari Saat Kurang Tidur: Apa yang Terjadi pada Tubuh Kamu?

Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/643029653082006897/ 

Ada kalanya kamu tetap lari meskipun tidur tidak cukup.

Entah karena jadwal padat, begadang, atau memang sudah terbiasa push diri.

Sekilas terasa “biasa aja”.

Tapi sebenarnya, tubuh sedang bekerja dalam kondisi yang tidak ideal.

Kurang tidur bukan cuma bikin ngantuk, tapi juga memengaruhi hampir semua aspek performa saat lari.

Saat kamu kurang tidur, sistem saraf belum pulih sepenuhnya. Koordinasi tubuh jadi tidak seoptimal biasanya. Ini yang membuat langkah terasa kurang stabil, respon lebih lambat, dan risiko kesalahan gerak meningkat. Hal kecil seperti salah pijakan bisa jadi lebih sering terjadi.

Dari sisi fisik, energi yang tersedia juga tidak maksimal. Tubuh belum sepenuhnya mengisi ulang cadangan energi setelah aktivitas sebelumnya. Akibatnya, kamu bisa merasa lebih cepat lelah meskipun jarak yang ditempuh sama. Pace yang biasanya terasa ringan bisa tiba-tiba terasa berat.

Kurang tidur juga memengaruhi sistem pernapasan dan detak jantung. Tubuh cenderung bekerja lebih keras untuk mencapai effort yang sama. Inilah kenapa kamu bisa merasa lebih cepat ngos-ngosan dibanding kondisi normal.

Selain itu, ada dampak ke hormon. Kurang tidur bisa meningkatkan hormon stres seperti kortisol. Dalam kondisi ini, tubuh lebih sulit recovery dan lebih rentan terhadap kelelahan. Kalau dilakukan terus-menerus, ini bisa berdampak ke penurunan performa secara keseluruhan.

Dari sisi mental, fokus juga menurun. Lari yang biasanya terasa ringan bisa terasa lebih berat karena pikiran tidak sepenuhnya “hadir”. Ini memengaruhi ritme, motivasi, dan bahkan keputusan saat berlari.

Meski begitu, bukan berarti kamu tidak boleh lari sama sekali saat kurang tidur. Yang perlu diubah adalah ekspektasi. Turunkan intensitas, jangan memaksakan pace, dan fokus ke menjaga tubuh tetap aktif tanpa membebani berlebihan.

Lari dalam kondisi kurang tidur sebaiknya dianggap sebagai recovery run, bukan sesi performa.

Kesimpulannya, tidur adalah bagian penting dari performa lari. Tanpa recovery yang cukup, tubuh tidak akan bekerja optimal. Lari tetap bisa dilakukan, tapi harus dengan penyesuaian.

Kalau kamu ingin merasakan performa terbaik saat race atau latihan, kualitas tidur tidak bisa diabaikan. Dan ketika kamu sudah berada di kondisi optimal, kamu bisa mencoba ikut event lari untuk menguji kemampuan kamu. Kamu juga bisa menemukan berbagai pilihan event melalui activ.id sesuai dengan target kamu.