Terkini
Kreen Media
Sport

Jendi Pangabean Borong 7 Emas di ASEAN Para Games 2025

K
Kreen Media
18 August 2026 1 menit baca
Jendi Pangabean Borong 7 Emas di ASEAN Para Games 2025

Nama Jendi Pangabean menjadi salah satu sorotan utama dari perjalanan kontingen Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand. Atlet para-renang tersebut sukses mengoleksi tujuh medali emas, sekaligus menjadi atlet Indonesia dengan raihan emas terbanyak dalam ajang yang berlangsung pada Januari 2026 tersebut.

Tujuh emas itu tidak diraih hanya dari satu nomor pertandingan. Jendi menunjukkan konsistensinya melalui lima nomor individu dan dua nomor beregu. Pencapaian tersebut membuat kiprahnya di kolam renang menjadi salah satu cerita paling menonjol dari perjuangan Indonesia di ASEAN Para Games 2025.

Salah satu emas yang berhasil diamankan Jendi datang dari nomor 100 meter gaya bebas putra S9. Ia menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 2,41 detik.

Medali tersebut juga menjadi emas yang membuka jalan bagi Indonesia pada hari terakhir pertandingan para-renang. Setelah Jendi, Januari kemudian menyumbangkan emas dari nomor 100 meter gaya bebas putra S5 dengan waktu 1 menit 15,75 detik.

Namun, pencapaian Jendi di Thailand sebenarnya jauh lebih besar daripada satu medali emas tersebut.

Tujuh Emas Jendi Datang dari Berbagai Nomor

Lima medali emas Jendi Pangabean diperoleh dari nomor individu. Ia berjaya pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya punggung putra S9, 100 meter gaya kupu-kupu putra S9, 100 meter gaya bebas putra S9, serta 200 meter gaya ganti perorangan putra SM9.

Dua emas lainnya diperoleh melalui nomor beregu, yakni estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 dan estafet 4x100 meter gaya ganti S1-S10.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa Jendi tidak hanya mampu bersaing pada satu jenis gaya renang. Ia tampil di nomor gaya bebas, gaya punggung, gaya kupu-kupu hingga gaya ganti perorangan. Kemampuannya tampil konsisten di berbagai nomor membuat kontribusinya untuk Indonesia semakin besar.

Bagi seorang atlet yang harus menjalani beberapa pertandingan dalam satu gelaran, konsistensi seperti ini tentu menjadi tantangan tersendiri. Setiap nomor membutuhkan persiapan fisik dan strategi berbeda, sementara jeda pertandingan juga harus dimanfaatkan untuk menjaga kondisi tubuh.

Jendi mampu melewati rangkaian tersebut dengan hasil maksimal.

Tak Hanya Emas, Jendi Juga Pecahkan Rekor

Perjalanan Jendi di ASEAN Para Games 2025 semakin istimewa karena salah satu penampilannya juga menghasilkan rekor baru.

Pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra S9, Jendi mencatat waktu 28,82 detik. Catatan tersebut sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games sebelumnya, yaitu 29,77 detik yang juga tercatat atas namanya sendiri.

Dengan kata lain, Jendi tidak hanya berhasil mempertahankan statusnya sebagai juara, tetapi juga mampu memperbaiki rekor yang sebelumnya ia pegang.

Prestasi tersebut menjadi gambaran bagaimana persiapan dan konsistensi Jendi mampu menghasilkan performa yang terus berkembang.

Menariknya, Jendi bukan satu-satunya penyumbang rekor untuk Indonesia pada hari tersebut. Tim estafet 4x100 meter gaya bebas S1-S10 putra juga berhasil memecahkan rekor ASEAN Para Games.

Disiplin Jadi Kunci di Balik Tujuh Emas

Di balik tujuh medali emas yang diraihnya, Jendi mengungkapkan bahwa disiplin menjadi salah satu kunci utama.

Sebagai atlet pelatnas, Jendi memahami bahwa pencapaian di arena pertandingan tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan yang dibangun selama latihan. Ia bahkan menekankan pentingnya memperhatikan asupan yang masuk ke tubuh sebagai bagian dari persiapan seorang atlet.

