Para Panahan Indonesia Raih Medali Perak Pertama di Asian Para Games 2026
Para panahan Indonesia raih medali perak Asian Para Games 2026 melalui pasangan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah. Hasil ini menjadi pencapaian bersejarah karena untuk pertama kalinya Indonesia membawa pulang medali perak dari cabang para panahan sepanjang keikutsertaannya di ajang olahraga multicabang terbesar bagi atlet disabilitas di Asia tersebut.
Ken dan Arif meraih medali perak nomor ganda putra compound pada Asian Para Games 2026 di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Jepang, Rabu (21/10/2026). Keduanya harus mengakui keunggulan pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee dan Comsan Singpirom, dengan skor 147-150 pada partai final. Meski belum berhasil membawa pulang emas, hasil tersebut melampaui target awal tim pelatih yang membidik medali perunggu.
Capaian ini sekaligus memperlihatkan perkembangan para panahan Indonesia. Di balik medali perak tersebut, ada pasangan yang relatif baru dibentuk, tetapi mampu melewati persaingan ketat hingga mencapai partai puncak.
Ken dan Arif, Pasangan Baru yang Langsung Menembus Final
Medali perak di Nagoya menjadi pencapaian istimewa bagi Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah. Keduanya baru mulai berkompetisi sebagai pasangan pada 2025 dan menjalani debut bersama di Beijing pada Juli tahun yang sama. Artinya, pengalaman mereka sebagai duet belum genap dua tahun ketika tampil di Asian Para Games 2026.
Meski demikian, Ken dan Arif mampu menunjukkan performa kompetitif sejak babak awal. Mereka mengalahkan pasangan Kazakhstan, Arlan Ateibekov dan Alexandr Medvedev, dengan skor 154-148 pada perempat final.
Tantangan semakin berat ketika memasuki semifinal. Menghadapi pasangan India, Toman Kumar dan Shyam Sunder Swami, Ken dan Arif harus berjuang hingga selisih satu poin. Mereka akhirnya menang dengan skor 156-155, sekaligus mengamankan tiket menuju final.
Di partai perebutan emas, pasangan Indonesia kembali menghadapi persaingan ketat. Ken dan Arif sempat memberikan perlawanan kepada wakil Thailand, tetapi lawan menutup pertandingan dengan skor 150-147. Thailand pun membawa pulang emas, sedangkan Indonesia mengamankan perak dan China meraih perunggu.
Tantangan Angin di Panggung Final
Selain menghadapi lawan yang tangguh, Ken dan Arif juga harus beradaptasi dengan kondisi lapangan yang berbeda. Pelatih para panahan Indonesia, Rameez Ali Surya Negara, menjelaskan bahwa pergerakan angin di arena final berbeda dari kondisi saat babak kualifikasi.
Perubahan arah dan kecepatan angin menjadi salah satu tantangan dalam pertandingan panahan karena dapat memengaruhi arah anak panah. Arif pun merasakan perbedaan tekanan ketika tampil di partai final dibandingkan saat bertanding pada babak kualifikasi.
Bagi Arif, Asian Para Games 2026 juga menjadi pengalaman pertamanya tampil di ajang multicabang tersebut. Pengalaman menghadapi tekanan final menjadi bagian penting dari proses pembelajaran untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Rameez mengapresiasi perjuangan kedua atlet yang berhasil mencapai final. Menurutnya, hasil tersebut sudah melampaui target awal tim yang berharap meraih perunggu dari nomor ganda putra compound.
Pencapaian ini juga menjadi modal bagi Ken dan Arif untuk meningkatkan performa. Konsistensi menembus semifinal di sejumlah kompetisi sebelumnya menjadi bekal untuk terus mengejar hasil lebih baik di tingkat internasional.
Dari Perunggu ke Perak, Perkembangan Para Panahan Indonesia
Keberhasilan Ken dan Arif tidak berdiri sendiri dalam perjalanan para panahan Indonesia. Pada Asian Para Games Hangzhou 2022, Indonesia untuk pertama kalinya meraih medali dari cabang olahraga ini dengan membawa pulang dua perunggu.
Empat tahun kemudian, Indonesia kembali mencatat kemajuan melalui medali perak nomor ganda putra compound. Hasil tersebut menunjukkan perkembangan prestasi yang layak menjadi bekal untuk memperkuat persiapan menuju kompetisi berikutnya.
Meski demikian, pencapaian di Nagoya bukan berarti perjalanan para panahan Indonesia telah selesai. Tim masih perlu memperkuat aspek teknik, kedisiplinan, adaptasi terhadap kondisi lapangan, serta kesiapan mental saat menghadapi pertandingan bertekanan tinggi.
Pelatih Rameez menekankan pentingnya faktor teknik, disiplin, dan mental dalam membangun prestasi atlet. Pengalaman bertanding di final diharapkan membantu Ken dan Arif semakin matang ketika menghadapi lawan-lawan kuat pada turnamen selanjutnya.
Menatap Target Berikutnya hingga Paralimpiade Los Angeles 2028
Setelah mencetak sejarah di Asian Para Games 2026, Ken dan Arif memiliki target lebih besar pada kompetisi mendatang. Ken menyampaikan harapannya untuk meraih medali emas nomor ganda putra compound pada ASEAN Para Games di Malaysia.
Selain itu, Kejuaraan Dunia juga menjadi salah satu agenda penting yang mereka nantikan. Ajang tersebut membuka kesempatan bagi atlet untuk memperebutkan tiket menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Target tersebut tentu membutuhkan persiapan yang berkelanjutan. Pengalaman di Asian Para Games menjadi bekal untuk mengevaluasi performa, meningkatkan kekompakan pasangan, dan memperkuat kesiapan menghadapi situasi pertandingan yang berbeda.
Medali perak Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah pada akhirnya bukan sekadar tambahan prestasi bagi kontingen Indonesia. Hasil tersebut menjadi tonggak baru bagi para panahan nasional sekaligus bukti bahwa pasangan yang masih relatif muda dapat bersaing hingga final di level Asia.
Perjalanan menuju prestasi yang lebih tinggi masih panjang. Namun, sejarah yang tercipta di Nagoya memberikan modal penting bagi para panahan Indonesia untuk terus berkembang dan membidik pencapaian berikutnya.
Baca Juga
Indonesia Raih 8 Emas Asian Para Games 2026, Lampaui Target
Junaedi Naik Kelas, Para Judo Indonesia Raih Dua Medali di Asian Para Games 2026
Barce Layaba Bangkit dari Keraguan, Raih Perunggu Asian Para Games 2026