Terkini
Kreen Media
Sport

Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo Tunjukkan Mental Juara, Emas ASEAN Para Games Jadi Modal Menuju Paralimpiade

K
Kreen Media
20 August 2026 1 menit baca
Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo Tunjukkan Mental Juara, Emas ASEAN Para Games Jadi Modal Menuju Paralimpiade

Sumber foto: Andre/kemenpora.go.id

Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pasangan terbaik Indonesia di cabang para tenis meja. Tampil di hadapan publik tuan rumah Thailand, keduanya berhasil merebut medali emas nomor Men's Double Class MD18 pada ASEAN Para Games 2025.

Pertandingan final yang berlangsung di Central Plaza Nakhon Ratchasima, Thailand, pada Minggu, 25 Januari 2026, mempertemukan pasangan Indonesia dengan wakil tuan rumah, C. Punpoo dan B. Sillapakong. Meski harus bermain di tengah tekanan dukungan penonton untuk lawan, Komet dan Banyu mampu mengendalikan pertandingan hingga menang tiga gim langsung.

Kemenangan tersebut bukan hanya menambah koleksi emas Indonesia di ASEAN Para Games Thailand 2025, tetapi juga memperlihatkan bagaimana persiapan panjang mampu membantu atlet tetap tenang ketika menghadapi lawan tangguh di partai puncak.

Bermain di Kandang Lawan, Komet dan Banyu Tetap Tampil Dominan

Final para tenis meja nomor Men's Double Class MD18 menjadi ujian tersendiri bagi Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo. Mereka tidak hanya berhadapan dengan pasangan Thailand yang memiliki pengalaman tinggi, tetapi juga harus menghadapi atmosfer pertandingan yang dipenuhi dukungan publik tuan rumah.

C. Punpoo dan B. Sillapakong disebut sebagai salah satu rival berat Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Keduanya masih berusia muda, tetapi telah memiliki pengalaman hingga level Paralimpiade. Kondisi tersebut membuat pertandingan final tidak bisa dianggap mudah oleh pasangan Indonesia.

Namun, tekanan tersebut justru mampu dijawab Komet dan Banyu dengan permainan efektif. Mereka langsung mengambil kendali sejak gim pertama dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan tiga gim beruntun.

Gim pertama berakhir dengan skor 11-4 untuk Indonesia. Dominasi kembali terlihat pada gim kedua ketika Komet dan Banyu menang 11-5. Thailand mencoba memberikan perlawanan lebih kuat pada gim ketiga, tetapi pasangan Indonesia tetap mampu menjaga keunggulan dan menutup pertandingan dengan skor 11-9.

Dengan demikian, Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo menang 3-0 atas pasangan Thailand sekaligus memastikan medali emas untuk Indonesia.

Emas yang Lahir dari Persiapan Hampir Setahun

Di balik kemenangan tersebut terdapat proses panjang yang dijalani para atlet Indonesia. Komet mengungkapkan bahwa tim para tenis meja telah menjalani pemusatan latihan nasional selama hampir satu tahun.

Latihan dilakukan secara intensif dan menjadi bagian penting dari persiapan menghadapi ASEAN Para Games 2025, terlebih Thailand berstatus sebagai tuan rumah. Tim Indonesia sudah mengetahui bahwa pertandingan di Negeri Gajah Putih akan menghadirkan tantangan berbeda sehingga persiapan dilakukan secara lebih matang.

Nomor Men's Double Class MD18 sendiri memang menjadi salah satu nomor yang ditargetkan untuk menghasilkan medali emas. Target tersebut akhirnya berhasil diwujudkan Komet dan Banyu melalui kemenangan di partai final.

Hasil ini memperlihatkan bahwa keberhasilan para tenis meja Indonesia di level Asia Tenggara tidak datang secara instan. Konsistensi latihan, pengalaman bertanding, serta kesiapan menghadapi tekanan menjadi bagian penting dari perjalanan para atlet menuju podium.

Bagi Komet, emas tersebut juga melanjutkan performa impresifnya selama ASEAN Para Games 2025. Ia tercatat telah mengoleksi dua medali emas dan satu perak dari ajang tersebut. Sementara Banyu juga memberikan kontribusi lain dengan meraih medali perunggu pada nomor Men's Single TT8.