Kedisiplinan tersebut menjadi semakin penting karena Jendi harus tampil dalam sejumlah nomor selama ASEAN Para Games 2025. Lima nomor individu ditambah dua nomor beregu membuat jadwal kompetisinya cukup padat.

Bagi Jendi, menjaga kondisi tubuh bukan hanya dilakukan ketika pertandingan berlangsung. Persiapan sudah dimulai jauh sebelumnya melalui latihan, pengaturan pola makan, hingga menjaga fokus terhadap target yang ingin dicapai.

Konsistensi itulah yang kemudian terlihat ketika Jendi mampu mengumpulkan tujuh emas sekaligus.

Performa Jendi Melampaui Catatan di Edisi Sebelumnya

Tujuh emas yang diperoleh Jendi juga menjadi pencapaian penting dalam perjalanan kariernya di ASEAN Para Games.

Pada edisi sebelumnya, Jendi sudah dikenal sebagai salah satu atlet andalan para renang Indonesia. Namun, di Thailand ia mampu meningkatkan jumlah koleksi emasnya dan menjadi penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingen Merah Putih.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pengalaman bertanding di tingkat Asia Tenggara justru semakin memperkuat performanya. Usianya yang telah mencapai 34 tahun juga tidak menghalangi Jendi untuk tetap tampil kompetitif. NPC Indonesia menyebut capaian tujuh emas tersebut sebagai bukti konsistensinya di level regional.

Pelatih para-renang Indonesia Agni Herarta pun memberikan apresiasi terhadap performa Jendi. Menurutnya, raihan tujuh emas merupakan pencapaian luar biasa karena Jendi tetap mampu mempertahankan semangat untuk menjadi yang terbaik meski usianya terus bertambah.

Para Renang Jadi Salah Satu Kekuatan Indonesia

Performa Jendi juga menjadi bagian dari kesuksesan lebih besar cabang para renang Indonesia di ASEAN Para Games 2025.

Sepanjang kompetisi, para-renang Indonesia menghasilkan 29 medali emas, jauh melampaui target awal yang hanya delapan emas. Catatan tersebut menempatkan para-renang sebagai salah satu cabang olahraga penting dalam perolehan medali Indonesia.

Artinya, keberhasilan Jendi tidak berdiri sendiri. Ada banyak atlet para-renang Indonesia lain yang turut menyumbangkan medali untuk Merah Putih.

Pada hari keempat pertandingan saja, Indonesia berhasil mengamankan tujuh emas dan dua rekor ASEAN Para Games dari cabang para-renang. Selain Jendi dan Januari, sejumlah atlet seperti Siti Aisyah, Siti Alfiah, Zaki Zulkarnain, serta tim estafet turut menyumbangkan emas.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kedalaman kekuatan yang cukup baik di cabang para-renang.

Tujuh Emas Jadi Bukti Konsistensi Jendi

Raihan tujuh medali emas membuat Jendi Pangabean menjadi salah satu figur penting dalam perjuangan Indonesia di ASEAN Para Games 2025.

Yang membuat pencapaiannya menarik bukan hanya jumlah medali yang dikumpulkan, melainkan cara Jendi mendapatkannya. Ia tampil di lima nomor individu, membantu tim pada dua nomor estafet, sekaligus memecahkan rekor ASEAN Para Games.

Emas 100 meter gaya bebas S9 menjadi salah satu bagian dari rangkaian tersebut. Catatan waktu 1:02,41 mempertegas kemampuannya untuk tetap tampil cepat ketika menghadapi persaingan di nomor individu.

Pada akhirnya, tujuh emas Jendi Pangabean bukan sekadar tambahan angka bagi kontingen Indonesia. Pencapaian itu menjadi gambaran tentang pentingnya disiplin, pengalaman, konsistensi, dan kemampuan menjaga performa dalam olahraga prestasi.

Di tengah persaingan para-renang Asia Tenggara yang semakin kompetitif, Jendi menunjukkan bahwa pengalaman panjang masih bisa berjalan beriringan dengan prestasi. Tujuh medali emas di Thailand pun menjadi bukti bahwa dirinya masih menjadi salah satu kekuatan utama para renang Indonesia.

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!