Peran Gula dan Karbohidrat Saat Lari: Sumber Energi yang Sering Disalahpahami
Sumber Foto : https://id.pinterest.com/pin/18507048441061321/
Banyak pelari menghindari gula karena dianggap tidak sehat.
Di sisi lain, ada juga yang sengaja mengandalkannya saat lari.
Jadi sebenarnya, gula dan karbohidrat itu penting atau justru harus dihindari?
Jawabannya tidak sesederhana “baik” atau “buruk”. Dalam konteks lari, keduanya punya peran yang sangat penting, terutama sebagai sumber energi utama.
Karbohidrat sebagai Bahan Bakar Utama
Saat kamu berlari, tubuh membutuhkan energi untuk menjaga gerakan tetap stabil.
Sumber energi paling cepat dan efisien berasal dari karbohidrat yang disimpan dalam bentuk glikogen di otot dan hati.
Selama lari dengan intensitas sedang hingga tinggi, tubuh akan lebih banyak menggunakan karbohidrat dibanding lemak.
Itulah kenapa ketika cadangan ini habis, kamu mulai merasa sangat lelah.
Gula: Energi Cepat yang Langsung Dipakai
Gula sebenarnya adalah bentuk sederhana dari karbohidrat.
Saat dikonsumsi, gula bisa lebih cepat diserap tubuh dan langsung digunakan sebagai energi.
Inilah alasan kenapa banyak pelari menggunakan minuman isotonik atau gel energi saat lari jarak jauh.
Gula membantu menjaga level energi tetap stabil, terutama saat cadangan glikogen mulai menipis.
Apa yang Terjadi Kalau Kekurangan Karbohidrat
Ketika tubuh kehabisan karbohidrat, performa akan turun drastis.
Kamu akan merasa lemas, pace menurun, dan sulit mempertahankan ritme.
Dalam dunia lari, kondisi ini sering disebut “bonking” atau kehabisan energi total.
Tubuh memang bisa menggunakan lemak sebagai alternatif, tapi prosesnya lebih lambat dan tidak seefisien karbohidrat.
Bukan Berarti Harus Berlebihan
Meskipun penting, konsumsi gula dan karbohidrat tetap harus seimbang.
Terlalu banyak gula tanpa kontrol justru bisa menyebabkan lonjakan energi yang tidak stabil.
Begitu juga dengan makan terlalu dekat dengan waktu lari, bisa membuat perut tidak nyaman.
Kuncinya adalah timing dan jumlah yang tepat.
Kesimpulan
Gula dan karbohidrat bukan musuh dalam lari.
Justru keduanya adalah sumber energi utama yang membantu kamu menjaga performa.
Yang penting bukan menghindari, tapi memahami kapan dan bagaimana menggunakannya.
Kalau kamu ingin merasakan bagaimana manajemen energi ini bekerja dalam kondisi race, kamu bisa mencoba ikut event lari. Kamu juga bisa menemukan berbagai pilihan event melalui activ.id sesuai dengan level dan target kamu.
Baca Juga
Bekasi Marathon 2026: Tantangan Lengkap dari 5K hingga Full Marathon di Kota Harapan Indah
Dari Obesitas ke Garis Finish: Kisah Pelari yang Berhasil Mengubah Hidup Setelah Turun Puluhan Kilogram
Kenapa Kenya Selalu Melahirkan Pelari Hebat? Rahasianya Ternyata Bukan Cuma Bakat