Terkini
Kreen Media
Sport

Tim Goalball Putra Indonesia Raih Perak ASEAN Para Games, Enam Atlet Tunjukkan Kekuatan Kerja Sama

K
Kreen Media
09 September 2026 1 menit baca
Tim Goalball Putra Indonesia Raih Perak ASEAN Para Games, Enam Atlet Tunjukkan Kekuatan Kerja Sama

Enam Atlet Tunjukkan Kekuatan Kerja Sama

Tim Goalball Indonesia menambah medali untuk kontingen Merah Putih pada ajang ASEAN Para Games Thailand. Mengandalkan enam atlet, tim putra Indonesia berhasil membawa pulang medali perak setelah melewati persaingan ketat hingga partai final.

Enam pemain yang memperkuat Indonesia adalah Arif Setiawan, Satrio Choirul Usman, Andi Santoso, Muhammad Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, dan Nur Ikhsan. Keenamnya menjadi bagian dari perjuangan Indonesia di cabang olahraga Goalball putra.

Medali perak tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana kekuatan sebuah tim menjadi faktor penting dalam Goalball. Berbeda dengan cabang olahraga yang mengandalkan performa individu, setiap pemain harus mampu membaca situasi pertandingan, berkomunikasi, dan menjaga koordinasi dengan rekan satu tim.

Indonesia Tembus Final Setelah Taklukkan Myanmar

Perjalanan tim Goalball putra Indonesia menuju podium tidak berlangsung mudah. Salah satu pertandingan penting terjadi pada babak semifinal ketika Indonesia berhadapan dengan Myanmar.

Dalam pertandingan tersebut, Arif Setiawan dan kawan-kawan tampil dominan dengan kemenangan 10-3. Hasil itu memastikan Indonesia melangkah ke partai final dan memiliki peluang untuk merebut medali emas.

Kemenangan tersebut menjadi modal penting sebelum menghadapi tuan rumah Thailand. Performa Indonesia di semifinal juga menunjukkan solidnya permainan tim, terutama dalam aspek lemparan dan pertahanan.

Meski demikian, tim pelatih tetap mencatat sejumlah evaluasi. Salah satunya berkaitan dengan tempo permainan yang dinilai masih terlalu cepat atau terburu-buru dalam beberapa momen.

Enam Atlet di Balik Perjuangan Goalball Indonesia

Medali perak ini menjadi hasil kerja kolektif enam atlet Indonesia. Mereka adalah Arif Setiawan, Satrio Choirul Usman, Andi Santoso, Muhammad Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, dan Nur Ikhsan.

Dalam pertandingan Goalball, hanya tiga pemain yang berada di lapangan dalam satu waktu, sedangkan tiga lainnya menjadi pemain cadangan. Posisi pemain terdiri dari center serta dua pemain sayap, kanan dan kiri.

Komposisi tersebut membuat pergantian pemain dan komunikasi menjadi bagian penting dari strategi pertandingan. Setiap pemain harus siap ketika mendapat kesempatan turun ke lapangan sekaligus memahami pola permainan yang telah disiapkan tim.

Karena itu, keberhasilan Goalball Indonesia tidak bisa dilepaskan dari kontribusi seluruh anggota tim.

Goalball, Olahraga yang Mengandalkan Pendengaran dan Komunikasi

Goalball memiliki karakteristik yang cukup unik. Cabang olahraga ini diperuntukkan bagi atlet tunanetra dan low vision. Bola yang digunakan memiliki bunyi sehingga pemain dapat memperkirakan arah datangnya bola melalui pendengaran.

Dalam pertandingan, seluruh pemain juga menggunakan penutup mata atau eye shade. Tujuannya agar kondisi visual para pemain dibuat setara, baik bagi atlet dengan kebutaan total maupun low vision.

Situasi tersebut membuat komunikasi menjadi sangat penting. Pemain tidak bisa mengandalkan penglihatan untuk mengetahui posisi rekan setim maupun arah bola. Mereka harus mengembangkan respons melalui suara, pendengaran, posisi tubuh, dan pemahaman terhadap pola permainan.

Inilah yang membuat medali perak Goalball Indonesia memiliki cerita tersendiri. Hasil tersebut bukan hanya tentang skor akhir, tetapi juga tentang kemampuan enam atlet membangun koordinasi di tengah pertandingan yang menuntut konsentrasi tinggi.

Final Lawan Thailand Berakhir 5-15

Setelah melewati semifinal, Indonesia kemudian berhadapan dengan Thailand pada pertandingan final Goalball putra.

Laga yang berlangsung di Wongchavalitkul University, Nakhon Ratchasima, tersebut akhirnya dimenangi Thailand dengan skor 15-5. Indonesia pun harus puas membawa pulang medali perak, sementara Thailand meraih emas.

Kekalahan di final memang membuat peluang Indonesia untuk mendapatkan emas harus tertunda. Namun, keberhasilan mencapai pertandingan perebutan gelar sudah menunjukkan daya saing tim Goalball putra Indonesia di tingkat Asia Tenggara.

Terlebih, Indonesia sebelumnya harus melewati Myanmar di semifinal dengan kemenangan cukup meyakinkan 10-3.

Perak Goalball Jadi Bagian dari Perjuangan Indonesia

Ajang yang oleh penyelenggara disebut sebagai 13th ASEAN Para Games 2025 berlangsung di Nakhon Ratchasima, Thailand, pada 20-26 Januari 2026. NPC Indonesia juga mencatatnya sebagai 13th ASEAN Para Games Thailand 2026.

Dalam kompetisi tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara dengan performa kuat dan menempati posisi kedua klasemen akhir. Indonesia mengoleksi 135 medali emas dan finis di bawah Thailand yang menjadi juara umum.

Di tengah raihan besar kontingen Merah Putih tersebut, medali perak Goalball menjadi bukti lain bahwa cabang olahraga para terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat regional.

Bagi Arif Setiawan dan tim Goalball Indonesia, perjalanan menuju podium juga memperlihatkan arti penting kekompakan. Dari babak pertandingan hingga semifinal, mereka mampu menjaga perjuangan bersama sebelum akhirnya mengamankan posisi kedua.

Medali perak tersebut menjadi hasil dari kerja sama Arif Setiawan, Satrio Choirul Usman, Andi Santoso, Muhammad Yogi Prayoga, Nanang Qomarudin, dan Nur Ikhsan. Bukan hanya satu pemain yang menjadi sorotan, melainkan enam atlet yang saling mengisi untuk membawa nama Indonesia ke podium ASEAN Para Games.

Dengan demikian, pencapaian Goalball Indonesia di ASEAN Para Games bukan sekadar tambahan medali bagi kontingen Merah Putih. Perjalanan menuju final menunjukkan bahwa komunikasi, strategi, dan kepercayaan antarpemain dapat menjadi kekuatan utama untuk menghadapi persaingan di level internasional.

Ikuti terus update seputar dunia sports NPCI di sini!