Terkini
Kreen Media
Sport

Yayang Gunaya Tepati Janji, Emas APG 2025 untuk Istri dan Indonesia

K
Kreen Media
21 August 2026 1 menit baca
Yayang Gunaya Tepati Janji, Emas APG 2025 untuk Istri dan Indonesia

Sumber foto: antara news

Medali emas yang diraih Yayang Gunaya di ASEAN Para Games 2025 bukan sekadar tambahan koleksi prestasi bagi kontingen Indonesia. Di balik kemenangan tersebut, terselip sebuah janji sederhana kepada orang terdekatnya. Atlet para tenis meja asal Garut, Jawa Barat, itu bertekad membawa pulang medali untuk sang istri dan keluarga. Tekad tersebut akhirnya terwujud dengan hasil yang jauh lebih manis, yakni emas.

Yayang Gunaya tampil sebagai juara pada nomor tunggal putra kelas TT4 dalam ASEAN Para Games 2025 Thailand. Pertandingan final berlangsung di Korat Hall, Central Korat, Nakhon Ratchasima, pada Jumat, 23 Januari 2026. Dalam laga penentuan tersebut, Yayang menghadapi wakil tuan rumah, Wanchai Chaiwut.

Bermain di hadapan publik Thailand, Yayang mampu menjaga konsentrasi dan menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan tiga gim langsung. Ia menang dengan skor 11-8, 11-8, dan 13-11. Hasil tersebut memastikan satu medali emas tambahan untuk Indonesia dari cabang para tenis meja.

Janji Sederhana kepada Istri Berbuah Medali Emas

Ada sisi personal yang membuat kemenangan Yayang Gunaya terasa semakin istimewa. Sebelum berangkat dan bertanding, keluarga serta istrinya hanya berharap ia bisa membawa pulang medali dari Thailand.

Harapan tersebut kemudian berhasil diwujudkan Yayang dengan cara terbaik. Alih-alih sekadar membawa pulang medali, ia justru berhasil berdiri di podium tertinggi ASEAN Para Games 2025.

Bagi Yayang, keberhasilan itu menjadi bentuk nyata dari perjuangan yang selama ini ia jalani sebagai atlet para tenis meja Indonesia. Dukungan keluarga menjadi salah satu sumber motivasi penting ketika harus berhadapan dengan lawan dan tekanan pertandingan di tingkat regional.

Kemenangan tersebut juga tidak hanya dipersembahkan untuk istri dan keluarga. Yayang turut mendedikasikan emas tersebut kepada bangsa dan negara, pelatih, National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ketenangan Jadi Modal Menghadapi Wakil Tuan Rumah

Menghadapi atlet Thailand di partai final tentu bukan perkara mudah. Selain harus menghadapi lawan di meja pertandingan, Yayang juga harus mampu mengelola tekanan karena bertanding di negara tuan rumah.

Namun, pengalaman membuatnya mampu melewati situasi tersebut dengan tenang. Yayang sudah tiga kali mengikuti ASEAN Para Games sehingga atmosfer kompetisi seperti ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru baginya.

Salah satu kebiasaan yang terus ia pertahankan sebelum pertandingan penting adalah memperbanyak doa. Menjelang final melawan Wanchai Chaiwut, Yayang kembali melakukan kebiasaan tersebut untuk meneguhkan hati dan mempersiapkan mental sebelum memasuki arena.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa perjuangan atlet tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Kesiapan mental, ketenangan, pengalaman, serta dukungan orang-orang terdekat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju podium.

Yayang Gunaya Tampil Efektif di Partai Final

Dari jalannya pertandingan, Yayang mampu mengamankan dua gim awal dengan skor identik 11-8. Keunggulan tersebut menjadi modal penting untuk memasuki gim ketiga.

Namun, gim terakhir berlangsung lebih ketat. Wanchai Chaiwut berusaha memberikan perlawanan dan membuat Yayang harus menjaga fokus hingga poin-poin akhir. Yayang akhirnya menutup pertandingan dengan skor 13-11 sekaligus memastikan kemenangan 3-0.

Hasil tersebut menunjukkan konsistensi Yayang sepanjang pertandingan. Ia tidak memberikan kesempatan kepada lawannya untuk memaksakan gim keempat sehingga laga final berakhir dalam tiga gim langsung.

Bagi Indonesia, kemenangan Yayang juga memperkuat kontribusi cabang para tenis meja dalam perolehan medali di ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Dari Garut untuk Merah Putih

Yayang Gunaya merupakan atlet para tenis meja yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Di ASEAN Para Games 2025, ia memperkuat Indonesia pada nomor tunggal putra kelas TT4, kategori yang diperuntukkan bagi atlet pengguna kursi roda.

Keberhasilannya meraih emas menjadi gambaran bagaimana atlet daerah dapat tampil di panggung olahraga internasional dan membawa nama Indonesia. Perjalanan tersebut tentu tidak berhenti pada kemampuan bertanding, tetapi juga membutuhkan latihan, kedisiplinan, pengalaman kompetisi, serta dukungan dari lingkungan sekitar.

Kemenangan di Nakhon Ratchasima sekaligus menjadi momentum penting bagi Yayang untuk terus menjaga performanya di level regional.

Menariknya, setelah memenangkan nomor tunggal putra TT4, perjuangan Yayang di ASEAN Para Games 2025 belum sepenuhnya selesai. Ia juga dijadwalkan tampil pada nomor ganda campuran bersama Osrita Muslim. Mereka harus melewati babak penyisihan dengan menghadapi pasangan dari Filipina dan Thailand.

Emas yang Lebih dari Sekadar Medali

Cerita Yayang Gunaya di ASEAN Para Games 2025 memperlihatkan bahwa sebuah medali terkadang memiliki makna yang jauh lebih besar daripada angka di tabel perolehan medali.

Emas tersebut bermula dari sebuah harapan sederhana keluarga. Yayang kemudian mengubah harapan itu menjadi motivasi untuk tampil maksimal di pertandingan. Dengan ketenangan dan pengalaman yang dimiliki, ia mampu menaklukkan wakil tuan rumah dalam tiga gim langsung.

Ada pula sisi emosional ketika kemenangan itu akhirnya dipersembahkan kepada sang istri. Bagi Yayang, medali tersebut menjadi bukti bahwa perjuangan panjang sebagai atlet dapat menghadirkan kebanggaan bagi keluarga sekaligus negara.

Prestasi Yayang Gunaya juga kembali menegaskan peran penting atlet para dalam membawa nama Indonesia di kancah Asia Tenggara. Di balik setiap medali, terdapat latihan panjang, tekanan pertandingan, dukungan keluarga, dan keberanian untuk terus bertanding melampaui berbagai tantangan.

Di Thailand, Yayang tidak hanya memenangkan pertandingan. Ia juga berhasil menepati janji kepada orang yang selalu mendukungnya. Medali emas ASEAN Para Games 2025 pun menjadi simbol perjuangan, keteguhan mental, dan rasa cinta kepada keluarga serta Merah Putih

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!