Novia Mawarni Ayu Ningsih, dari Coba-Coba hingga Raih Perak ASEAN Para Games
Bagi Novia Mawarni Ayu Ningsih, perjalanan sebagai atlet para atletik tidak dimulai dengan target besar. Ia justru mengenal dunia balap kursi roda dari sebuah keputusan sederhana untuk mencoba pada 2017.
Beberapa tahun kemudian, langkah tersebut membawanya ke panggung internasional. Novia berhasil mempersembahkan medali perak nomor 100 meter T54 untuk Indonesia pada ASEAN Para Games Thailand 2025, yang penyelenggaraannya berlangsung pada Januari 2026.
Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan atlet asal Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tersebut. Sebelumnya, Novia telah membangun rekam jejak melalui berbagai kompetisi nasional hingga akhirnya mendapat kepercayaan memperkuat Indonesia di ajang Asia Tenggara.
Berawal dari Coba-Coba pada 2017
Perjalanan Novia Mawarni Ayu Ningsih di dunia balap kursi roda bermula pada 2017. Saat itu, ia belum memiliki target untuk menjadikan olahraga sebagai karier profesional.
Namun, pengalaman mengikuti pertandingan dan meraih medali di sejumlah kejuaraan daerah perlahan mengubah pandangannya. Prestasi tersebut membuat Novia semakin tertarik untuk serius menjalani kehidupan sebagai atlet.
Dari yang awalnya hanya mencoba, Novia kemudian mengikuti pembinaan dan berkembang hingga masuk dalam pemusatan latihan nasional atau pelatnas.
Perjalanan tersebut menjadi pintu bagi Novia untuk mendapatkan kesempatan mengenakan seragam Indonesia di kompetisi internasional.
Bagi seorang atlet yang sebelumnya memulai dari sekadar mencoba, tampil di ASEAN Para Games Thailand 2025 menjadi tahap baru dalam perjalanan kariernya. ANTARA mencatat, ajang tersebut merupakan pengalaman pertama Novia membawa nama Indonesia di tingkat internasional.
Modal Dua Emas Peparnas Solo 2024
Sebelum menjalani debut di ASEAN Para Games, Novia sudah memiliki catatan prestasi di tingkat nasional.
Pada Peparnas XVII Solo 2024, Novia berhasil meraih dua medali emas dari nomor 100 meter dan 200 meter. Ia juga membawa pulang medali perunggu pada nomor 400 meter.
Catatan tersebut menjadi salah satu modal bagi Novia sebelum menghadapi persaingan di Thailand. Apalagi, nomor yang diikutinya pada ASEAN Para Games 2025 mencakup 100 meter, 200 meter, dan 400 meter.
Perkembangan itu menunjukkan bagaimana perjalanan Novia Mawarni berlangsung secara bertahap. Pengalaman di level daerah membawanya menuju kompetisi nasional, sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan tampil di pentas Asia Tenggara.
Debut Internasional Berbuah Medali Perak
Kesempatan pertama Novia di ASEAN Para Games kemudian menghasilkan capaian yang cukup penting dalam perjalanan kariernya.
Turun di nomor Women’s 100m T54, Novia berhasil finis dengan raihan medali perak.
NPC Indonesia mencatat nama Novia Mawarni Ayu Ningsih sebagai salah satu peraih medali dari cabang para atletik Indonesia pada ASEAN Para Games 2025.
Medali tersebut sekaligus menambah daftar pencapaian Novia setelah sebelumnya meraih tiga medali pada Peparnas XVII Solo 2024.
Dengan demikian, perjalanan Novia Mawarni Ayu Ningsih di arena internasional tidak berhenti sebagai debut semata. Penampilan perdananya langsung menghasilkan medali bagi Indonesia.
Fokus pada Persiapan dan Mental Bertanding
Menjelang keberangkatan ke Thailand, persiapan Novia tidak hanya berfokus pada kemampuan fisik.
Dalam persiapannya, ia juga memberikan perhatian terhadap mental bertanding, stamina, serta upaya menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dan terhindar dari cedera.
Hal tersebut menjadi bagian penting karena Novia harus menghadapi kompetisi internasional untuk pertama kalinya.
Menariknya, sebelum pertandingan, Novia tidak ingin terlalu terbebani oleh target medali. Ia lebih memilih berusaha maksimal dan menerima apa pun hasil yang diperoleh setelah memberikan perjuangan terbaiknya.
Sikap tersebut menjadi bagian dari proses Novia dalam menghadapi debut internasionalnya.
Dari Kutai Kartanegara ke Panggung Asia Tenggara
Perjalanan Novia Mawarni Ayu Ningsih menjadi gambaran bagaimana karier seorang atlet dapat berkembang dari pengalaman yang sederhana.
Dimulai dari mencoba balap kursi roda pada 2017, Novia kemudian mengumpulkan pengalaman bertanding, meraih prestasi di tingkat daerah, tampil di Peparnas, masuk pelatnas, hingga akhirnya dipercaya membela Indonesia di ASEAN Para Games.
Kini, medali perak 100 meter T54 menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan tersebut.
Bagi Novia, pencapaian ini bukan hanya tentang satu medali. Perjalanan menuju podium juga memperlihatkan proses panjang seorang atlet dalam menemukan keseriusan, membangun pengalaman, dan kemudian mendapatkan kesempatan tampil di panggung internasional.
Novia Mawarni Ayu Ningsih pun kini memiliki pengalaman internasional yang dapat menjadi bagian dari perjalanan berikutnya bersama para atletik Indonesia.