Cici Juliani-Sella Raih Emas ASEAN Para Games 2025
Sumber: @kabarsports_id
Kontingen Indonesia kembali menambah koleksi medali emas dari cabang para tenis meja ASEAN Para Games 2025 Thailand. Kali ini, giliran pasangan Cici Juliani dan Sella Dwi Radayana yang berhasil berdiri di podium tertinggi melalui nomor ganda putri kelas TT20.
Kemenangan tersebut menjadi salah satu penutup manis bagi perjuangan tim para tenis meja Indonesia di ajang yang berlangsung di Thailand. Cici dan Sella menjadi pasangan Indonesia yang sukses mengamankan emas dari nomor ganda putri TT20, sekaligus memperlihatkan bahwa sektor ganda turut menjadi kekuatan penting Merah Putih.
Bagi Cici, prestasi tersebut memiliki arti khusus karena dirinya merupakan atlet asal Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Sementara bagi Sella, medali emas ini menjadi tambahan berharga setelah sebelumnya ia harus puas dengan medali perak pada nomor tunggal putri TT10.
Perjalanan keduanya menuju podium juara pun memiliki cerita masing-masing.
Duet Cici dan Sella Jadi Kekuatan di TT20
Nomor yang diikuti Cici Juliani dan Sella Dwi Radayana adalah Women's Doubles TT20 atau ganda putri TT20. Kategori tersebut merupakan bagian dari nomor para tenis meja yang mempertandingkan atlet dengan klasifikasi disabilitas intelektual.
Berbeda dengan nomor tunggal, pertandingan ganda membutuhkan kerja sama yang kuat. Setiap pemain harus mampu membaca permainan pasangan, menentukan kapan menyerang, serta menjaga ritme agar tidak memberikan celah kepada lawan.
Chemistry menjadi salah satu faktor penting dalam nomor seperti ini. Kemampuan individu yang bagus harus dipadukan dengan komunikasi dan strategi permainan yang tepat.
Cici dan Sella mampu menunjukkan kombinasi tersebut hingga akhirnya membawa pulang medali emas untuk Indonesia.
Prestasi itu sekaligus memperkuat catatan para tenis meja Indonesia yang tampil impresif sepanjang ASEAN Para Games 2025. Pada penghujung kompetisi, Indonesia menambah dua emas dari nomor ganda, yakni Cici Juliani/Sella Dwi Radayana di ganda putri TT20 serta Komet Akbar/Banyu Tri Mulyo di ganda putra TT18.
Sella Dwi Radayana Bangkit Setelah Gagal di Final Tunggal
Sebelum berpasangan dengan Cici di nomor ganda putri, Sella Dwi Radayana lebih dulu menghadapi perjuangan berat di sektor tunggal.
Sella tampil di final tunggal putri kelas TT10 dan berhadapan dengan wakil Malaysia, Wong Sze Gloria Gracia. Pertandingan berlangsung ketat hingga lima gim, tetapi Sella akhirnya kalah dengan skor 2-3.
Menariknya, Sella sempat tertinggal dalam dua gim pertama. Ia kemudian mampu bangkit dan menyamakan kedudukan. Bahkan, gim keempat berlangsung sangat ketat hingga deuce sebelum Sella menang 13-11. Sayangnya, momentum tersebut tidak berlanjut pada gim kelima sehingga ia harus menerima medali perak.
Hasil tersebut tentu bukan target awal Sella. Ia sebelumnya dikenal sebagai salah satu atlet yang konsisten menyumbangkan emas untuk Indonesia dalam ajang ASEAN Para Games.
Sella bahkan telah mengikuti ASEAN Para Games sejak debut pada 2011. Dalam dua edisi sebelumnya, ia masing-masing berhasil menyumbangkan empat medali emas untuk Indonesia.
Karena itu, emas bersama Cici di nomor ganda putri TT20 menjadi momentum penting untuk menutup perjuangannya di Thailand dengan hasil positif.
Cici Juliani Bawa Nama Ketapang ke Panggung Internasional
Di sisi lain, perjalanan Cici Juliani juga tidak kalah menarik.
Cici merupakan atlet para tenis meja yang berasal dari Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Keberhasilannya meraih medali di ASEAN Para Games 2025 membuat namanya ikut mengharumkan daerah asalnya di panggung internasional.
Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan apresiasi terhadap pencapaian Cici setelah kepulangannya dari Thailand. Cici disebut berhasil meraih medali emas dan perunggu dalam ajang tersebut. Pemerintah daerah juga menyatakan dukungan terhadap pembinaan atlet serta berharap pencapaiannya dapat menjadi motivasi bagi atlet lain di Ketapang.
