Terkini
Kreen Media
Sport

Nanda Mei Sholihah Pecahkan Rekor Asia, Jejak Prestasinya Makin Panjang

kreen
kreen
Author
28 September 2026 5 menit baca
Nanda Mei Sholihah Pecahkan Rekor Asia, Jejak Prestasinya Makin Panjang

Nama Nanda Mei Sholihah kembali mencatatkan prestasi di level internasional. Sprinter para atletik Indonesia itu berhasil memecahkan rekor Asia nomor lari 100 meter klasifikasi T45/46/47 pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala, Meksiko.

Capaian tersebut menjadi salah satu catatan penting dari penampilan kontingen para atletik Indonesia di Meksiko. Selain Nanda yang mencatat rekor Asia, I Kadek Dwi Purwana Yasa juga memecahkan rekor dunia nomor lempar cakram F57. Secara keseluruhan, Indonesia membawa pulang 16 medali, terdiri dari 15 emas dan satu perak, serta finis di posisi kedua klasemen akhir.

Namun, pencapaian Nanda tidak berdiri sendiri. Rekor Asia tersebut merupakan bagian dari perjalanan yang terus berkembang sepanjang 2025 hingga 2026.

Rekor Asia Nanda Mei Sholihah Lahir dari Persiapan Panjang

World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tlaxcala berlangsung pada 21–24 Juli 2026. Dalam ajang tersebut, Nanda turun di klasifikasi T47 dan menyumbangkan dua emas dari nomor individu serta satu emas dari nomor relay.

Pelatih para atletik Indonesia Setyo Budi Hartanto menyebut pencapaian di Meksiko menjadi bukti bahwa program pemusatan latihan nasional jangka panjang mulai menunjukkan hasil.

Nanda sendiri mengungkapkan bahwa tantangan terbesarnya bukan semata-mata lawan di lintasan. Ia justru menyebut dirinya sendiri sebagai lawan terberat, terutama dalam menghadapi rasa takut sebelum pertandingan. Persiapan yang matang membantunya tampil sesuai dengan yang diharapkan.

Pernyataan tersebut membuat rekor Asia yang diraih Nanda menarik dilihat bukan sekadar sebagai angka baru dalam daftar rekor. Ada proses persiapan panjang yang mengiringinya.

Sebelumnya, Nanda Sudah Menunjukkan Konsistensi

Sebelum memecahkan rekor Asia di Meksiko, Nanda Mei Sholihah sudah lebih dulu menunjukkan konsistensinya dalam berbagai kompetisi internasional.

Pada ASEAN Para Games Thailand 2025, Nanda meraih tiga medali perak dari nomor 100 meter, 200 meter, dan 400 meter T47. Ketiga hasil tersebut menjadi bagian dari kiprahnya di ajang yang digelar di Thailand pada Januari 2026 meski menggunakan nama edisi 2025.

Khusus nomor 100 meter, Nanda juga tercatat sebagai peraih medali perak untuk Indonesia bersama sejumlah atlet para atletik lainnya.

Hasil tersebut kemudian berlanjut ke kompetisi Grand Prix di Tunisia pada Juni 2026. Di sana, Nanda justru berhasil mengoleksi tiga medali emas, masing-masing dari nomor 100 meter T46-47, 200 meter T46-47, dan estafet universal 4x100 meter.

Rangkaian hasil itu memperlihatkan perkembangan performa Nanda sebelum akhirnya kembali menorehkan catatan khusus di Meksiko.

Rekor Asia Bukan Kali Pertama bagi Nanda

Menariknya, World Para Athletics Grand Prix 2026 bukan kali pertama Nanda Mei Sholihah mencatatkan rekor Asia.

Pada World Para Athletics Championship 2025 di New Delhi, India, Nanda juga memecahkan rekor Asia nomor 100 meter putri T47 dengan catatan waktu 12,39 detik. Saat itu, ia finis di posisi keenam dalam perlombaan, tetapi catatan waktunya sudah melampaui rekor Asia sebelumnya.

