Terkini
Kreen Media
Pageant News

Dari Kebaya hingga Songket, 9 Wakil Asia Tenggara di Deep Interview Miss World 2026

K
Kreen Media
01 September 2026 1 menit baca
Dari Kebaya hingga Songket, 9 Wakil Asia Tenggara di Deep Interview Miss World 2026

Finalis Miss World 2026 dari Asia Tenggara Tampil Memukau di Deep Interview

Persaingan menuju mahkota Miss World 2026 semakin memasuki fase penting. Setelah menjalani berbagai agenda selama masa karantina, para kontestan kini mulai menghadapi tahapan yang dapat memperlihatkan kualitas mereka di luar panggung.

Salah satunya adalah deep interview Miss World 2026 yang digelar secara tertutup pada 30 Agustus 2026. Seluruh kontestan dari 111 negara mengikuti sesi wawancara tersebut sebagai bagian dari rangkaian penilaian sebelum grand final.

Bukan hanya kemampuan berbicara yang menjadi perhatian. Penampilan para kontestan saat menghadapi sesi tersebut juga menarik perhatian pageant lovers. Sejumlah wakil Asia Tenggara tampil dengan gaya yang berbeda, mulai dari busana tradisional, kain khas negara masing-masing, hingga setelan formal.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Audrey Bianca, wakil Indonesia di Miss World 2026. Ia memilih kebaya berwarna pink yang dipadukan dengan rok batik, membawa sentuhan budaya Indonesia dalam salah satu momen penting kompetisi.

Berikut sembilan wakil Asia Tenggara yang tampil dalam sesi deep interview Miss World 2026.

1. Asia Rose Simpson, Filipina

Wakil Filipina, Asia Rose Simpson, menjadi salah satu kontestan Asia Tenggara yang memilih membawa unsur tradisional dalam penampilannya.

Busana yang dikenakannya memberikan kesan kuat terhadap identitas budaya Filipina. Pilihan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana pakaian dapat menjadi bagian dari cara seorang kontestan memperkenalkan negaranya di panggung internasional.

Penampilan Asia Rose terasa berbeda dari sejumlah kontestan lain yang memilih gaya formal modern.

2. Aishwarya Tan, Singapura

Berbeda dengan Filipina, wakil Singapura Aishwarya Tan tampil dengan gaya yang lebih modern dan profesional.

Ia mengenakan setelan blazer dan rok berwarna soft pink. Pilihan warna tersebut memberikan kesan feminin, sementara potongan busananya tetap terlihat formal dan sesuai dengan suasana deep interview.

Penampilannya menunjukkan bahwa tidak semua kontestan harus menggunakan pakaian tradisional untuk memberikan kesan kuat. Gaya formal yang sederhana juga dapat menjadi pilihan ketika harus berhadapan dengan panel juri.

3. Han Theint Theint Aung, Myanmar

Wakil Myanmar Han Theint Theint Aung tampil dengan formal suit berwarna kuning.

Pilihan warna yang cukup mencolok membuat penampilannya mudah menarik perhatian. Sementara model setelan formal memberikan kesan tegas dan profesional.

Dalam sesi seperti deep interview, penampilan memang menjadi bagian dari kesan pertama. Namun, setelah berada di ruangan wawancara, kemampuan masing-masing kontestan dalam menyampaikan pemikiran tentunya menjadi bagian yang tak kalah penting.

4. Leakena In, Kamboja

Dari Kamboja, ada Leakena In yang tampil dengan dress midi bernuansa hitam dan putih.

Busana tersebut memberikan kesan elegan sekaligus modern. Potongan dress yang dikenakannya juga membuat penampilan Leakena terlihat berbeda dibandingkan sejumlah wakil Asia Tenggara lainnya.

Dengan pilihan warna monokrom, penampilan Leakena justru terlihat sederhana tetapi tetap memiliki daya tarik tersendiri.

5. Kanteera Techaphattanakul, Thailand

Wakil Thailand Kanteera Techaphattanakul memilih formal suit putih untuk sesi deep interview.

Ia memadukan busana tersebut dengan gaya rambut lurus yang membuat keseluruhan penampilannya terlihat clean dan profesional.

Pilihan outfit Kanteera memperlihatkan gaya minimalis yang tetap elegan. Setelan putih juga memberikan kesan fresh sekaligus memperkuat tampilan formal ketika menghadapi sesi wawancara.

6. Taanusiya Chetty, Malaysia

Sementara itu, Taanusiya Chetty dari Malaysia tampil dengan pendekatan berbeda.

Ia mengenakan gaun berbahan songket Malaysia berwarna biru muda. Pilihan tersebut menjadi salah satu penampilan yang paling kuat dalam memperlihatkan elemen tradisional di antara wakil Asia Tenggara.

Songket sendiri merupakan bagian penting dari warisan tekstil kawasan Melayu. Dengan mengenakannya dalam agenda Miss World 2026, Taanusiya sekaligus membawa unsur budaya Malaysia ke hadapan audiens internasional.

7. Mongkoutphet Hanesana, Laos

Wakil Laos, Mongkoutphet Hanesana, juga memilih kain tradisional sebagai bagian dari penampilannya.

Ia tampil menggunakan gaun maxi yang dibuat dari kain tradisional Laos. Siluet panjang pada busana tersebut memberikan kesan anggun sekaligus memperlihatkan karakter khas budaya negaranya.

