Terkini
Kreen Media
Sport

Usia 15 Tahun, Intan Cahaya Putri Bawa Pulang Perak ASEAN Para Games dari Boccia

K
Kreen Media
31 August 2026 1 menit baca
Usia 15 Tahun, Intan Cahaya Putri Bawa Pulang Perak ASEAN Para Games dari Boccia

Intan Cahaya Putri, Atlet Muda Indonesia yang Raih Perak Boccia di ASEAN Para Games

Nama Intan Cahaya Putri menjadi salah satu sorotan dari cabang olahraga boccia pada ajang ASEAN Para Games Thailand. Di usianya yang masih sangat muda, Intan berhasil mengamankan medali perak dari nomor tunggal putri BC2 setelah tampil hingga babak final menghadapi rekan senegaranya, Gischa Zayana.

Pertandingan tersebut menjadi final sesama atlet Indonesia. Gischa akhirnya keluar sebagai pemenang setelah melewati laga ketat dengan skor tipis 4-3. Sementara Intan harus puas membawa pulang medali perak.

Meski gagal merebut emas, pencapaian tersebut tetap menjadi catatan penting dalam perjalanan karier Intan. Terlebih, ia merupakan salah satu atlet termuda yang memperkuat tim boccia Indonesia pada ajang tersebut.

Intan Cahaya Putri Tampil di Nomor BC2 Putri

Intan Cahaya Putri turun di nomor individual BC2 putri, salah satu kategori dalam cabang olahraga boccia. Sebelum tampil di ASEAN Para Games, Intan telah memiliki pengalaman berkompetisi di level internasional.

Dalam persiapan menuju ASEAN Para Games, Intan bahkan disebut sebagai atlet termuda dalam skuad boccia Indonesia. Saat itu usianya baru 15 tahun dan ia sebelumnya telah mengikuti kompetisi internasional di Dubai.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi Intan ketika harus menghadapi lawan-lawan yang lebih senior. Ia tidak hanya berhadapan dengan tekanan pertandingan, tetapi juga membawa tanggung jawab sebagai bagian dari kontingen Indonesia.

Perjalanan Intan akhirnya membawanya sampai ke partai puncak. Namun, lawan yang menunggu di final bukan atlet dari negara lain, melainkan rekan satu tim sendiri, Gischa Zayana.

Final Sesama Indonesia Berakhir Sengit

Pertandingan final nomor tunggal putri BC2 mempertemukan dua atlet Indonesia yang sama-sama memiliki kemampuan kuat di cabang boccia.

Gischa Zayana akhirnya berhasil mengamankan medali emas setelah menang tipis atas Intan dengan skor 4-3. Hasil tersebut membuat Gischa mendapatkan emas, sedangkan Intan menempati posisi kedua dan meraih perak.

Pertemuan keduanya sebenarnya bukan kali pertama terjadi dalam turnamen tersebut. Gischa dan Intan berada di Grup A dan sempat bertemu pada babak penyisihan. Pertandingan tersebut juga dimenangkan Gischa dengan skor 3-2.

Meski begitu, keberhasilan Intan mencapai final menunjukkan bahwa persaingan internal di tim boccia Indonesia berjalan kompetitif. Dua atlet tersebut justru berhasil mendominasi nomor BC2 putri dan memastikan Indonesia menempati dua posisi teratas.

Bagi Intan, medali perak menjadi tambahan pengalaman berharga untuk menghadapi kompetisi internasional berikutnya.

Bukan Sekadar Medali Perak bagi Intan

Pencapaian Intan Cahaya Putri di ASEAN Para Games menjadi semakin menarik karena usianya yang masih belia. Ketika sejumlah atlet lain telah memiliki pengalaman panjang di kompetisi internasional, Intan justru sedang membangun fondasi kariernya.

Pelatih boccia Indonesia sebelumnya menyebut bahwa Intan merupakan bagian dari program jangka panjang. Dengan usianya yang masih 15 tahun, tim pelatih melihat peluang besar untuk terus mengembangkan kemampuannya.

Bahkan, Intan diproyeksikan untuk menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kompetisi yang lebih besar pada masa mendatang.