Artinya, perjalanan Nanda di lintasan bukan hanya soal mengumpulkan medali.

Ada perkembangan catatan waktu yang menjadi bagian penting dari kariernya sebagai sprinter. Dari rekor Asia pada 2025, ia kembali memperbarui pencapaiannya di level Asia dalam kompetisi Grand Prix 2026.

Hal tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kompetisi internasional dapat menjadi ruang bagi atlet untuk terus mengukur perkembangan performanya.

Tiga Emas di Tunisia Jadi Bekal Menuju Meksiko

Beberapa minggu sebelum berlaga di Meksiko, Nanda sudah memperoleh hasil positif di Tunisia.

Pada World Para Athletics Grand Prix 2026 di Tunisia, Indonesia meraih 15 emas, tujuh perak, dan tujuh perunggu. Nanda menjadi salah satu atlet yang menyumbangkan tiga medali emas.

Catatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju agenda yang lebih besar.

Setelah Grand Prix Meksiko, perhatian Nanda pun mulai diarahkan ke Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang. Ia menyebut akan mengikuti nomor 100 meter, 200 meter, dan relay di ajang tersebut. Selain mengejar target pribadi, Nanda juga berharap bisa kembali memecahkan rekor yang sudah ada.

Dengan demikian, rekor Asia di Meksiko bukan menjadi titik akhir. Justru pencapaian tersebut menjadi bagian dari persiapan menuju kompetisi berikutnya.

Nanda dan Regenerasi Para Atletik Indonesia

Perjalanan Nanda Mei Sholihah juga menjadi bagian dari perkembangan para atletik Indonesia di nomor lintasan.

Dalam beberapa kompetisi terakhir, Indonesia tidak hanya mengandalkan satu atau dua atlet. Di Grand Prix Meksiko, misalnya, 16 medali berhasil dikumpulkan dari sejumlah nomor. Nanda menjadi salah satu penyumbang emas, sementara I Kadek Dwi Purwana Yasa mencatat rekor dunia dari nomor lempar cakram F57.

Pelatih Setyo Budi Hartanto menyebut hasil tersebut berkaitan dengan program pelatnas jangka panjang. Menurutnya, capaian para atlet di Meksiko menunjukkan perkembangan yang sudah mulai terlihat.

Bagi Nanda, perjalanan tersebut juga memperlihatkan bagaimana seorang atlet dapat berkembang dari satu kompetisi ke kompetisi berikutnya.

Tiga perak di ASEAN Para Games, tiga emas di Grand Prix Tunisia, lalu rekor Asia di Meksiko menjadi rangkaian catatan yang membentuk perjalanan Nanda Mei Sholihah dalam dua tahun terakhir.

Dari Rekor Asia Menuju Asian Para Games 2026

World Para Athletics Grand Prix 2026 di Meksiko juga memiliki arti penting karena menjadi salah satu agenda persiapan menuju Asian Para Games 2026. Selain menjadi ajang kompetisi, hasil dari Grand Prix juga dapat membantu atlet mengumpulkan poin untuk jalur kualifikasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.

Untuk Nanda, target berikutnya sudah jelas. Ia akan tampil di 100 meter, 200 meter, dan relay pada Asian Para Games 2026.

Rekor Asia yang berhasil dicatat di Meksiko memberikan tambahan pengalaman sekaligus menjadi tolok ukur bagi performanya. Namun, lintasan berikutnya akan menghadirkan kompetisi baru dengan tantangan yang berbeda.

Perjalanan Nanda Mei Sholihah pun masih berlanjut. Dari peraih medali di ASEAN Para Games, pengoleksi emas Grand Prix, hingga pemegang rekor Asia, sprinter Indonesia tersebut kini memasuki fase baru dalam kariernya.

Dan seperti yang diungkapkannya sendiri, salah satu tantangan terbesar di lintasan bukan selalu atlet di jalur sebelah, melainkan kemampuan untuk mengalahkan rasa takut dalam diri sendiri.


kreen
kreen
Author
399 artikel telah dipublikasikan