Terkini
Kreen Media
Sport

Khairunnisa, Atlet Para-Catur Indonesia Langganan Podium

K
Kreen Media
07 September 2026 1 menit baca
Khairunnisa, Atlet Para-Catur Indonesia Langganan Podium

Khairunnisa, Ratu Para-Catur Indonesia yang Konsisten Raih Medali di Ajang Internasional

Nama Khairunnisa menjadi salah satu yang patut diperhitungkan dalam perjalanan para-catur Indonesia di ajang internasional. Berkompetisi pada klasifikasi VI-B2/B3, atlet Indonesia tersebut telah menunjukkan konsistensi dengan meraih sejumlah medali di tingkat Asia hingga Asia Tenggara.

Salah satu pencapaian paling menonjol datang ketika Khairunnisa tampil di Asian Para Games Hangzhou 2022 yang berlangsung pada 2023. Ia berhasil merebut medali emas nomor Women's Individual Rapid VI-B2/B3 setelah bersaing dengan sejumlah pecatur dari negara Asia lainnya.

Prestasinya tidak berhenti pada nomor individu. Khairunnisa juga menjadi bagian dari tim Indonesia yang memenangkan emas nomor Women's Team Rapid VI-B2/B3 bersama Aisah Wijayanti Putri Brahmana dan Farah Yumna Budiarti.

Performa tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjang Khairunnisa atlet Indonesia dalam mempertahankan eksistensinya di panggung olahraga disabilitas.

Emas di Hangzhou Jadi Salah Satu Pencapaian Terbesar

Asian Para Games Hangzhou menjadi salah satu panggung penting dalam karier Khairunnisa. Pada nomor Women's Individual Rapid VI-B2/B3, ia berhasil finis di posisi pertama.

Data hasil resmi kompetisi mencatat Khairunnisa sebagai peraih emas, sementara Nguyen Thi Hong dari Vietnam meraih perak dan Atefeh Naghavi Mandi dari Iran mendapatkan perunggu.

Pencapaian tersebut semakin istimewa karena Khairunnisa juga membawa pulang emas dari nomor beregu. Ia bergabung bersama Aisah Wijayanti Putri Brahmana dan Farah Yumna Budiarti untuk memenangkan Women's Team Rapid VI-B2/B3.

Dengan demikian, satu ajang berhasil memberikan dua emas penting bagi Khairunnisa, yakni dari nomor individu dan beregu.

Keberhasilan itu turut membantu Indonesia tampil sebagai kekuatan utama dalam cabang para-catur. Secara keseluruhan, kontingen Indonesia bahkan keluar sebagai juara umum para-catur di Asian Para Games Hangzhou dengan koleksi 10 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu.

Bukan Hanya Mengandalkan Nomor Individu

Salah satu kekuatan Khairunnisa para catur terlihat dari kemampuannya tampil baik dalam nomor beregu.

Dalam catur beregu, performa setiap atlet memiliki kontribusi terhadap hasil keseluruhan tim. Karena itu, keberadaan Khairunnisa bersama Aisah dan Farah Yumna menjadi bagian penting dari keberhasilan Indonesia meraih emas Women's Team Rapid VI-B2/B3 di Hangzhou.

Komposisi tersebut juga memperlihatkan kedalaman kekuatan para-catur putri Indonesia. Khairunnisa tidak berdiri sendiri, tetapi berada dalam ekosistem atlet yang juga memiliki prestasi internasional.

Hal ini menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempertahankan dominasinya dalam kompetisi para-catur kawasan Asia dan Asia Tenggara.

Berlanjut ke ASEAN Para Games Thailand

Konsistensi Khairunnisa kembali terlihat ketika ia tampil di 13th ASEAN Para Games Thailand 2026.

Ajang olahraga disabilitas Asia Tenggara tersebut berlangsung pada 20–26 Januari 2026 di Nakhon Ratchasima, Thailand.

Di kompetisi tersebut, Khairunnisa kembali menyumbangkan medali untuk Indonesia. Berdasarkan laporan NPCI Sumatera Utara, ia meraih dua medali emas dari Women's Team Rapid dan Women's Team Blitz, serta dua medali perak dari Women's Team Standard dan Women's Individual Rapid pada klasifikasi B2/B3.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa prestasi Khairunnisa bukan hanya terjadi dalam satu kompetisi.

Setelah sebelumnya mampu menjadi juara nomor individu di Asian Para Games Hangzhou, ia kembali menunjukkan kemampuan bersaing di tingkat Asia Tenggara beberapa tahun kemudian.

Medali Perak di Nomor Individual Rapid

Pada 13th ASEAN Para Games Thailand, Khairunnisa juga berhasil naik podium melalui nomor Women's Individual Rapid B2/B3.