Pilihan Mongkoutphet terasa semakin menarik karena ia memang dikenal memiliki perhatian terhadap pelestarian budaya dan komunitas lokal melalui proyeknya. Miss World sendiri sebelumnya menyoroti kiprahnya dalam membantu komunitas penenun di Laos.

8. Lê Nguy?n B?o Ng?c, Vietnam

Sebagai tuan rumah Miss World 2026, wakil Vietnam Lê Nguy?n B?o Ng?c tentu menjadi salah satu kontestan yang mendapat perhatian besar.

Dalam sesi deep interview, Bao Ngoc tampil menggunakan gaun merah yang memberikan kesan elegan sekaligus berani.

Ia juga merupakan salah satu kontestan yang memiliki profil kuat di luar dunia pageant. Di laman resmi Miss World, Bao Ngoc tercatat sebagai model sekaligus pendiri dan CEO Gen Zero, organisasi yang berfokus pada pemberdayaan anak muda dalam isu kebijakan iklim dan dampak sosial.

Latar belakang tersebut membuat perjalanan Bao Ngoc di Miss World 2026 menarik untuk diikuti, terlebih kompetisi ini juga sangat erat dengan gagasan Beauty With a Purpose.

9. Audrey Bianca, Indonesia

Dari Indonesia, Audrey Bianca tampil dengan pilihan busana yang langsung memperlihatkan identitas nasional.

Ia mengenakan kebaya pink yang dipadukan dengan rok batik. Kombinasi tersebut memberikan kesan feminin sekaligus membawa unsur budaya Indonesia dalam sesi penting Miss World 2026.

Pilihan Audrey menjadi menarik karena dirinya tidak hanya hadir sebagai model atau figur pageant. Di laman resmi Miss World, Audrey tercatat memiliki latar belakang sebagai public speaker, advokat keberlanjutan lingkungan, model, content creator, dan lulusan ilmu politik dengan spesialisasi hubungan internasional dan organisasi.

Ia juga membawa proyek Beauty With a Purpose yang berfokus pada penyediaan energi surya, pendidikan, dan kesempatan bagi masyarakat di Letepalolo, Sumba Barat Daya. Program tersebut mencakup pemasangan penerangan tenaga surya serta pembangunan fasilitas komunitas dan perpustakaan.

Dengan latar belakang tersebut, deep interview menjadi salah satu kesempatan bagi Audrey untuk memperlihatkan sisi lain dirinya di luar penampilan.

Deep Interview Jadi Salah Satu Tahapan Penting

Sesi deep interview Miss World 2026 memiliki daya tarik tersendiri karena para kontestan tidak sekadar dinilai berdasarkan penampilan fisik.

Berbeda dengan sesi catwalk atau kompetisi busana, wawancara memberikan ruang bagi para finalis untuk menunjukkan kepribadian, cara berpikir, pengalaman, serta isu yang mereka perjuangkan.

Hal ini sejalan dengan karakter Miss World yang dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak menonjolkan kisah personal dan proyek sosial para kontestannya melalui konsep Beauty With a Purpose. Pada edisi 2026, misalnya, proyek Audrey Bianca di Indonesia dan Bao Ngoc di Vietnam sama-sama membawa isu sosial serta lingkungan sebagai bagian dari misi mereka.

Karena itu, sesi deep interview dapat menjadi salah satu momentum penting bagi para finalis untuk menunjukkan bahwa mereka memiliki lebih dari sekadar penampilan menarik.

Persaingan Asia Tenggara Makin Menarik

Kehadiran sembilan wakil dari kawasan Asia Tenggara membuat persaingan regional di Miss World 2026 semakin menarik untuk diperhatikan.

Masing-masing membawa karakter berbeda. Ada yang mengedepankan busana tradisional, ada yang memilih gaya formal modern, sementara beberapa lainnya memadukan unsur budaya dengan gaya kontemporer.

Audrey Bianca sendiri menjadi salah satu wakil yang menarik perhatian karena membawa kebaya dan batik sekaligus memiliki latar belakang advokasi yang kuat.

Sementara itu, Bao Ngoc sebagai tuan rumah Vietnam juga memiliki profil yang cukup menonjol dengan fokus pada isu lingkungan dan pemberdayaan generasi muda.

Pada akhirnya, penampilan dalam deep interview hanyalah salah satu bagian dari perjalanan panjang menuju mahkota. Miss World 2026 dijadwalkan mencapai puncaknya melalui final di Ho Chi Minh City pada 5 September 2026, bertepatan dengan perayaan edisi ke-75 Miss World.

Dengan semakin dekatnya malam final, perhatian pageant lovers pun akan tertuju pada siapa saja kontestan yang mampu menggabungkan kecantikan, kecerdasan, kepribadian, serta tujuan sosial yang kuat.

Bagi sembilan wakil Asia Tenggara, deep interview menjadi satu lagi kesempatan untuk memperkenalkan karakter dan cerita negaranya. Dan bagi Audrey Bianca, kebaya pink dan batik yang dikenakannya menjadi simbol kecil dari identitas Indonesia yang ia bawa dalam perjalanan menuju mahkota Miss World 2026.

Yuk ikuti terus perkembangan paling up to date seputar pageant Indonesia dan internasional hanya di sini

https://media.kreenconnect.com/kategori/pageant