Kehadiran Cici di podium ASEAN Para Games menjadi gambaran bahwa pembinaan atlet dari daerah juga dapat menghasilkan prestasi di level internasional.
Tidak hanya membawa nama Indonesia, Cici juga membawa cerita tentang Ketapang setiap kali bertanding di panggung internasional.
Sella dan Cici Sama-Sama Punya Perjalanan Panjang
Emas Cici Juliani-Sella Dwi Radayana menjadi semakin menarik karena keduanya datang dengan pengalaman dan perjalanan yang berbeda.
Sella merupakan salah satu pemain senior yang sudah lama menjadi bagian dari tim para tenis meja Indonesia. Konsistensinya membuat ia menjadi salah satu tumpuan Merah Putih dalam berbagai kompetisi.
Sebelum meraih emas bersama Cici, Sella juga turun di nomor ganda campuran TT20 bersama Komet Akbar. Pasangan tersebut berhasil meraih medali perak setelah kalah dari wakil Malaysia di partai final.
Sementara itu, Cici menunjukkan kontribusinya melalui nomor ganda putri bersama Sella.
Keduanya kemudian mampu menghasilkan kombinasi yang berbuah emas.
Hal tersebut memperlihatkan kedalaman skuad para tenis meja Indonesia. Seorang atlet tidak hanya dituntut tampil baik dalam nomor individu, tetapi juga mampu beradaptasi ketika bermain bersama pasangan berbeda.
Emas Ganda Putri Tambah Kekuatan Indonesia
Prestasi Cici dan Sella juga tidak berdiri sendiri. Tim para tenis meja Indonesia memang menjadi salah satu cabang yang diandalkan untuk mendulang medali di ASEAN Para Games 2025.
Sebelum memasuki rangkaian pertandingan ganda, sektor tunggal Indonesia telah mengoleksi sejumlah medali emas. Komet Akbar, Yayang Gunaya, Kusnanto, dan Hamida menjadi beberapa atlet yang menyumbangkan emas dari nomor tunggal.
Kemudian, nomor ganda melanjutkan kontribusi tersebut.
Cici Juliani dan Sella Dwi Radayana menyumbang emas dari ganda putri TT20, sementara Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo mengamankan emas dari ganda putra TT18. Indonesia juga memperoleh sejumlah medali perak dan perunggu dari nomor ganda lainnya.
Dengan demikian, keberhasilan Cici dan Sella bukan hanya tentang pencapaian dua atlet. Medali tersebut menjadi bagian dari perjuangan kolektif para tenis meja Indonesia dalam memperkuat posisi kontingen Merah Putih di ASEAN Para Games.
Dari Ketapang dan Kalimantan Timur, Bersatu untuk Merah Putih
Ada cerita menarik di balik pasangan ini. Cici Juliani berasal dari Ketapang, Kalimantan Barat, sedangkan Sella Dwi Radayana merupakan atlet asal Kalimantan Timur.
Keduanya datang dari daerah yang berbeda, tetapi bertemu dalam satu tujuan ketika mengenakan seragam Indonesia.
Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi gambaran bagaimana olahraga dapat mempertemukan atlet dari berbagai daerah untuk berjuang bersama di level internasional.
Bagi Cici, medali emas ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan kariernya. Bagi Sella, kemenangan tersebut menjadi tambahan prestasi setelah melalui pertandingan tunggal dan ganda campuran yang cukup berat.
Pada akhirnya, keduanya berhasil menutup perjalanan di nomor ganda putri dengan hasil terbaik.
Cici Juliani-Sella Dwi Radayana, Duet Emas Indonesia
Keberhasilan Cici Juliani dan Sella Dwi Radayana meraih emas ganda putri TT20 ASEAN Para Games 2025 menjadi salah satu catatan penting dari perjuangan para tenis meja Indonesia di Thailand.
Cici membawa semangat dari Ketapang, sedangkan Sella datang dengan pengalaman panjang sebagai salah satu andalan Indonesia. Ketika keduanya dipasangkan, kombinasi tersebut menghasilkan medali emas yang turut memperkuat koleksi Indonesia.
Lebih dari sekadar podium, prestasi ini memperlihatkan bahwa perjuangan atlet para tidak mengenal batas daerah. Dari Kalimantan hingga panggung ASEAN, Cici dan Sella mampu menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi, dan kerja sama dapat membawa mereka menjadi juara.
Cici Juliani dan Sella Dwi Radayana kini tercatat sebagai salah satu duet emas Indonesia di ASEAN Para Games 2025.
Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!