Banyu: Indonesia Punya Tradisi Kuat di Para Tenis Meja

Kemenangan atas Thailand juga memiliki arti tersendiri bagi Banyu Tri Mulyo. Ia menyadari bahwa status Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama di para tenis meja membuat setiap lawan memiliki motivasi tambahan ketika berhadapan dengan wakil Merah Putih.

Bermain sebagai tuan rumah, Thailand tentu memiliki keuntungan dari sisi dukungan penonton. Di sisi lain, kondisi tersebut juga dapat memberikan motivasi tambahan bagi pasangan Thailand untuk mengalahkan Indonesia.

Banyu menyebut para pemain Thailand ingin membuktikan diri dengan mengalahkan Indonesia yang selama ini memiliki tradisi kuat di cabang para tenis meja. Karena itu, kemenangan Komet dan Banyu menjadi semakin penting karena mereka berhasil melewati tekanan tersebut tanpa kehilangan fokus.

Mental bertanding seperti inilah yang menjadi salah satu modal penting bagi atlet ketika menghadapi turnamen dengan level lebih tinggi. Kemenangan di ASEAN Para Games bukan hanya persoalan mendapatkan medali, tetapi juga kesempatan mengukur kesiapan menghadapi persaingan internasional.

Emas ASEAN Para Games Jadi Langkah Menuju Target Lebih Besar

Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo tidak ingin berhenti setelah mendapatkan emas di Thailand. Setelah menyelesaikan pertandingan, keduanya akan kembali menjalani pemusatan latihan nasional untuk mempersiapkan agenda berikutnya.

Komet menyebut target terdekat mereka adalah menghadapi pertandingan di Jepang. Setelah itu, terdapat agenda Asian Para Games 2026 yang menjadi bagian dari perjalanan mereka menuju persaingan internasional yang lebih tinggi.

Target terbesar yang ingin diwujudkan adalah tampil di Paralimpiade 2028 Los Angeles. Untuk mencapai target tersebut, keduanya harus melewati proses kualifikasi dan mempertahankan performa di berbagai kejuaraan internasional.

Karena itu, medali emas ASEAN Para Games 2025 dapat menjadi pijakan penting. Hasil tersebut memberikan tambahan kepercayaan diri sekaligus membuktikan bahwa persiapan yang dilakukan selama hampir satu tahun mampu menghasilkan prestasi ketika menghadapi pertandingan penting.

Perjalanan menuju Paralimpiade masih panjang. Namun, bagi Komet dan Banyu, setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk memperkuat pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan.

Dipersembahkan untuk Keluarga dan Indonesia

Di balik pencapaian di arena pertandingan, ada dukungan keluarga yang turut menjadi bagian dari perjalanan Komet. Atlet asal Pomalaa, Sulawesi Tenggara, tersebut mengungkapkan bahwa medali emas yang diraihnya bersama Banyu dipersembahkan untuk orang tua, anak, istri, serta bangsa Indonesia.

Kehidupan sebagai atlet pelatnas membuat waktu bersama keluarga tidak selalu mudah. Intensitas latihan dan pertandingan membuat para atlet harus menghabiskan banyak waktu untuk menjalani persiapan.

Karena itu, emas ASEAN Para Games 2025 memiliki makna lebih dari sekadar pencapaian di papan skor. Medali tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dukungan keluarga sekaligus hasil dari kerja keras yang dijalani para atlet selama proses persiapan.

Komet Akbar dan Banyu Tri Mulyo kini memiliki tantangan berikutnya. Setelah sukses menaklukkan wakil Thailand di kandangnya sendiri, keduanya harus kembali bekerja keras untuk mempertahankan performa. Emas di Nakhon Ratchasima menjadi bukti bahwa para tenis meja Indonesia memiliki kekuatan dan mental bersaing di level Asia Tenggara.

Dengan target menuju Asian Para Games 2026 hingga peluang tampil di Paralimpiade 2028 Los Angeles, perjalanan Komet dan Banyu masih jauh dari selesai. Namun, kemenangan di Thailand telah memberikan satu pijakan penting dalam perjalanan tersebut

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!