Kali ini, ia membawa pulang medali perak. Hasil tersebut memang berbeda dari pencapaiannya di Hangzhou ketika berhasil menjadi juara nomor individual rapid, tetapi tetap menunjukkan konsistensinya untuk mempertahankan posisi di papan atas.

Persaingan di kelas B2/B3 juga tidak mudah. Sejumlah atlet yang sudah berpengalaman di level internasional kembali tampil, termasuk beberapa nama yang pernah berhadapan dengan Khairunnisa di kompetisi sebelumnya. Daftar peserta resmi bahkan mencatat Khairunnisa sebagai salah satu atlet Indonesia dengan rating yang cukup kompetitif di nomor tersebut.

Medali perak tersebut sekaligus melengkapi koleksi prestasinya di Thailand bersama dua emas nomor beregu.

Dua Emas dari Nomor Beregu

Jika nomor individu menunjukkan kemampuan seorang atlet secara personal, nomor beregu memperlihatkan bagaimana seorang pemain dapat memberikan kontribusi bagi tim.

Di ASEAN Para Games Thailand 2026, Khairunnisa menjadi bagian dari tim Indonesia yang meraih emas pada Women's Team Rapid dan Women's Team Blitz B2/B3.

Pencapaian itu menjadi salah satu catatan menarik dalam perjalanan Khairunnisa atlet para-catur Indonesia.

Dua emas tersebut menunjukkan bahwa kemampuannya tidak hanya relevan ketika bermain sendiri. Ia juga mampu berkontribusi ketika berada dalam format pertandingan beregu dengan tekanan dan strategi yang berbeda.

Klasifikasi VI-B2/B3 dalam Para-Catur

Khairunnisa bertanding dalam klasifikasi VI-B2/B3 yang diperuntukkan bagi atlet dengan hambatan penglihatan.

Dalam kompetisi para-catur, nomor pertandingan dibagi berdasarkan klasifikasi sehingga atlet bertanding dalam kelompok yang sesuai dengan kondisi fungsional masing-masing.

Di Asian Para Games Hangzhou, cabang catur sendiri mempertandingkan format standard dan rapid dengan pembagian klasifikasi VI-B1, VI-B2/B3, serta PI.

Khairunnisa menjadi salah satu wakil Indonesia di kelas VI-B2/B3. Di kelas tersebut, ia bersaing dengan atlet dari berbagai negara seperti Vietnam, Iran, China, Thailand, Malaysia, dan negara Asia lainnya.

Jejak Konsisten Khairunnisa di Panggung Internasional

Jika melihat rangkaian prestasinya, Khairunnisa bukan atlet yang hanya mencatatkan satu pencapaian besar.

Di Hangzhou, ia berhasil menjadi juara individual rapid sekaligus meraih emas beregu. Beberapa waktu kemudian, ia kembali memberikan kontribusi besar untuk Indonesia di ASEAN Para Games Thailand melalui dua emas beregu dan dua perak.

Konsistensi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Khairunnisa layak disebut sebagai bagian penting dari kekuatan para-catur putri Indonesia.

Lebih dari sekadar koleksi medali, perjalanan tersebut menunjukkan kemampuan seorang atlet untuk mempertahankan performa ketika menghadapi lawan dan kompetisi yang berbeda.

Khairunnisa dan Masa Depan Para-Catur Indonesia

Prestasi Khairunnisa juga tidak bisa dilepaskan dari kekuatan Indonesia dalam cabang para-catur.

Di Asian Para Games Hangzhou, Indonesia berhasil menjadi juara umum para-catur dengan raihan 10 emas, tujuh perak, dan delapan perunggu.

Sementara di ASEAN Para Games Thailand 2026, atlet-atlet Indonesia kembali menunjukkan performa kuat dalam berbagai nomor para-catur. Khairunnisa menjadi salah satu bagian dari generasi atlet yang menjaga tradisi tersebut.

Bagi Indonesia, keberadaan atlet seperti Khairunnisa penting untuk menjaga regenerasi sekaligus mempertahankan daya saing di kompetisi internasional.

Dengan pengalaman meraih emas di level Asia dan kembali naik podium di Asia Tenggara, perjalanan Khairunnisa para catur Indonesia masih menjadi salah satu kisah menarik dari olahraga para yang patut mendapat perhatian.

Bukan hanya karena jumlah medali yang telah dikumpulkannya, tetapi juga karena konsistensinya untuk terus kembali ke arena, bertanding, dan membawa nama Indonesia ke podium internasional.

Ikuti terus update seputar dunia sports NPCI di sini!