Firdaus Maksum Tambah Medali untuk Indonesia, Perunggu di Para Catur ASEAN Para Games
Firdaus Maksum kembali menunjukkan kualitasnya di panggung internasional. Pecatur Indonesia tersebut berhasil mengamankan medali perunggu pada nomor Men's Individual Standard B1 dalam cabang Para Chess di ajang 13th ASEAN Para Games yang berlangsung di Thailand, Januari 2026.
Hasil tersebut menjadi salah satu tambahan prestasi bagi Indonesia dari cabang para catur. Dalam daftar resmi peraih medali, Firdaus Maksum menempati posisi ketiga di nomor Men's Individual Standard B1. Medali emas menjadi milik pecatur Vietnam, Dao Tuan Kiet, sedangkan medali perak diraih wakil Indonesia lainnya, Indra Yoga.
Capaian Firdaus menarik perhatian karena nomor catur standar tidak hanya mengandalkan kecepatan mengambil keputusan. Format ini memberikan ruang berpikir lebih panjang kepada pemain, tetapi pada saat yang sama menuntut konsentrasi, ketelitian membaca posisi, serta kemampuan menyusun strategi dalam permainan yang berlangsung dalam banyak tahapan.
Firdaus Maksum dan duel strategi di papan catur
Berbeda dengan cabang olahraga yang hasilnya dapat terlihat secara langsung melalui kecepatan, jarak, atau jumlah angkatan, para catur menghadirkan persaingan yang lebih banyak berlangsung melalui perhitungan dan strategi.
Dalam kategori B1, setiap pemain dituntut memiliki kemampuan analisis yang kuat. Setiap langkah dapat menentukan arah pertandingan, sementara kesalahan dalam membaca ancaman lawan bisa berujung pada hilangnya keunggulan.
Hal tersebut membuat pencapaian Firdaus Maksum di ASEAN Para Games 2025 menjadi penting. Ia mampu bertahan di tengah persaingan para pecatur dari sejumlah negara Asia Tenggara hingga mengamankan tempat di podium.
Unggahan resmi NPC Indonesia juga menyoroti penampilan Firdaus sebagai performa solid pada nomor Para Chess Men's Individual Standard B1. Medali perunggu tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengalaman dan konsistensi masih menjadi kekuatan penting bagi atlet dalam menghadapi kompetisi tingkat regional.
ASEAN Para Games edisi 2025 sendiri digelar di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Januari 2026. Cabang catur berlangsung pada 21 hingga 25 Januari 2026 dan menjadi salah satu cabang yang menyumbangkan banyak medali bagi kontingen Indonesia.
Bukan medali pertama Firdaus di panggung internasional
Perjalanan Firdaus Maksum dalam dunia para catur sebenarnya telah berlangsung cukup panjang. Namanya sudah tercatat dalam berbagai kompetisi internasional dan menjadi bagian dari perjalanan prestasi catur para Indonesia.
Pada Asian Para Games 2018 di Jakarta, misalnya, Maksum Firdaus tampil pada nomor catur putra dan turut memperkuat Indonesia di nomor beregu. Ia bersama Suhardi Sinaga dan Sutikno meraih medali perak pada Men's Team Standard P1 serta perak pada Men's Team Rapid P1.
Empat tahun kemudian, kiprahnya berlanjut pada Asian Para Games 2022 yang digelar di Hangzhou pada 2023. Saat itu, Firdaus memperkuat tim Indonesia di kategori P1 dan berhasil membawa pulang sejumlah medali, termasuk emas pada nomor beregu standar dan beregu rapid bersama Alfrets Dien serta Tirto.
Rekam jejak tersebut menunjukkan bahwa medali perunggu Firdaus Maksum di ASEAN Para Games 2026 bukanlah pencapaian yang berdiri sendiri. Ada proses panjang yang membuatnya terus bertahan sebagai salah satu pecatur yang diperhitungkan dalam kontingen Indonesia.
Para catur Indonesia terus menunjukkan kekuatan
Prestasi Firdaus juga tidak dapat dilepaskan dari performa kontingen para catur Indonesia secara keseluruhan.
Pada hari terakhir ASEAN Para Games 2025, cabang catur Indonesia berhasil menyumbangkan enam medali emas. ANTARA mencatat emas tersebut berasal dari berbagai nomor catur cepat dan catur kilat, termasuk tim catur cepat putra PI yang diperkuat Maksum Firdaus, Azhar Panjaitan, dan Fajar Alamsyah.
Indonesia juga memperoleh sejumlah medali perak dan perunggu dari cabang tersebut. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kekuatan Indonesia dalam para catur ASEAN Para Games tidak hanya bertumpu pada satu atau dua atlet, tetapi berasal dari kedalaman skuad di berbagai klasifikasi.
Khusus di nomor Men's Individual Standard B1, persaingan bahkan mempertemukan sejumlah pecatur dari Indonesia, Vietnam, Myanmar, Filipina, Malaysia, Thailand, dan Timor-Leste. Data Chess-Results mencatat kategori tersebut diikuti 19 pemain, termasuk Indra Yoga, Prasetyo Fitriyanto, dan Achmad Zahroni dari Indonesia.
Situasi tersebut membuat podium Firdaus semakin berarti. Ia mampu mengamankan posisi ketiga dalam persaingan yang mempertemukan para pecatur dari berbagai negara di kawasan Asia Tenggara.
Perunggu yang menjaga tradisi prestasi
Bagi Indonesia, medali Firdaus Maksum juga menjadi bagian dari tradisi panjang prestasi para catur. Cabang ini telah beberapa kali menjadi salah satu sumber medali dalam ajang multievent disabilitas.
Firdaus sendiri pernah meraih medali emas pada nomor beregu catur kategori P1 di Asian Para Games 2018 dan kembali menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih emas di Asian Para Games Hangzhou 2022.
Sementara itu, pada ASEAN Para Games 2025, Indonesia secara keseluruhan mengoleksi 9 medali emas, 22 perak, dan 7 perunggu dari cabang catur, sehingga totalnya mencapai 38 medali. Raihan tersebut menempatkan catur sebagai salah satu cabang penting dalam perolehan medali kontingen Indonesia.
Dalam konteks tersebut, perunggu yang diraih Firdaus bukan sekadar tambahan angka dalam klasemen. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa atlet berpengalaman seperti dirinya masih mampu bersaing di level Asia Tenggara sekaligus menjaga eksistensi Indonesia dalam persaingan para chess.
Perjalanan Firdaus juga menunjukkan bahwa prestasi atlet disabilitas tidak selalu harus diukur dari medali emas. Setiap podium merupakan hasil dari proses latihan, pengalaman bertanding, kemampuan menjaga konsentrasi, dan keberanian menghadapi lawan-lawan terbaik.
Di Thailand, Firdaus Maksum kembali membuktikan hal tersebut. Medali perunggu Men's Individual Standard B1 di ASEAN Para Games menjadi penanda lain dalam perjalanan panjangnya sebagai pecatur Indonesia. Di tengah regenerasi atlet dan semakin kompetitifnya persaingan regional, pengalaman yang dimilikinya menjadi bagian penting dari kekuatan para catur Indonesia.
Ikuti terus update seputar dunia NPCI di sini!