Hal tersebut menunjukkan bahwa medali perak yang diraih di Thailand bukanlah akhir dari perjalanan. Sebaliknya, prestasi tersebut dapat menjadi pijakan bagi Intan untuk mengumpulkan pengalaman dan meningkatkan kualitas permainan.

Perjalanan seorang atlet muda memang tidak selalu diukur dari berapa banyak medali emas yang langsung diraih. Konsistensi, pengalaman bertanding dan kemampuan menghadapi tekanan juga menjadi bagian penting dalam proses menuju level tertinggi.

Intan Sebelumnya Raih Emas di Asian Youth Para Games

Sebelum tampil di ASEAN Para Games, Intan Cahaya Putri juga telah menunjukkan potensinya di ajang internasional lainnya.

Pada Asian Youth Para Games 2025 di Dubai, Intan berhasil meraih medali emas dari nomor women's individual BC2. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa dirinya memiliki potensi besar di cabang boccia.

Keberhasilan di Dubai sekaligus menjadi pengalaman penting sebelum Intan menghadapi kompetisi di kawasan Asia Tenggara.

Dari panggung junior, Intan kemudian mendapatkan kesempatan untuk bersaing di level ASEAN bersama atlet-atlet yang lebih berpengalaman. Perpindahan level kompetisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri.

Namun, ia mampu menjawab kesempatan tersebut dengan mencapai final dan membawa pulang medali perak.

Boccia Jadi Salah Satu Andalan Indonesia

Prestasi Intan juga tidak bisa dilepaskan dari perkembangan cabang olahraga boccia Indonesia. Pada ASEAN Para Games Thailand, Indonesia berhasil mengumpulkan sejumlah medali dari cabang tersebut.

Secara keseluruhan, Indonesia meraih tiga medali emas, dua perak dan lima perunggu dari boccia. Dua medali perak di antaranya dipersembahkan oleh Intan Cahaya Putri dari nomor tunggal putri BC2 dan Suci Kirana Dewi dari nomor tunggal putri BC3.

Sementara itu, Gischa Zayana menjadi salah satu penyumbang emas Indonesia melalui nomor tunggal putri BC2.

Hasil tersebut memperlihatkan bahwa sektor putri memiliki kontribusi besar terhadap perolehan medali boccia Indonesia. Di saat yang sama, munculnya atlet muda seperti Intan memberikan harapan bagi keberlanjutan prestasi cabang olahraga tersebut.

Masa Depan Panjang Menanti Intan

Dengan usia yang masih sangat muda, perjalanan Intan Cahaya Putri di dunia olahraga masih terbuka lebar. Medali perak di ASEAN Para Games dapat menjadi pengalaman penting untuk mengasah mental dan kemampuan sebelum menghadapi kompetisi yang lebih besar.

Konsistensi latihan dan pengalaman bertanding menjadi faktor yang akan menentukan perkembangan Intan dalam beberapa tahun ke depan. Apalagi, boccia merupakan olahraga yang membutuhkan ketepatan, konsentrasi, strategi dan kemampuan membaca situasi pertandingan.

Perkembangan Intan juga terus mendapatkan perhatian dari tim pelatih. Pada 2026, NPC Indonesia mencatat Intan sebagai salah satu atlet yang masih diupayakan untuk dapat melangkah menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Sementara sejumlah rekannya di tim boccia telah dipastikan lolos ke Asian Para Games 2026.

Artinya, perjuangan Intan belum selesai. Medali perak yang diperolehnya di Thailand justru menjadi bagian dari perjalanan panjang menuju target yang lebih besar.

Di balik satu medali perak tersebut terdapat cerita tentang seorang atlet muda yang berani bersaing di panggung internasional. Intan mungkin belum berdiri di podium tertinggi pada kesempatan tersebut, tetapi pencapaiannya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta muda yang layak mendapatkan dukungan.

Intan Cahaya Putri kini bukan hanya dikenal sebagai peraih medali perak boccia BC2 putri. Ia juga menjadi salah satu nama muda yang menarik untuk diperhatikan dalam masa depan olahraga para Indonesia.

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!