Terkini
Kreen Media
Sport

Dua Atlet Indonesia Pecahkan Rekor Dunia dan Asia di Meksiko

K
Kreen Media
03 August 2026 1 menit baca
Dua Atlet Indonesia Pecahkan Rekor Dunia dan Asia di Meksiko

Indonesia kembali menunjukkan dominasinya di pentas olahraga disabilitas dunia. Dalam ajang World Para Athletics Grand Prix 2026 yang berlangsung di Tlaxcala, Meksiko, dua atlet para atletik Merah Putih berhasil mengukir sejarah dengan memecahkan rekor dunia dan rekor Asia dalam waktu yang hampir bersamaan.

Prestasi gemilang tersebut dipersembahkan oleh I Kadek Dwi Purwana Yasa di nomor lempar cakram klasifikasi F57 serta Nanda Mei Sholihah pada nomor lari 100 meter klasifikasi T47. Keberhasilan keduanya menjadi bukti bahwa pembinaan atlet para Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing di level internasional.

Tak hanya membawa pulang medali, Kadek dan Nanda juga mencatatkan nama mereka dalam buku rekor dunia para atletik sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah global.

I Kadek Dwi Purwana Yasa Pecahkan Rekor Dunia Lempar Cakram F57

Sorotan utama datang dari atlet asal Bali, I Kadek Dwi Purwana Yasa, yang tampil luar biasa pada nomor lempar cakram F57.

Kadek berhasil melempar cakram sejauh 48,68 meter, sebuah catatan yang melampaui rekor dunia sebelumnya milik atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos, dengan jarak 48,55 meter.

Selisih 13 sentimeter tersebut cukup untuk mengukuhkan Kadek sebagai pemegang rekor dunia baru di nomor F57. Pencapaian ini menjadi salah satu hasil terbaik Indonesia sepanjang penyelenggaraan World Para Athletics Grand Prix 2026.

Menariknya, Kadek mengaku tidak menyangka mampu mencetak sejarah tersebut.

Nanda Mei Sholihah Ukir Rekor Asia Nomor 100 Meter

Tak lama berselang, Indonesia kembali mendapat kabar menggembirakan melalui sprinter Nanda Mei Sholihah.

Bertanding pada nomor 100 meter klasifikasi T47, Nanda mencatatkan waktu 12,28 detik yang sekaligus memecahkan rekor Asia di nomor tersebut.

Catatan impresif itu semakin melengkapi penampilan luar biasanya sepanjang turnamen. Selain mencetak rekor Asia, Nanda juga berhasil membukukan personal best pada nomor 200 meter T47 dengan waktu 25,83 detik.

Penampilannya yang konsisten membuat Nanda menjadi atlet Indonesia dengan raihan medali terbanyak pada ajang ini.

Borong Tiga Medali Emas untuk Indonesia

Prestasi Nanda tidak berhenti pada pemecahan rekor Asia.

Sprinter muda Indonesia tersebut sukses membawa pulang tiga medali emas, masing-masing dari nomor 100 meter T47, 200 meter T47, serta nomor estafet.

Capaian tersebut menjadikan Nanda sebagai salah satu bintang Indonesia di World Para Athletics Grand Prix 2026 sekaligus mempertegas potensinya sebagai andalan Merah Putih menuju kompetisi internasional berikutnya.

Meski telah mencatatkan prestasi membanggakan, Nanda memilih untuk tetap fokus meningkatkan kemampuannya.

Pernyataan tersebut menunjukkan ambisi besar atlet muda Indonesia untuk terus berkembang dan memberikan prestasi yang lebih tinggi.

Bukti Pembinaan Jangka Panjang Mulai Berbuah

Keberhasilan Kadek dan Nanda tidak hadir secara instan.

Prestasi keduanya merupakan hasil dari program pembinaan jangka panjang yang dijalankan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Melalui pemusatan latihan nasional yang berkelanjutan, para atlet memperoleh dukungan mulai dari aspek teknik, fisik, nutrisi, hingga sport science sehingga mampu meningkatkan performa secara konsisten.

Hasilnya mulai terlihat di berbagai kejuaraan internasional. Indonesia kini tidak hanya mampu bersaing dalam perebutan medali, tetapi juga mulai mencetak rekor-rekor bergengsi yang sebelumnya didominasi negara lain.

Modal Berharga Menuju Asian Para Games 2026

Prestasi di Meksiko menjadi suntikan kepercayaan diri bagi kontingen Indonesia menjelang Asian Para Games 2026.

Dengan hadirnya pemegang rekor dunia dan pemegang rekor Asia dalam satu tim nasional, peluang Indonesia untuk kembali meraih prestasi di tingkat Asia semakin terbuka lebar.

Selain menjadi tolok ukur perkembangan atlet, pencapaian tersebut juga menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda Indonesia untuk terus mengejar prestasi di level internasional.

Indonesia Semakin Diperhitungkan di Dunia Para Atletik

World Para Athletics Grand Prix 2026 menjadi panggung yang membuktikan kualitas para atlet Indonesia.

Dalam satu kompetisi, Merah Putih berhasil mencatatkan dua pencapaian besar sekaligus: I Kadek Dwi Purwana Yasa sukses memecahkan rekor dunia lempar cakram F57, sementara Nanda Mei Sholihah menorehkan rekor Asia di nomor 100 meter T47 serta menyabet tiga medali emas.

Prestasi tersebut bukan sekadar deretan angka dalam buku statistik. Lebih dari itu, keberhasilan Kadek dan Nanda memperlihatkan bahwa Indonesia kini semakin diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan baru dalam olahraga para atletik dunia.

Dengan pembinaan yang terus berkelanjutan serta semangat para atlet untuk terus berkembang, capaian di Meksiko diharapkan menjadi awal dari lahirnya lebih banyak rekor dan prestasi internasional bagi Indonesia pada masa mendatang.

Ikuti terus update seputar dunia sporta di sini!